Pages

Friday, August 17, 2007

Tour d Central Java...

Fly me to d moon...

Hai…we’re back! sbenernya kami sudah kembali dari tour the central java sejak Senin malam, tadinya mo mulai nge blogie hari Selasa, trus dapet telpon dari Ummi dia pesen kue untuk acara perpisahan di kantornya, 2 cetak TCC yang paling besar, aihhh…meski capek banget, tawaran ini enggak gw tolak dounk, langsung bilang “he eh” dan pergi belanja peralatan kue. Rabunya gw disibukkan dengan agenda nganter Lulla sekolah dan menyelesaikan pesenan kue, dan Kamisnya gw harus nganterin kue pesenan Ummi ke rumahnya dan back to kitchen karena ada pesenan dari tante Betty dan Eyang yang minta dibikinin Mercolade Browniers untuk dibawa ke Semarang, trus Kamis itu all day long ikut Tori ngurusin kerjaan alias kembali menjadi kuli xixixixixi…, So baru sekarang baru sempet deh nge bloggie.Maaf ya karena nelantarin…hehehehe


Cerita tentang liburan nih ya…Kami berangkat liburan, tujuannya Jawa Tengah, trip di mulai dari Semarang-Magelang-Purwokerto-Jogja, kami berangkat enggak cuma bertiga, hubby ngajak beberapa teman akrabnya, ada Bang Aljonimar sama Istrinya Mbak Petty, Andre Rosiade dan Vian.



Kelenteng Sam Poo Kong

Kami awalnya menuju Semarang, dari bandara gw dan Lulla langsung meluncur ke rumah Papandayan untuk menengok Mbah Kung Heppy dan Yang Ti Rumi.Sekalian nengokin istri Mas Rama (sepupu gw), Mbak Dinda yang lagi hamil hampir 7 bulan.Dan teman-teman pada nginep di Hotel Gracia gak jauh dari Papandayan.Kami sempat ke Kelenteng Sam Poo Kong, salah satu Kelenteng megah dan tertua di Indonesia, kebetulan hari itu sedang ada persiapan perayaan kedatangan Laksamana Cheng Ho ke Pulau Jawa ke 602, waah…acaranya kliatan bakal seruu, sayang kami enggak akan sempat menyaksikan karena perayaan diselenggarakan keesokannya. Gw sungguh mengagumi keindahan bangunan Kelenteng itu, gak heran ya jika tempat itu dijadikan lokasi pengambilan gambar untuk film Laksamana Ceng Ho.Kapan-kapan kalo pada ke Semarang jangan lupa mampir tempat itu ya.Oh iya, ini bukan pertama kali gw kesana, dulu tahun 2001 gw kesana, tapi saat itu tempat itu belum sebagus dan terawat seperti sekarang, jalan disampingnya pun rusak total, tapi sekarang sangat jauh berbeda.

Borobudur Golf and Country Club di Kaki Gunung Tidar Magelang

Trus hari Sabtu paginya kami berangkat ke Magelang, hubby dan teman-teman janjian sama salah satu teman lama mereka di Borobudur Golf and Country Club.Club ini letaknya di jalan Gatot Subroto Magelang, tepatnya di kaki gunung Tidar Magelang gak jauh dari markas Akmil, gw malah yakin club ini salah satu asset Akmil, kalo gak salah ya…Gw agak surprise pas masuk kawasan itu, ya ampun…sangat berubah!Emang sih terakhir kesana tahun 2002 dan saat itu jalan Gatot Subroto masih menampilkan Lembah Gunung Tidar secara utuh, tapi pas melihat golf club ini, suasana jadi beda.Buat yang gemar golf bisa sekali-kali nyobain main disini, lapangannya bagus…bayangin di bawah sebuah gunung!Hamparan pohon pinus dan cemara sangat menyegarkan pandangan mata.Bener-bener rekomendasi dari gw deh…Setelahnya kami makan siang di seberang club ini, kami makan di restoran Kangen Laut, dari judulnya dah jelas ya, pasti sea food, yep! Acara makan siang menjadi seru, karena hubby dan kawan-kawan kayaknya asyik cerita ini itu, nostalgia nih sepertinya.Oh ya penilaian tentang restoran Kangen Laut, gw kasih nilai delapan deh, makanannya enak, cumi goreng tepungnya enak, sambel coleknya mantaff, kangkung plecingnya juga top, sekali lagi gw rekomendasikan!

