Pages

Monday, January 30, 2012

Efek Reuni via BBM group

Siapa yang gak punya blackberry dewasa ini?kayaknya bisa dibilang jarang, orang yang memiliki kemampuan financial menengah rata- rata memiliki blackberry sebagai bagaian penting dalam hidupnya, gak ubahnya sebuah dompet saja. Kalo di era tahun 1990 an pertengahan orang mulai tergiur handphone dan kemudian mulailah menjamur handphone sebagai gaya hidup yang begitu umum dan lumrah, siapa saja punya Hp. Dulunya HP sama kayak blackberry diciptakan untuk mereka kaum sibuk. yang kehidupannya begitu mobile, dan dituntut untuk bereaksi cepat dan aktif. Seperti pebisnis, pekerja level atas dan profesi sibuk lainnya. Namun seperti tak ubahnya hp juga, lambat laun semua orang entah kenapa jadi merasa perlu memiliki blackberry. Dari mulai direktur, politisi,ibu rumah tangga sampe pembantu maupun driver merasa perlu memiliki BB.

Pertama kali saya pakai BB mungkin sekitar 3 tahun lalu, itu didorong oleh nyamannya teknologi email yg bisa diakses dngan mudah dari layar handphone semudah menggunakan SMS. Dulu saya berfikir, wah asiknya ada alat begini, dimana aja kapan aja saya bisa jawab seluruh email, saya bisa kerja dan meremote kerjaan dari mana saja. Awalnya itu saja yang menjadi sasaran saya. Lama kelamaan seluruh team kerja management di kantor memiliki BB, lalu terbentuklah group BBM (black berry messenger) urusan kantor, saya cukup merasakan kenyamanan, dimana kesibukan seluruh pemimpin perusahaan seperti disatukan dalam ruang itu, nyaman dan mudah.Rasanya meeting koordinasi bisa dipindahkan ke ruang itu tanpa kami harus saling bertemu, ada yg di Kalimantan, di Pengadilan, di WC kantor, dimanapun semua bs ikut berdiskusi masalah kantor di group chat itu. Tak lama muncul group- group serupa, mulai dari teman sepergaulan, teman kuliah, teman SMP,teman SMA dan teman kenal- kenal saja.

Awalnya harus jujur saya akui, saya menikmati keberadaan group2 tersebut, seperti makin punya banyak teman, seperti berada lebih dekat dengan teman2 dan sahabat2 lama. bahkan yang sudah tidak bertemu sejak SMP pun akhirnya bisa berakrab-akrab lagi.Disitu pula biasanya ada ajakan untuk kopi darat alias reuni, namun sampai detik ini saya hanya nyanggupin kegiatan reuni semacam itu 1 kali saja. Selain karena agenda hidup saya cukup sibuk, saya pun merasa ada kejanggalan jika kegiatan kongkow baik melalui kopi darat maupun melalui group chat yang aktif dilakukan terlampau sering.Saya merasa kurang wajar aja karena yang namanya reuni masa lalu akan hilang rasa nya jika terlalu sering dilakukan.Yang namanya masa lalu ya masa lalu gak perlu di bongkar bolak balik, dipakasakan sejalan dengan apa yang ada di hidup kita sekarang. Toh tak bertemu juga sudah bertahun- tahun, maka tujuan hidup dan kesibukannya pun jadi beda, jadi akan terkesan maksain kalo dari berbagai perbedaan itu disatukan dalam satu ruang yang intens, itu menurut cermatan saya.

Dan benar saja, diperjalanan saya merasa gak nyaman dengan komunikasi masa lalu yang intens kembali itu. Saya perhatikan member dari group sekolah itu seperti terbawa ke alam masa lalu, dimana saat itu semua adalah anak remaja dalam status 'orang bebas' seolah saat ini semua jadi mengidap amnesia saja, lupa bahwa masing2 sudah punya pasangan dan anak2. Ini terlihat dari tidak segannya mengumbar obrolan seputar mantan pacar, mantan gebetan, becandaan yang kekanakan dan obrolan gombal yang tidak pantas, nah belum lagi trafic pengiriman gambar/video berbau pornografi yang seolah begitu wajarnya. Padahal seharusnya tidak demikian, mengingat masa-masa itu sudah lewat, kita sekarang bertemu lagi dalam situasi dan kondisi yg sudah berbeda, sebagian besar sudah menikah, sudah memiliki keluarga dan tanggungjawab.Dan ada aturan berupa etika pergaulan yang membatasi itu. Karena tidak dibatasinya interaksi yang demikian, tentu akan membuat orang jadi lupa dirinya, lupa statusnya. Bahkan mungkin jika ada seorang member yang sedang tidak harmonis malah bisa membuat group sebagai pelarian, atau bagi member yang memiliki pasangan yang tidak suka melihat interaksi semacam itu jadi tersinggung, atau parahnya dengan ketersinggungan itu bisa mengakibatkan keretakan rumah tangganya.

Jadi saya melihat potensi- potensi bahaya disini jika semua orang dalam group tidak memahami etika yang baik dalam bergaul.
Saya yang tadinya (diawal terbentuknya group) cukup rajin membalas sapaan teman- teman, makin kesini makin sering mengabaikan, selain karena kesibukan, saya juga kawatir saya terbawa jauh, jadi saya memagari diri saya sebelum saya merasa ketidak nyamanan mengganggu diri saya. Namun karena semakin banyak group, emang BB jadi lemot, itu juga yang membuat saya malas pakai BB, jadi gak praktis dan jadi kurang gesit fungsi si BB itu.

