Pages

Wednesday, June 6, 2007

Kejahatan di Kendaraan Umum

Gw adalah salah seorang yang paling sering menggunakan jasa kendaraan umum, alasannya karena gw enggak bisa nyetir mobil sendiri dan mobil yang kami punya lebih banyak dipakai sama suami gw.Kebetulan jarak kantor gw ke rumah enggak terlalu jauh, Cuma naik 2 kali angkot aja.Jadi kalo sepulang kantor suami gw enggak jemput, maka gw sering menggunakan jasa angkot ini.Kecuali kalo hujan, barulah gw naik taxi.
Dari depan kantor gw naik angkot T19 jurusan Pasar Rebo-Depok, lalu sampai di depan Autoparts Depok gw nyambung lagi naik angkot 05 jurusan Bojong –Depok yang akan mengantarkan gw sampai di depan komplek gw.
Kemarin malam, seperti biasanya gw enggak bisa dijemput ma Tori, akhirnya gw pun naik angkot seperti biasanya.Memang kalo naik T19 di jam pulang kantor akan terasa seperti naik roolercoaster, pusing!entah kenapa sebagian besar supir angkot T19 ini kalo mengemudikan mobil sangat kebut dan demen banget mengerem mendadak, kebayangkan rasa mual yang dialami oleh sebagian besar penumpang, kecuali penumpang yang duduk di depan, rasa mual tersebut tak terlalu terasa.Sialnya gw, saat itu gw dapet tempat duduk di bangku tambahan (yang posisinya membelakangi supir), sepanjang jalan gw kudu duduk disitu,makin terasalah mual.Sesampai di autoparts gw pun memilih duduk dibangku depan angkot 05.Gw enggak menaruh curiga apa-apa terhadap si pengemudi angkot yang kebetulan tampangnya serem dan berbicara logat batak, gw pikir banyak kok orang batak bertampang gahar yang hatinya baik, toh gw naik angkot bukan sehari dua hari, jadi emang dah biasa liat supir angkot bertampang carut marut kayak apa juga dan mereka baik, intinya gw enggak curiga.Ketika angkot 05 mulai dipenuhi penumpang yang sebagian besar adalah ibu2 yang baru pulang kerja, maka si angkot pun mulai melaju.Memang mulai terlihat keanehan prilaku si supir, ia kerap mengumpat dengan kata2 kasar (bahkan luar biasa kasar…)meski ia mengumpat banyak dalam bahasa batak, namun gw mengerti sedikit-sedikit karena teman2 waktu kuliah di Hukum UI dulu banyak orang batak.Prilaku kasar ini makin parah dengan cara si supir mengemudikan mobil, ia mengendarai mobil dengan sangat kebut, bahkan beberapa kali seperti sengaja ingin menabrak motor yang ada didepan kami.Karena gw duduk di depan gw sadar betul kalo supir ini benar2 ngaco, dan umpatannya yang kasar makin sering terdengar.Beberapa kali hendak menabrak, banyak penumpang yang duduk di belakang berteriak histeris, karena mereka pun jadi saling berhimpitan, bahkan yang duduk dibelakang supir harus terjepit, kasian sekali.Para penumpang pun protes kepada sang supir, mereka meminta si supir untuk mengemudikan mobil dengan benar, namun protes penumpang itu yang malah membuat si supir makin geram, ia mengumpat semakin kasar sambil berterika pula, cara membawa mobilnya pun makin parah, ia seperti ingin menabrakkan mobil ke tiap motor yang ada di depan, dan ia pun membuat gerakan zig zag di jalan, gw pun akhirnya histeris, gw dan kebanyakan ibu2 penumpang lainnya berteriak ketakutan, disaat itulah si supir mengeluarkan pisau dan mengacungkan kearah gw ,mungkin karena gw satu-satunya penumpang yang duduk disebelahnya.”Apa?elo mau mati sama gw sekarang hah?lu kira gw takut sama elo, gw matiin baru tau rasa lo”, ia mengacungkan pisau itu beberapa kali kearah gw.Makin histerislah para penumpang lain, ia pun semakin marah dan makin mengangkat tinggi2 pisau di genggaman tangannya, ia seolah mengancam semua penumpang bukan saja gw.Tanpa pikir panjang saat si angkot berjalan pelan gw pun melompat keluar dan didiikuti para penumpang lain di belakang, gw saat itu benar2 ketakutan, gw syok banget, meninggalkan angkot gila ini adalah satu2nya jalan, gw takut ia makin kalap, gw bisa terbunuh di dalam angkot itu, pikir gw saat itu.
Si Supir makin geram karena semua penumpangnya turun, ia pun hendak mengejar kami, untung kami sudah naik angkot 05 lain di belakang kami, ia pun akhirnya mengejar angkot kami, semua penumpang ketakutan bukan kepalang.Dan kami pun berfikir untuk segera minta supir angkot yang kami tumpangi untuk membelokkan angkot ke komplek gw yang berada beberapa meter lagi didepan kami, karena di dalam komplek gw terdapat pos polisi, saat angkot yang kami tumpangi mulai memasuki komplek, para satpam segera menghampiri angkot kami, kemudian salah satu ibu melapor kejadian tersebut ke satpam komplek gw,maka rombongan satpam segera keluar komplek dan menghadapi si supir gila itu, entah bagaimana si supir gila itu akhirnya takut juga dan ia berhenti mengejar kami.
Rasa takut luar biasa menjalari tubuh gw, gw sampai gemetaran hebat, gw benar2 telah diancam pisau!ini pertama kali dalam hidup gw, ya Allah gw nyaris terluka karena hal sepele.Kemungkinan besar si supir sedang stress atau malah jangan2 mabuk.
Gw sendiri enggak tau motif kejahatan si supir gila tadi, yang pasti dia mengamuk mungkin karena kondisi psikisnya bermasalah, namun kami para penumpang, khususnya gw hampir saja terluka olehnya.
Gw selama ini yang begitu menikmati setiap naik kendaraan umum karena bisa melihat sisi lain kehidupan masyarakat, sontak menjadi takut, gw merasa nyawa gw terancam dengan naik kendaraan umum.
Atau mungkin emang lagi sial aja gw saat itu, tapi jujur saat ini gw masih trauma banget gw masih takut setengha mati kalo harus ditawari naik angkot 05, it’s a nightmare buat gw!

3 comments:

sikea said...

duh seremm bangett pengalamannya... ampe ikut tegang bacanya... syukur ga kenapa2...

MErrytaRiyadi said...

Mbak,Kea gmn kbrnya?
Aduuuh...syerem mah emang asli syerem, gw ampe rumah nangis bombay bo...Takut setengah mati.Ampe trauma kl ditawarin naik angkot, skrg kl gak dijemput gw jd ojekers, hehehehe...Ginilah negara kita, kriminalitas dimana2, stress sendiri.

MErrytaRiyadi said...

Mbak,Kea gmn kbrnya?
Aduuuh...syerem mah emang asli syerem, gw ampe rumah nangis bombay bo...Takut setengah mati.Ampe trauma kl ditawarin naik angkot, skrg kl gak dijemput gw jd ojekers, hehehehe...Ginilah negara kita, kriminalitas dimana2, stress sendiri.