Lulla abis nangis gak mau diajak pulang dari Borobudur, hehehehe...

Dari sana kami ke Borobudur, yuhuuuu..lucky banget deh, saat itu siang bolong tapi kondisi mendung, padahal Andre sempet ngeborong topi sampe 3 biji karena takut kepanasan. Mungkin udah banyak teman-teman yang sering ke Borobudur ya, gw sendiri sampe hampir hapal sama ceritanya karena sering banget mengunjungi tempat ini, rada sedih juga saat dihadapkan pada kenyataan bahwa tempat ini tak lagi masuk jajaran 7 keajaiban dunia, hiks! Kami enggak lama disana, tapi sempat manjat sampai atas dan foto-foto.Oh ya ada tragedy sedikit tuh pas disana, ceritanya kami semua sudah sampai puncak, pas session foto-foto, kami baru nyadar kalo mbak Petty enggak ada di tengah-tengah kami, dan hubbynya juga kayaknya gak nyadar malah asyik berfoto-foto ria,baru ‘ngeh deh kalo mbak Petty ketinggalan di bawah!!!xixixixixi…akhirnya Bang Joni turun lagi lalu naik kembali bersama ambak Petty, huh gempor-gempor deh.

Keindahan sempurna dari Borobudur...

Dari sana kami ke Purwokerto, menginap di hotel Borobudur, bukan disengaja loh milih nama Borobudur mentang-mentang abis dari Borobudur hhehehehe, kami udah dipeseninnya hotel itu jadi langsung menuju kesana, agak rumit nyarinya secara kami buta banget sama kota itu, tapi berdasarkan petunjuk dari Tri (temen hubby yang mesenin hotel), katanya hotel itu gak jauh dari Alun-alun.Yipppie…ketemu juga akhirnya, dan alun-alun Purwokerto tampak ramai dan riuh, ada panggung segala.Tapi malam itu pas sampe gw enggak minat untuk jalan-jalan ke alun-alun untuk nikmati pesta rakyat, gw langsung terkapar tidur, kliatannya Vian yang sempat jalan-jalan.

Baturraden di pagi hari...

Besoknya pagi-pagi kami ke Baturraden. Seneng banget gw menginjakkkan kaki ke tempat itu, serius deh ini first time gw ke sana, dan sangat-sangat puas.Pemandangannya indah luar biasa!Mungkin masih pada inget ya peristiwa naas bertahun-tahun lalu yang terjadi di tempat ini, dimana jembatan gantung yang menghubungkan tebing jurang satu ke tebing lainnya ambruk, dan saat melihat jembatan yang telah dipugar itu gw mendadak merinding…ngeri aja ngebayangin orang jatoh dari jembatan setinggi itu dan langsung disambut tajamnya jurang dibawahnya iiii…gak usah dibahas ya. Dari pusat kota jarak tempuh ke tempat itu paling cuma 15 menit.Tapi kalo temen-temen berniat mengunjungi tempat itu gw sarankan menginap di deket lokasi Baturraden aja, hotelnya bagus-bagus, ada yang berbentuk cottage juga, kebayang gak sih betapa menakjubkannya menginap di tempat yang menyajikan hamparan pegunungan yang hijau dan sangat-sangat indah? Pas masuk ke lokasi gw makin terbelalak, wah wah…cantik banget, kabut masih menyelimuti seperempat puncak gunung Slamet, kok jadi kepengen merasakan hangatnya pemandian air panasnya yah?Di tempat itu banyak sekali jurang-jurang yang menampilkan pemandangan lembah yang hijau dan sangat cantik.Kami akhirnya menyewa tikar dan mulai membuka bekal nasi uduk kumplit yang kami beli sebelumnya di seberang alun-alun.Dan mulai lahap menyantapnya, Lulla sempat jajan sate ayam plus lontong yang dijajakan oleh penjual sate panggul.Kliatannya sarapan pagi itu nikmat banget…Next time gw janji untuk kembali ke tempat itu dan ingin sekali menginap di salah satu cottage yang menjorok ke lembah, I wish…

Rombongan gokil berpiknik membuka perbekalan untuk sarapan hehehe...