Namun suami saya yang memiliki beberapa group BBM, jadi sempat merasakan dampak negatif dari groupnya. Dikarenakan alasan yang sama, suami saya sempat menikmati pertemanan melalui BBM. Maka ia rajin mengirim joke2 lucu dan terbawa suasana obrolan yang ngalor ngidul kalo bisa dibilang hampir kurang bermanfaat. Saya rajin mengingatkan tapi karena ia orang yang lempeng, ia merasa warning saya gak akan terjadi. Ternyata dan ternyata dari komunikasi di group gak bisa dihindari ada yang saling tersinggung yang menimbulkan sakit hati, sehingga kadang dari becandaan di group akhirnya ada yang leave group dengan alasan yang kurang enak, yaitu tersinggung. Ada juga yang pasangannya tersinggung.

Sebenarnya situasi-situasi tersebut tidak serta merta membuat suami saya yang tadinya aktif di group jadi leave group, namun yang terjadi adalah terdapat indikasi negative dari pertemanan group bbm ini ‘mampir’ ke kehidupan kami. Ada seorang teman member group bbm yang memiliki ketertarikan negative pada suami saya yang mengarah ingin masuk ke rumah tangga saya dan suami, bahkan dengan gamblang pelaku mengadakan pendekatan intes ke privat messenger (japri) bahkan dengan berani menyakan rasa sukanya pada suami saya, padahal situasinya wanita itu bersuami dan dia tau persis suami saya sudah memiliki keluarga.Awal ketertarikan negative itu memang diakui si wanita berawal dari intensitas percakapan di group, dari lelucon2 yang kerap suami saya sampaikan di group, dari sikap ramah suami saya yang tergambar di interaksi group dan hal-hal baik yang dinilai simpatik akhirnya mengantarkan pada rasa suka wanita ini kepada suami saya, dimana rasa suka itu adalah rasa suka yang tidak pada tempatnya ini. Dan yang cukup parah, ada seorang teman dari group tersebut yang seolah berperan menjadi ‘mak comblang’ alias provokator, dimana dia tau wanita ini menempatkan perasaan yang salah pada suami saya, namun si provokator bukannya melerai malah seperti memberi angin segar dan dari percakapan yang saya baca si provokator member reaksi yang sama sekali tidak mencegah bahkan malah mensupport. Padahal si provokator adalah istri orang juga, entah apa pikirannya perempuan2 ini, bagaimana jika kondisi itu terjadi pada suaminya yang sedang di rayu wanita lain sementara ada wanita lain yang ‘menseponsori’? apa tidak sakit hati kita sebagai istrinya??

Akhirnya suami saya menarik kesimpulan ini group jadi gak sesuai semangat awal lagi, yaitu untuk menjalin silaturahmi, dan malah menjurus pada arah sebaliknya. Jadi melalui diskusi panjang dengan saya, ia menarik kesimpulan untuk menarik diri dari group, bukan berarti benci pada member group, tapi lebih pada memagari diri dari hal-hal yang bisa menimbulkan fitnah dan perselisihan. Saya appreciate dia yang mau mengambil langkah itu meskipun dia adalah orang yang cukup aktif di group tersebut. Jadi proteksi diri itu perlu dilakukan manakala kita merasa apa yang terjadi sudah tidak sejalan lagi dengan semangat membangun masa depan yang baik.
Pertemanan yang awalanya diharapakan adalah pertemanan yang positif dimana saling mendorong untuk kebaikan, baik kehidupan profesi maupun keluarga, namun yang terjadi sebaliknya, dengan tidak menafikkan rasa suka orang, menurut kami rasa suka harus ada rem nya dan tepat sasarannya, karena kita orang2 beriman, mengganggu rumah tangga orang dengan alasan karena suka atau mencintai atau ingin memiliki atau apalah itu juga, menurut kami itu hanya akan membawa dampak buruk bagi kehidupan orang lain, jadi sebagai orang beriman sebaiknya mampu menahan dirinya. Disituasi ini, suami saya berinisiatif untuk melepaskan diri dari itu semua, agar tidak ada satu pihak pun yg terperosok lebih jauh lagi.

Dan sekilas yang saya dapat simpulkan, bahwa kemajuan teknologi jika tidak diperuntukkan sesuai dengan manfaatnya, emang jadi menimbulkan banyak mudarat daripada manfaat.

Berikut beberapa penglihatan saya efek negatif yang bisa terjadi bila tidak menempatkan reuni via bbm di tempat yang benar:
1. group sekolahan yang dimaknai sebagai ruang hidup yang baru kurang tepat membangun kedewasaan jika diisi dengan trafic pembicaraan yang mayoritas ttg masa lalu maupun pepesan kosong, namun jika diisi dengan pertukaran informasi yang membangun mungkin akan lain dampaknya.

2. group sekolah yang terlalu aktif berlebihan berpotensi menggangu kesinambungan hidup orang, karena tidak berhentinya percakapan yg terjadi, membuat efek tidak konsentrasi bagi org yang memang butuh untuk konsentrasi

3. group sekolah berpotensi membangkitkan cinta masa sekolah dan merusak kehidupan rumah tangga yang sedang berjalan.

