Pages

Monday, July 30, 2007

Menghadapi Tantrum Anak

Cerita gw dibawah ternyata menurut ilmu psikological adalah gejala tantrum.Awalnya gw mengira tindakan2 nakal Calulla itu adalah karena anak gw-nya aja yang kelewat manja.Tapi ternyata umur 2 tahun sampai 3 tahun disebut sebagai masa "terrible twos", maksudnya, dimasa itu anak akan mengalami kemunduran prilaku, salah satunya ya cepat marah itu yang biasa disebut tantrum.
Tingkah laku semacam ini terjadi bukan karena kenakalan tetapi karena rasa frustasi.Selain itu sikap semacam ini terjadi karena sifat egosentris anak, bukan keegoisannya.Sikap ini yang membuatnya selalu ingin mendahulukan semua keinginannya.
Membiarkan anak melakukan hal-hal yang ia inginkan tidak akan menghilangkan tantrum, dalam beberapa kejadian, pendekatan seperti itu akan meningkatkan frekuensinya terjadi tantrum berikutnya, karena ia akan belajar bahwa dengan cara itu keinginannya pasti dituruti.

Menurut salah satu buku yang gw baca, buku karangan Dr.Richard C.Woolfson, ada 5 prinsip praktis dalam menghadapi gejala ini antara lain :
1. Pusatkan perhatian pada saat-saat bahagia
Cobalah ajak sikecil mengingat-ingat kenangan-kenanangan yang membahagiakan yang dialami si kecil, jangan terlalu lama mengingat-ingat pertengkaran dan tantrum yang terjadi hari itu.
2. Sesekali beristirahatlah dari rutinitas
Rencanakanlah acara khusus dengan si kecil walaupun sebenarnya suasan hatinya sedang jelek.
3. Bermain bersamanya
Setelah menghabiskan beberapa jam dengan anak yang sedang marah, anda mungkin enggan bersantai bersamanya, akan tetapi tetaplah berusah untuk melakukannya, selalu luangkan waktu untuk bermain dengannya tanpa mempedulikan tingkah lakunya hari itu.
4. Bacakan Buku cerita sebelum tidur
Daya ingat anak masih pendek, menjelang tidur ia telah melupakan semua perang urat syaraf yg terjadi diantara anda berdua, bacakan buku-buku cerita sebelum ia tidur adalah cara yang baik untuk saling berbaikan lagi.
5. Berbagi dengan pasangan
Cobalah menceritakan perasaan anda pada pasangan.Anda akan merasa lebih baik dengan melakukan hal ini.

Dalam masa tantrum ini, jika kita menyikapi dengan emosional seperti marah, justru akan makin menyulitkan, karena ketegangan yang terjadi akan makin semakin menjadi-jadi.berusahalah untuk tetap tenang, begitu pesan buku ini.

6 comments:

Ryu`s Mom said...

Bagus juga nih postingannya, bisa diterapin lankah-langkahnya klo Ryu lg ngamuk.

yanti said...

sabar.. sabar.. masa itu bakal berlalu kok :)

MErrytaRiyadi said...

Makasih mama Ay, Ryu jg masih suka ngamuk ya?Mudah2an bermanfaat ya Mam.Tapi kuncinya ya sabar dan tenang kata buku ini..

MErrytaRiyadi said...

Mbak Yanti, makasih ya support nya.Mudah2an lekas berlalu ya...

widie said...

Soal tantrum ya..iya makaseh masukannya ya...

kl anakku ngamuknya ngga banget2 masih wajar seh...jd aku kadang bingung ini termasuk ngamuk atau nakal biasa hehe...

MErrytaRiyadi said...

Wid,Akbar manis bgt kl geto, gak segalak Lulla kl dah marah or lg jutek.