Oh iya, di kota ini yang terkenal adalah Soto Sokaraja, panganan ini enak dan menyegarkan, khas soto lah, sangat cocok di makan panas-panas dan pedas, gak sulit menemukan penjaja soto ini, hampir disetiap pusat jajanan ada penjual yang menjajakan soto ini. Setelah mengisi perbekalan yang kami dapatkan di toko Roti Rita di seberang alun-alun (toko roti yang harganya sangat mengejutkan karena sangat murah dan pas dicicip lebih kaget lagi karena selain murah ternyata uenak..), kami cek out dari hotel dan melanjutkan perjalanan ke Jogjakarta, welcome Jogja…


"Enak ya La satenya?Enak apa laper nak? "

Dari Purwokerto kami menuju Jogja tidak melintasi rute yang biasanya, kami melalui rute baru yang kalo dilihat dari papan penunjuk jalan sih katanya jalur alternative,yang katanya langsung keluar di Wates.Penasaran pastinya, akhirnya kami melintasi jalan itu, jalan yang jauh lebih kecil, jelas diperuntukkan hanya untuk mobil pribadi dan sepeda motor bukan bus atau truk.Dan sepanjang jalan itu kami semua di mobil seolah tersihir saat menyaksikan bentangan sawah hijau yang luas, kebun jagung yang mulai menguning, areal perkebunan cabai yang mulai berbuah, hamparan kebun terong,dan tanaman palawija lainnya, waaah pokoknya natural banget, pemandangan yang mungkin gak akan ditemui di Jakarta.Dan kami semua seolah baru sadar pada sebuah kenyataan bahwa Negara ini adalah Negara yang sangat kaya!


Pemandangan di jalan alternative menuju Jogja...

Sampai di Jogja kami menuju Malioboro, kami menginap di Hotel Gloria, awalnya kami ingin menginap di Hotel Mendut, tapi sayang semua kamar penuh, maklumlah saat itu sudah di penghujung minggu, banyak turis yang datang. Lagi-lagi sampai di hotel gw tepar, dan hanya sempat pergi untuk makan malam di Gudeg Wijilan Ibu Lies di Jalan Wijilan No. 5, konon gudeg ini paling uenak!Entah karena terlalu lelah atau gimana, gw engga terlalu menikmati hidangan yang disajikan, gw lebih tertarik pada interior tempat itu.Dinding-dindingnya dipenuhi ukiran kayu kalo gak salah namanya gebyok yah?duh…njawa banget deh situasinya, gw langsung jatuh cinta, belom lagi perabotannya dipenuhi sama perabotan jawa kuno, kayu-kayu jati berukir, meja makan marmer, kaca berukir dan pernak-pernik njawa lainnya.Betah deh betah…
Setelah makan malam, gw langsung tewas, tertidur pulas bertiga Tori dan Lulla.Dan teman-teman ternyata berkeliling naik becak, kalo tidak salah sampai tengah malam deh.

Warung Gudeg ibu Lies

Berkeliling Kota Jogja dengan berbecak, asyiiik....

Bangun pagi kami segera sarapan, trus kembali naik becak menuju Pabrik pembuatan bakpia pathuk 25 di Jalan KS Tubun, disana enggak hanya belanja membeli oleh-oleh tapi kami sempat menyaksikan pembuatan bakpia, waah…untuk kelas industri rumahan, usaha ini jelas cukup menyerap tenaga kerja.Di jalan KS Tubun ini banyak terdapat industri serupa dan memang terkenal sebagai ‘daerah bakpia’.