4.group sekolah yang diisi dengan postingan-postingan yang tidak membangun (contoh artikel/gambar/video porno) mendorong kemaksiatan bukan kebaikan.

5.group sekolah berpotensi membuat seseorang addicted untuk terus mencurahkan waktunya berbincang didalamnya sehingga tidak mengindahkan kehidupan di dunia real nya.

6.group sekolah yang tidak diatur etika komunikasi dan batasan becandanya berpotensi menimbulkan perpecahan antara member group maupun antara member group dengan keluarganya.

7.group sekolah yang dibuai atmosphere masa lalu sehingga menimbulkan efek amnesia bahwa semua member sudah berkeluarga berpotensi dapat menimbulkan cinta- cinta2 terlarang yang gak seharusnya berkembang.

8.bagi beberapa pihak yang mengalami masalah cenderung melarikan diri ke group dan bukan mencarai penyelesaian masalah.

Dan entah apa efek lainnya, tapi inilah yang kerap terjadi disekeliling saya, bahwa reuni yang tergabung dalam group bbm teman-teman sekolah kadang jika tidak disikapi secara benar dapat menimbulkan kerugian. Dilingkungan terdekat saya sudah terjadi beberapa kasus perceraian akibat perselingkhuhan yang diawali dengan adanya intensitas pergaulan di dalam group bbm semacam ini.

Jadi menurut pandangan saya,penyikapan reuni harus dalam tataran wajar, bahwa pertemanan masa lalu adalah bagian dari kisah lalu, jika harus kembali lagi di masa sekarang masuk kedalam kehidupan kita, maka tempatkan di tempat seharusnya. Karena setiap orang dalam kurun waktu yang lama tentu sudah mengalami perubahan, baik perubahan pendidikan, lingkungan sosial, pola pikir, tujuan masa depan dan tanggungjawab, jadi pertemanan yang sudah lama tidak terjalin, jika harus terjalin kembali situasinya jangan dimundurkan ke masa lalu tapi di tempatkan sesuai ruangnya di kehidupan masa sekarang dan harus memberikan implikasi positif untuk masa depan bukan sebaliknya.

Semoga berkenan, Happy Monday all, tetap semangat ya...

Monday, January 2, 2012

baby brave suka buku







surprise sekali,beberapa bulan lalu saya coba kasih brave buku,dia excited melihat lihat isinya.saya yakin krn kebiasaan di daycare nya yg sering membacakan dongeng.dan ktika eranya eksplorasi mulut dan gusi hya sedang gatal seperti sekarang,semua benda dimasukkan ke mulut,tapi lucunya buku tidak demikian,ia tidak sm sekali terlihat mengemut buku yg diberikan padanya,sudah tau ya nak buku itu fungsinya apa?hehehe

Wednesday, December 21, 2011

ASI Ekslusif dan Ibu Bekerja

Saya janji yah mau nulis tentang gmn perkembangan pemberikan asi ekslusif (ASIX) kpd Brave. Sekaian di tulisan ini saya mau mereview penggunaan Breast Pump (BP) Medela Swing.

Sejarahnya dulu saya tulisin kenapa saya ngotot ingin anak kedua saya diberikan ASIX, krn pengalaman ketika melahirkan anak pertama sungguh tidak menyenangkan. Saya yang saat itu minim akan pengetahuan tentang asi ditambah lagi begitu banyak intervensi orang tua, mertua dan eyang yang notabenennya adalah orang jaman dulu yang belum punya info yang lengkap juga tentang asi, sehingga membuat saya ‘kecolongan’ dengan tidak memberikan ASIX kepada Lulla. Perkembangan Lulla bayi saat itu emang gak ada masalah, Lulla sehat, berat badannya juga tidak kurang dari bayi normal, perkembangan lainnya pun tepat sesuai dengan waktunya, namun efek pemberian MP ASi dini (makanan Pengganti Asi dini) terlihat ketika usia Lulla 3 tahun.

Saat itu saya dan suami kewalahan dengan alergi kulit yang Lulla alamin, dia gak bisa kena panas, maka kulitnya ruam, dia gak bisa pegang mainan dari karet yang tidak bersahabat dengan kulit sehingga kulitnya akan terkelupas kelupas, dia tidak bisa bersinggungan dengan logam logam tertentu, dan masih banyak alergi kulit lainnya. Saya jadi ekstra hati2 memberikan produk perawatan kulit untukknya. Ketika mulai masuk Play Group, masalah baru muncul, padahal masalah alergi kulit belum beres. Ia batuk2 dalam term yang panjang, aneh sekali. Kami kawatir ia mengalami masalah di paru2, maka kami lakukan rontgen dan tes matoux, hasilnya negative. Berbagai dokter didatengin, sampai ke ahli paru anak dr Noenoeng dan dr nastiti, dan hasilnya juga negative. Lalu kami ke dr ahli alergi Prof karnen, Lulla di test alergi, dan hasilnya, beneran alergi Lulla berderet. Saya sedih dan merasa bersalah, saya yakin alergi anak saya dipicu dari pemberian asi yang gak maksimal. Dan dari info sana sini yang diperoleh emang alasan itu masuk akal. Sejak dinyatakan alergi thd berbagai zat itu, Lulla pun kami kelola hidupnya dengan begitu banyak aturan main, sampai dia sendiri hafal dengan apa yg boleh dan tidak boleh baginya. Baik untuk dia krn dia mulai bisa menjaga dirinya sendiri. Dan buat saya jelas jadi pelajaran paling berharga, saya bertekat di anak kedua, saya enggak akan lagi semudah itu menyerah memberikan ASIX pada bayi saya.