Bakpia keluar dari oven yang mirip tungku

Pekerja wanita saat membuat kemasan Bakpia

Dari sana kami ke pasar Bringharjo di jalan Malioboro, kembali memburu oleh-oleh untuk kerabat, gw mborong daster,kemeja dan sandal yang harganya ampun-ampun murah mmm…dengan konsekuensi harus nawar sampe kejem ya, secara gw satu-satunya yang bisa berbahasa jawa dan sering bolak balik ke Jogja maka gw didaulat menjadi juru tawar sama teman-teman, puas ‘menjajah’ pedagang di Pasar Bringharjo, kami ke beralih ke Mirota Batik yang terletak di seberang Pasar Bringharjo Malioboro, toko dua lantai ini menjual berbagai pernak-pernik dan batik, soal harga emang agak jauh kalo dibandingin di Bringharjo atau di emperan Malioboro, tapi serius deh barangnya jauh lebih bagus-bagus dan jelas enggak pasaran.Kali ini gw bebas dari ‘tugas’ juru tawar, karena barang di toko ini gak boleh ditawar kalo berani nawar nanti bisa digebukin sama satpam, mao??? Di tempat itu gw kembali memburu oleh-oleh, gak terasa belanjaan sudah seabrek-abrek, akhinya disini gw sempet membeli tas besar anyaman khusus untuk mengangkut oleh-oleh.Dan ternyata tindakan gw diikuti sama teman-teman yang lain yang merasa kopernya sudah tak muat lagi dijejalin oleh-oleh, hehehehe…

Suasana salah satu toko batik di Pasar Bringharjo

Salah satu sudut di Mirota batik, pilih mana mau belanja disini atau Bringharjo?

Dari sana kami siap-siap untuk check out, idiiih enggak kerasa deh udah menjelang makan siang aja.Setelah rapih kami kembali berkeliling kota, oh iya kami mampir ke rumah Bu de-nya Tori dulu di belakang Theresia.Dari sana kami makan siang di Cak Koting kedai makanan yang menyajikan masakan jawa Timur di Jalan Dr.Sutomo, kenapa milih tempat ini?Karena gw sempat mengintip di http://www.trullyjogja.com/ yang merekomendasikan kedai makan ini, dan sahabat gw Fitri juga merekomdendasikannya, kudu di coba dounks??Dan enggak nyesel ternyata!Kami memesan bebek goreng kremes, menu andalan disana, kecuali bang Joni ya, belio memesan Soto, gak suka bebek katanya.Dan makan siang itu terasa sangat nikmat, kami klenger sama sambal hasil racikan Bu Mety si pemilik kedai makan, no wonder tu tempat dikunjungin banyak orang yah, uenak sih…Oh iya satu lagi keunggulan makan disini, harganya fix, ya ini sekalian ngasih tau juga ke teman-teman kalo trip ke Jogja dan gak bisa berbahasa Jawa mendingan hati-hati saat memilih tempat makan, di Malioboro kebanyakan kedai makannya tidak memberi harga fix alias maen ‘ketok’ berdasarkan hasil pengamatan penampilan, jadi kadang banyak cerita dari orang-orang kalo mereka harus bayar mahal sama makanan yang mereka makan padahal misalnya mereka Cuma makan ayam bakar, dan itu bisa 3 kali lipet dari harga ‘normal’.
Dari makan siang kami muter-muter lagi, ke Keraton, ke Museum Kereta, ke Taman Sari, ke Alun-alun Selatan, dan setelah melihat jam, ternyata sudah hampir jam setengah empat, kami harus segera ke Bandara Adi Sucipto untuk Boarding.

Bbek Goreng Kremes Cak Koting - Bu Mety yang bikin klenger...

Begitulah acara plesiran kami, kalo boleh nyontek istilah yang dipake sama Andre, acara jalan-jalan kami adalah Tour d java, next time kami berencana menyelenggarakan tour d Sumatra, doakan rejekinya lancar dan badan sehat, hehehehe…

11 comments:

widie said...

Waah..jalan2nya lengkap bener ya..bener2 tour d Centra Java yaa...perginya rame2 pasti seru banget ya..ada ke Borobudur segala...duh kenapa Lulla ngga mau diajak pulang...dia belum puas naikin tangganya borobudur kali ya...hehe...

Ina said...

speechless..
abis ngeces, kabita juiga ma acara jalan-jalan ma belanjanya...:)

Shinta said...

Wah....cerita tour d central java ini bikin aku kangen Jogja! Jogja! Kangen ma semrawutnya Malioboro. Kangen tawar-menawar di pasar Beringhardjo. Someday, I'll stop there...

Raquel Brenda said...