Mulai ketika hami Brave saya rajin cari info BP yang bagus, bagus bukan berarti harus mahal, setidaknya saya mengenali kekurangan saya, yaitu produksi ASI saya tidak melimpah dan kulit saya tipis, jadi saya harus cari pompa asi yang nyaman untuk sering2 dipakai, karena sekali dua kali mompa saja gak akan menutupi kebutuhan. Seorang teman merekomendasikan medela freestyle, saya tertarik sekali, tapi harganya mahal, emang buat anak jangan pelit, tapi sungguh itu terlalu mahal buat saya, ditambah lagi saat itu medela baru naik harga. Akhirnya saya memilih medela swing, karena teknologinya sudah 2 phase, bisa diatur sendiri kekuatan sedotannya, jadi saya bisa mengatur jika sedotannya terlalu keras, lalu corongnya sudah menggunakan silicone lembut tidak seperti corong plasti BP biasanya jadi menurut saya, cukup amanlah buat diri saya. Sedikit review dari saya, memompa dng medela swing sangat recommended yah, emang sih kalo punya dana lebih, silahkan pilih freestyle, yakin nayaman banget karena kia bisa memompa sambil mengerjakan hal lain krn di botol dan pompa gak harus dipegangi. Tapi kalo dana terbatas, dan punya masalah sama seperti saya, yaitu kulit mudah lecet, swing mungkin bisa dijadikan pilihan. Review dari teman saya pengguna mine electric, medela swing jauh lebih lembut sedotannya, hampir mirip dengan sedotan bayi, sangat soft.

Saya mulai belajar memompa asi 3 hari setelah melahirkan, saat itu jujur aja bikin down, bayangin deh, dengan kondisi payudara yang rasanya penuh asi, namun ketika dipompa kok dapaetnya sedikit banget, mungkin 20ml juga tidak sampai. Saya dan mama saya sampai saling melihat dengan cemas, apa yang salah. Saya telpon teman2, mereka menyemangati, mereka bilang emang baru latihan ya segitu aja. Lalu pas mau pulang dr RS, Brave dinyatakan ‘kuning’ dan harus diblue light untuk beberapa waktu. Karena Brave tidak room in lagi krn harus masuk ruang penyinaran khusus, mau gak mau saya bolak balik merah asi saya untuk ‘disetor’ ke ruang perawatan Brave. Disitu asi mulai meningkat dari 30 ml ke 40 ml lalu ke 50 ml. Sampai di rumah, saya masih mompa karena penasaran ingin menaikkan jumlah, ternyata gak sia2, setiap subuh saya bangun, ketika Brave tidur pulas saya mempompa asi saya, dan hasilnya lama2 meningkat bahkan bisa 150ml sekali pompa, seneng bukan main. Selain rajin mompa saya juga melawan kebiasaan saya malas makan, mungkin karena saya kurus, jadi kebiasaan makan sedikit, kapasitas perut jadi gak nampung banyak. Namun saya siasati terus, asupan nasi saya kurangi, saya gantikan dng lauk pauk seperti sayuran dan protein pun dilipatgandakan. Saya suka air putih, namun saat itu jumlah air putih yg saya minum saya combine banyaknya dng susu yg saya tegak, mungkin bs 1 liter sehari susu yg saya habiskan. Saya pilih susu yg saya suka, gak mesti susu khusus untuk ibu menyusui. Lalu saya tiadakan agenda mengemil kripik2 mapun makanan ringan lain yg tak bermutu, saya gantikan rebusan kacang2an/ sayur bening maupun rebusan labu kecil. Dan untuk memperbanyak asi, selain asupan, pompa asi yg nyaman, saran saya adalah coba kelola emosi, meski kita lelah kalo emosi kita stabil rasanya kita bisa. Saya ingat banget selama saya cuti melahirkan saya punya masalah dng pembantu sebanyak 2 kali, terpaksa sambil urus bayi saya ngurus rumah tangga karena purely sendirian di rumah, alhamdulilah asi masih jalan terus. Intinya optimis dan coba kesampingkan masalah untuk tidak ngoyo dipikirin, jalani saja apa yang kita mampu, insyallah kita bisa.

Lalu sayapun mulai menyetok, sekalianlatihan sekalian nabung asi jika saya masuk kantor. Lalu pada usia Brave 17 hari, Brave dinyatakan harus di rawat di NICU krn bilirubin melonjak. Saya panic sekali krn pihak RS sangat straight tidak membolehkan saya untuk sering2 menyusui secara langsung, jadi saya harus punya cadangan asi yg cukup. Benar saja deh, stok asi saya ludes kepake saat brave dirawat 3 hari itu. Mungkin kalo enggak ada stok, gak terkejar deh kebutuhan susu dengna produksi saya. Bersyukur sekali dan jadi pelajaran penting. Sejak itu saya rajin mompa, semangat berkobar lah istilahnya.

Sampai pada tanggal 27 September, hari dimana saya akhirnya masuk kantor, saya memiliki 55 kantong asi, dengan isi sekitar 75- 80 ml masing2 kantong. Seneng bukanmain, alhasil saya berangkat ngantor dengan hati relative ringan, setidaknya stok asi saya memadai.

Di kantor karena kesibukan, saya hanya bisa mompa sehari 2 kali, dibawah jam 12 siang dan hampir jam 5 sore, pendapatan bisa dibilang lumayan, bisa mencapai 450ml seharian mompa, paling jelek yah dapat 300ml sekali mompa. Saya syukuri saja sampai saat ini, insyallah seminggu lagi brave 6 bulan, maka saya selesai memberinya ASIX, namun saya masih punya stok asi memang gak banyak mungkin sekitar 35 bungkus asi, masing2 80-100ml perbungkusnya. Saya lega bener, setidaknya 6 bulan ini saya purely memberinya asi saja.

Niat saya mau meneruskan memberinya asi sampai Brave berusia 2 tahun, saya pikir-pikir enggak terlalu sulit juga, jadi yah saya semangat banget.bagi ibu2 diluar sana yg masih berjuang, ayo saya semangati yg pasti coba kelola emosi, tetap optimis, perbaiki asupanmakan dan take it easy aja…

Friday, December 2, 2011

Baby Brave ga suka mimik pakai botol

Semangat pemberian ASI Ekslusif masih membara saat ini di hati saya, sekarang baby Brave sudah 5 bulan, sedikit lagi saya lulus ‘S1’ alias genap memberikan asi ekslusif untuknya. Meski saya berniat menyelesaikan sampai jenjang ‘S3’ atau 2 tahun.

Saya tetap bekerja, dan saya menyempatkan untuk memompa ASI saya di kantor setiap harinya. Setiap selesai memerah ASi saya menempatkan nya di plasti khusus penyimpanan asi yang khusus dirancang BPA free, jadi aman untuk bayi. Saya menyimpan asi sesuai dengan takaran sekali minum, jadi tiap asi dihangatkan dapat langsung minum untuk 1 kali, jadi asi gak bolak balik dihangatkan tiap baby brave mau minum susu, kawatir kandungan gizinya makin berkurang.


Setiap hari baby Brave diantar ke daycare kami selalu membawakan ‘ bekal’ beberapa kantong asi untuk keperluan konsumsi asi seharian. Ada yang aneh, brave yang di rumah sangat suka mimic, tiba- tiba ogah- ogahan untuk mimik. Saat itu saya sudah menyiapkan aneka botol yg kiranya bakal nyaman dipakai, mulai dari merk yg mahal Tomi tipee, pigeon yg canggih itu sampe pigeon konfesional yg dotnya rubber (coklat). Tapi ternyata laporan dari daycare menunjukkan brave emang gak suka mimik, jadi mimiknya sedikit sedikit banget.

Sebulan lebih kami masih mencoba melatihnya dengan botol, sampai pada suatu hari ia demam, setelah dirawat di rumah, hari berikutnya ia masuk daycare lagi, saat itu ia mogok gak mau minum asi via botol. Daycare menelpon saya, lalu saya segera menjemput brave, saya susui langsung dan ia mau. Besoknya saya ambil cuti, untuk mencari solusi, gimana caranya brave mau minum asi selama saya ngantor. Saya mencoba menyuapinya dengan sendok, hasilnya?ia semangat minum asi!sekali minum bisa 100ml. rasanya bahagia banget. Akhirnya keesokan harinya saya meminta pengasuh di daycare menggunakan sendok untuk memberikannya asi, dan sampai sekarang jumlah asi yang ia konsumsi meningkat.

Ada kekhawatiran apakah pola minum susu menggunakan sendok ini akan berlangsung terus?karena banyak pengalaman teman- teman yang terlanjur memberikan susu menggunakan sendok sampai anak itu besar, akhirnya menjadi kendala karena anak jadi malas minum susu dan minumnya pun sedikit dan lama. Ternyata triknya agar tidak terjadi hal itu adalah, pada usia 6 bulan,bayi harus mulai dikenalkan dengan penggunaan softcup sehingga si bayi belajar menyeruput dan akan terlatih dengan sendirinya.

Saya berfikir ini malah akan membantu saya ntuk mewujudkan mimpi menuntaskan pemberian asi hingga 2 tahun , dan pada dasarnya penggunaan dot emang kurang disarankan.beberapa teman di kantor sudah mengalami kendala karena bayi mereka mengalami bingung putting, sehingga di usia yang masih kecil bayi2 itu lebih suka pada dot daripada payudara ibunya, aaah…syukurlah saya jauh lebih disukai daripada dot, ehehehe…

Friday, October 28, 2011

Menitipakan bayi di Daycare




Ketika Brave lahir, kami dipusingkan oleh sebuah masalah
baru, siapakah yang akan merawatnya di rumah sementara saya kembali bekerja?
Dulu waktu Lulla berusia 3 bulan saya pun kembali bekerja,
namun saat itu kami masih tinggal di rumah mertua saya, dan saya mempunyai
Jannah sebagai pembantu. Selain Jannah cukup cekatan dan telaten pada anak
kecil, mertua saya ikut mengawasi kinerja Jannah terhadap Lulla. Lalu usia
Lulla 4 bulan, kami pindah ke rumah eyang saya. Jannah tetap ikut saya, sekali
lagi saya diberi kemudahan dengan adanya eyang saya yang mengawasi dan
mendampingi perkembangan Lulla sementara saya ngantor.