Seru bgt Woy jalan2nya...
bikin laper mata deh...
Si Lulla juga enjoy bgt ya keliatan dr foto2nya..

taschan said...

purwokerto adl salah satu kota kenanganku, ry. dulu aku menghabiskan masa SMP disana & kost pula. SMP-ku dkt alun2 purwokerto aka SMP 1.

btw, toko roti Rita itu di sebrang alun2 ya? hmm, dulu disitu toko rotinya bernama Holland Bakery loh. dl aku pertama kali makan burger ya disitu :D tp toko roti Holland trus tutup & diakuisisi ama Rita Group itu kali ya... makanya trus ganti nama jadi toko roti Rita. btw, mampir jg ke supermarket Rita di belakang mesjid agung itu kan?

soal soto sokaraja, huhuhu... aku kangen banget. terakhir makan soto di sokaraja itu jaman aku SMA. emang sotonya tuh uenak dan khas banget. mantapp!

MErrytaRiyadi said...

Widy, Lulla seneng bgt liat pemandangan dari atas.Dia seneng bgt pas rabutnya ketiup angin, trus langsung ngayal2 gitu, hehhehehe

MErrytaRiyadi said...

Teh Ina, kl pulkan jgn lupa sempetin jalan2 ya, Indonesia itu indah bgt...Barang handcraftnya jg luarrrrbiasa...

MErrytaRiyadi said...

Shinta, iya bener Malioboro mang semraut, tambah lagi sekarang bau kencing kuda dimana2, tp tetep aja ngangenin...

MErrytaRiyadi said...

Brenda, asli say anak gw demen bgt traveling,dia enjoy bgt, enggak rewel sama sekali.Gw rasa Vanya jg gitu deh...

MErrytaRiyadi said...

Tuntas...Purwokerto emang asyik ya...Next time pgn balik lagi deh.Iya Toko Roti Rita yg depan alun2 tuh tmpt gw mborong perbekalan, hehehehe

Regional Marketing Consultative Group said...

Wah ..kayaknya asyik dech jalan-jalannya ...... pi kenapa nggak mampir Solo? jangan salah, di Solo Raya, nggak cuma ada kraton, pasar Klewer n kampung Batik lho ..pi juga bisa mampir ke Candi Sukuh di Karanganyar yg konon bisa "ngetes" ke virginan cewek dengan cara melompati batu ada juga candi Cetho yg keren...plus pemandangan kebun teh Kemuning. trus bagi yang ajak anak, perlu diajak mampir ke Museum Manusia Purba di Sangiran-Sragen, asli tempat sarat edukatif, biar anak nggak cuma tahu Home Soloensis, Paleus Javanicus dari buku aja. Dari Solo mau kembali ke Semarang, aku rekomendasikan makan di pancingan Tlatar-Boyolali. Dari jalan raya cuma 4 menit kok. Jangan salah, ni bukan hanya tempat mancing lho ..di sini ada belasan resto di atas kolam ikan. Airnya mengalir alami, seperti sungai. Ada beberapa pilihan yg menarik, aku rekomendasikan pilit "taman Air: di sini ada 3 kolam renang, ada taman "pakecehan" untuk anak usia balita yang suka main di sungai mengalir dengan batu2 kecil trus ada tanaman"cenil" (semacam bayam). Biasanya anak2 paling suka ngejar ikan di sini, karena ikan2nya sembunyi di sela2 batu dna tanaman cenil, airnya bow ..jernih banget. Bleum lagi di sebelahnya ada lapangan "International Woodball Competition", trus bagi ibu2 bis cukup duduk aja di gubug2 di atas air, sambil ngeliat ikan2 dibawahnya yg super jumbo dan menunggu pesanan anake macam ikan bakar/goreng. Nyummi ...

Nah ..kalo dari Solo mo ke Jogja, bisa mampir makan ke Janti. Tepatnya di daerah Delanggu-Klaten, nanti masuk ke kanan. emang sih, sepanjang Solo-Jogja terutama setelah memasuki Klaten, banyak arena resto pemancingan yg bisa kita temui. Tapi khusus untuk janti, uniknya adalah satu kampung semua rumahnya punya kolam pemancingan (plus resto tentunya), beneran dech! jadi bisa milih yg mana yg paling asyik. Bagi yg kurang tertarik, bisa nyobain resto/pemancingan terapung di Rowo Jombor, yaitu di jalan by pass Klaten. Habis itu jalan-jalan ke Candi Prambanan atau Candi Sewu ..

Bagi yang butuh informasi mengenai rute, obyek wisata lain, tempat makan enak, dll di Solo Raya, bisa email saya di dewimusfikasanty@yahoo.com
Welcome to Solo, the Spirit of Java!