Keadaan itu berbeda dengan sekarang, sekarang mama mertua
dan eyang saya sudah tidak ada lagi, jannah sudah menikah dan tidak bekerja
lagi. Mama dan papa saya masih berdomisili di Lampung. Sementara di rumah hanya
ada papa mertua saya yang juga sudah tua dan emang gak bisa mengawasi anak-
anak saya seperti mama mertua saya dan eyang saya dulu. Maka kami pun kebingungan
siapa yang akan mengawasi Brave nanti?Kalo perkara nyari pengasuh atau Baby
Siter saja gak terlalu sulit, banyak yayasan penyedia tenaga kerja menawarkan
berbagai jenis BS mau pengalaman atau enggak cukup banyak di pasaran tenaga
kerja.

Tapi sekali lagi saya harus realize, bahwa baik BS maupun
PRT jaman sekarang kebanyakan gak mudah dipercaya.Demikian dengan yayasan
penyalur tenaga kerja banyak yang kurang bertanggung jawab menyalurkan BS
maupun PRT nya. Kadang gak berpengalaman tapi dibilangnya berpengalaman, kadang
juga prilaku BS atau PRT yang tersedia juga tidak baik. Bahkan praktik
penculikan bayi pun marak melalui jalur BS atau PRT yang ternyata kriminil.
Cukup sulit memang jika harus memikirkan keadaan Brave
ditinggal di rumah dengan BS atau PRT yang tidak kita kenal tanpa pengawasan
yang intens.
Akhirnya dengan keputusasaan itu pula yang membuat saya dan
suami mencari alternative lain selain menghire BS or PRT yang bisa mengurus
Brave.

Kami mulai melirik pada jasa penitipan anak/ daycare. Kami mencari
jasa daycare yang memiliki program pendidikan usia dini, yang tentu juga
memperhatikan kebersihan dan kualitas pengasuhan yang mumpuni.
Dari tanya2 teman dan browsing di internet, kami memperoleh
info beberapa daycare yang cukup bagus. Kami mencari di lokasi dekat rumah kami
atau dekat kantor saya. Namun akhirnya pilihan jatuh pada Rumah Cerdas Depok di
Komplek Pesona Khayangan Depok. Jadi memang searah dengan saya setiap pagi
berangkat ngantor.

Hari pertama saya datang ke tempat itu saya sudah suka,
konsep homy pada daycare ini membuat saya yakin Brave pasti betah, selain itu
konsep pendidikan yang akan diterapkan adalah pendidikan Islami. Sangat sesuai
dengan semangat saya dan suami dalam mendidik anak2. Hal ini cukup penting bagi
saya mengingat Brave akan menghabiskan waktu cukup banyak berada di daycare.
Jadi pola pengasuhan yang akan diterapkan ke Brave adalah hal yang penting bagi
kami agar pola asuh di rumah dan di daycare dapat bersinergi membentuk
kepribadian putra kami.

Lalu apa yang saya rasa saat pertama kali melepas Brave ke
Daycare?
Kali pertama saya datang, meski saya suka dengan konsep yang
ditawarkan, saya menangis di mobil, saya sedih jika membayangkan Brave akan
saya tinggalkan ngantor selama berjam jam. Berhari- hari saya menangis tiap
kali ingat itu. Namun ketika datang lah hari H dimana saya harus masuk kantor
(27 September 2011), tanpa disangka saya tegar, saya percaya Bunda- bunda
pengasuh Brave di Rumah Cerdas akan memperlakukan dan mendidik Brave dengan
baik dan sungguh2 sepenuh hati. Memang agak berat di awal, saya sering ingat
Brave lalu mellow. Tapi setelah berjalan dan saya tau bahwa Brave dirawat
dengan baik, saya cukup tenang.

Bagaimana dengan biaya di Daycare?
Kalau dihung- hitung menitipkan anak di daycare yang bagus
dengan meng hire BS yang professional/ pengalaman mengurus bayi ternyata tidak
jauh beda. Gaji BS professional sekarang pasarannya minimal 1,6 jt. Itu hanya
sebatas mengurus ya, dalam arti mengurus adalah memenuhi kebutuhan basic spt
memberi susu, menggantikan popok, memandikan dan menemani, gak ada agenda
mendidik didalamnya. Namun di daycare dengan harga sedikit diatas itu, namun sudah
memasukkan agenda pendidikan untuk bayi kita dan jauh lebih aman.

Agenda pendidikan seperti apa yang daycare berikan?
Pertama anak-anak diberi aturan yang jelas, kapan waktu
makan, waktu mandi, waktu tidur dan waktu main. Setidaknya meski tanpa paksaan
program aktifitas anak-anak akan terkontrol.Lalu anak- anak jadi terbiasa
bersosialisasi, karena ada lebih dari 2 anak di daycare, anak dituntut untuk mampu
beradaptasi dengan baik, kemampuan social anak- anak dilatih disini, bagaimana
mereka berbagi mainan, bagaimana mereka bergantian memainkan mainan dan
aktifitas social lainnya. Selain itu tiap daycare tentu punya program kegiatan
bermain yang edukatif bagi anak, dimana hal ini belum tentu akan telaten
dilakukan oleh BS dirumah meski sudah kita ingatkan. Dan hal yang membuat saya
cukup terkesan, daycare punya program laporan perkembangan anak dan buku
penghubung antara orang tua dengan pengasuh.

Dan kenapa daycare kami anggap aman?
Pertama kita harus realize bahwa anak-anak kadang bisa
sangat memancing emosi, apalagi kalau lagi rewel. Kadang jika harus membiarkan
BS tanpa pengawasan di rumah, kami kawatir si BS ga mampu mengontrol emosi
sehingga dapat berpotensi melakukan kekerasan pada anak kita, baik kekerasan
fisik maupun kekerasan lisan. Sekali lagi ini sangat menghawatirkan jika sama
sekali tidak ada keluarga yang membantu mengawasi di rumah. Tapi di daycare,
akan ada banyak pengasuh dengan supervisi yang jelas. Tenaga pengasuh daycare
pun dipilh melalui pelatihan yang dijamin kualitasnya.Selain itu daycare adalah
institusi resmi berbadan hukum,maka memiliki implikasi hukum jika sampai
terjadi apa2 pada anak kita. Lain halnya dengan BS yang bisa kabur begitu saja
dan yayasan penyedia tenaga kerja yang menyalurkan pun akan lepas tangan begitu
saja jika sudah melewati masa percobaan.Ini yang kami sebut aman.

Sekarang hasil nyata belom terlalu terlihat, hanya saja ada
perbedaan mencolok, Brave punya kebiasaan baru, jika sedang rewel ia akan mudah
ditenangkan dengan diperdengarkan Murothal, karena ini adalah kebiasaan yang
diterapkan di daycare setiap sore. Ternyata lantunan Murothal sudah begitu
familiar bagi Brave. Alhamdulilah ini adalah kebiasaan yang bagus sekali.
Selain itu Brave yang masih kecil ini sudah mulai memiliki aktifitas rutin,
seperti bangun pagi jam 5, jam setengah 6 sudah mandi, demikian juga dengan
tidur malam harinya, Brave cenderung ontime. Setidaknya sebulan ini kami cukup
cocok menjalani pola ini dan makin yakin bahwa menitipkan Brave ke daycare
adalah pilhan yang cocok untuk saat ini.

Jadi bagi teman- teman yang memiliki masalah yang sama
dengan kami, gak ada salahnya untuk mencoba alternative ini, mudah2an berkenan.

Saturday, October 8, 2011

Perkembangan Baby Brave di semester pertama

Ga kerasa Berry sudah 3 bulan lebih.Begitu banyak perkembangan yang terjadi.
Berat badan pun bertambah dengan baik,dari 2,6 kg sekarang sudah 6 kg.tinggi badan dari 45cm menjadi 62cm,perkembangan yang patut disyukuri.
Selain itu ia mulai pinter berceloteh,merespon pembicaraan orang dengan celoteh bayi nya,ia suka tersenyum jika dihadapksn ke cermin.
Dan minggu lalu,di usia 3 bulan 1 minggu,ia bisa tengkurap untuk pertamakalinya.dan saat ini ia sangst suka mengemut jari sambil menarik2 bajunya.
Berry cukup mandiri,ia mulai terbiasa duduk sendiri di car seat jika bepergian.
Dengan segala perkembangan yang ada,saya bersyukur pada Allah karenanya,dan juga pada asi yang masih keluar dengan lancar sampai sekarang.semoga tercapai cita cita saya untuk memberinya asi ekslusif.
Published with Blogger-droid v1.7.4

Wednesday, October 5, 2011

pergi ke day care

Pagi ini,seperti biasa,saya ngantor sambil antar Lulla sekolah dan antar Berry ke daycare.
Anak2 jd biasa bangun dan mandi pagi,new habbit yg sehat.tapi untuk Berry,setiba di mobil ia melanjutkan tidur.sampai daycare pasti bangun.
Pilihan pengasuhan Berry kami jatuhkan pada penitipan anak / daycare.menurut kami menitipkan di daycare jauh lebih aman,drpd menitipkan anak dirumah bersama suster atau pembantu di rumah dengan pengawasan yg minim.
Selain itu belum tentu suster bisa memberikan pendidikan yang terprogram seperti di daycare.
Untuk biaya pun gak jauh beda dengan suster.
Jadi saat ini,daycare adl solusi bagi kami.next time saya akan bahas lebih detail ttg daycare.

Published with Blogger-droid v1.7.4

Saturday, July 16, 2011

Welcome to the World my Son, Brave Afif Riyadi



Inilah berita bahagia yg telat saya posting, tanggal 28 Juni lalu pukul 05.30 pagi saya melahirkan seorang anak laki- laki yang kami beri nama Brave Afif Riyadi. Setelah sebelumnya saya ceritakan, saya akhirnya melahirkan pada pagi hari tanggal28 itu. Sebelumnya tanggal 27 Juni, saya kembali diperiksa secara intensive menggunakan USG 4D untuk melihat kemungkinan sxaya melahirkan normal,tapi hasilnya nihil, ya apa boleh buat maka malam itu saya check in di RS untuk mempersiapkan diri besok paginya .
Melalui operasi semacam ini adalah hal baru bagi saya, nowonder malam itu saya gak bisa tidur,akhirnya ketika subuh dan tiba waktunya saya diantar ke meja operasi, saya terkantuk kantuk dan sesekali terlelap.Sampai ketika saya mendengar tangisan bayi saya baru terbangun, saat itu saya diberi kesempatan melakukan IMD (inisiasi Menyusui Dini), alhamdulilah Brave pintar sekali menemukanputing susu sebagai sumber makanannya, disitu saya terharu biru melihat naluri bayi saya.
Ada satu hal lagi yang lucu, saat perawat menunjukkan bayi saya untuk pertama kalinya,saya terperangah,karena bayi saya mirip sekali dengan Lulla saat bayi, hanya saja Baby brave lebih kecil karena berat badannya hanya 2600 gram dengan panjang 45 cm, sementara Lulla dulu berat badannya 3100 gr dengan panjang 49cm.
Melewati operasi Caesar emang bener2 gak berasa,tapi pascanya ternyata cukup berat. Operasi yg berjalan begitu cepat dan gak terasa itu,ternyata mengakibatkan efek yg tidak mengenakkanbuat saya. Ternyata saya mengalami efek gatal- gatal akibat penggunaan anestesi, selain rasa mual setelah operasi. Setelah efek anestesi menghilang saya diberikan pain killer yang dimasukkan lewat anus, tapi siapasangka saya ternyata alergi pada kandungan zat yg ada pada pain killer tersebut, akibatnya efek gatal meningkat berkali kali lipat, masyallah saya samapai nangis karena ga kuat nahan rasa gatal yg menjalari saya dari ujung kaki sampai ujung rambut. Sayapun terkendala untuk buang angin, sampai 30 jam saya tidak makan dan tidak minum karena tak kunjung buang angin.
Tapi alhamdulilah disemua kesulitan itu saya tetap bisa menyusui Brave, saya dan suami bertekat untuk memberikan Brave ASI ekslusif.semoga tidak ada kendala yang berarti ya…

Cerita suka duka menyusui nya nanti saya lanjutkan ya…Cao!

Wednesday, June 22, 2011

Persiapan Melahirkan dan Persiapan ASIP

Seperti yang saya ceritakan tempo hari, saya mengalami komplikasi kehamilan, maka hampir dipastikan saya akan mengalami proses kelahiran melalui operasi Caesar. Meski hati saya masih merasa berat, tapi saya mulai pasrah sedikit- sedikit jika harus operasi. Saya sangat menginginkan melahirkan normal, karena selain pemulihannya cepat saya berharap ASI yang keluar pun otomatis dan lancar. Selama ini saya sering dapat keluhan wanita yang melahirkan Caesar kadang mengalami kendala mengeluarkan ASI.

Saya ingin segera menyusui bayi saya nanti, lalu saya sudah mempersiapkan diri untuk memproduksi ASi dan menampung ASIP sebanyak mungkin, jadi jika saya bekerja nanti, produksi ASI tetap banyak dan bayi saya gak kekurangan ASI. Peristiwa Lulla yang berenti ASI di usia 4 bln sungguh memberi saya keinginan kuat untuk menyusui bayi saya nanti minimal 1 tahun, meski saya berfikir jika mungkin saya mau 2 tahun full memberinya ASI.

Dengan semangat itu saya mulai hunting perlengkapan pemerah ASI/ breast pump. Rata- rata teman kantor menggunakan medela, merek BP yang kayaknya cukup nyaman. Ada beberapa jenis yang sudah saya pelajari dan sepertinya saya sreg banget, tentu saya sesuaikan dengan kebutuhan saya dan isi “kantong”.Saat ini saya belom membelinya meski saya sudah punya incaran, insyallah weekend nanti saya beli, nanti review nya saya akan buat kan jika saya sudah memakainya.

Dan untuk proses persalinan, saya saat ini sedang menunggu tanggal yang sudah disepakati yaitu 28 Juni 2011. Bukan karena tanggal special atau apa, tapi ini keputusan murni karena alasan medis, tgl 28 itu adalah tepat pada minggu ke 38 kandungan saya. Dokter menunggu sampai usia yang cukup yaitu di 38 weeks itu. Kalau lebih dikawatirkan ada bahaya pada placenta saya dan mengakibatkan hal fatal pada saya maupun bayi. Untuk itu ketika memasuki 38 weeks, kami segera akan mengeluarkan bayi dari kandungan.

Saat ini ada hal unik, 2 minggu ini, placenta dalam kandungan saya menunjukkan pergerakan menjauhi servics, sehingga terbersit harapan untuk melahirkan normal. Tanggal 27 mendatang, akan diperiksa ulang, jika placenta berada pada titik aman, itu berati merupakan keajaiban dari Allah agar saya bisa melahirkan normal, maka agenda Caesar tgl 28 dibatalkan,namun jika placenta tidak berubah posisi atau hanya bergerak sedikit, saya merasa pasrah saja, bisa hamil lagi saja rasanya sudah spt miracle saja, gak bisa saya gak bersyukur atas ini semua.

Jadi intinya saat ini saya sedang menunggu proses persalinan, dan saya bahagia menantikannya. Soal urusan kantor emang cukup mencemaskan, tapi bismilah saja lah kantor baik-baik saja saya tinggal cuti, toh saya dan team tetep akan menjalin komunikasi yang intens, insyallah semua berjalan lancar

Our Wedding Anniversary

Our 4th Anniversary
Daisypath Ticker