Kebiasaan itu terus berlangsung sampai saya lulus kuliah, padahal ketika kuliah cukup aktif di organisasi, tapi ya itu saya tidak kehabisan akal untuk cari orang lain yang bisa saya sodorkan untuk bicara di forum selain diri saya pokoknya! Sampai pada suatu titik saya mau gak mau harus memberanikan diri bicara di depan umum, saat saya jadi HRD, gak ada orang lain yang wajib menyampaikan kebijakan perusahaan selain saya, finaly saya kehabisan gaya untuk meyodorkan orang lain, maka saya pun menghadapi kenyataan, bicara di depan umum untuk pertama kalinya!
Hal itu akhirnya terus berlangsung, saya mulai terbiasa menerima
tugas- tugas untuk menghadapi audience dari internal karyawan di perusahaan
tempat saya bekerja.
Saya gak tau awalnya dimana, sampailah akhirnya saya mulai
dapat tawaran ngisi seminar-seminar bertemakan soft skill diluar perusahaan
dengan audiencenya adalah orang- orang diluar karyawan perusahaan tempat saya
bekerja, orang- orang yang betul- betul asing buat saya. Dan hasilnya betul-
betul berjalan lancar, bahkan kembali dapat undangan demi undangan serupa. Saya
amazed sendiri, saya enggak pernah diajarkan public speaking apalagi kursus
public speaking, tau- tau sudah dapat beberapa kali undangan jadi trainer di
beberapa universitas.
Secara otodidak pun saya berlatih membuat materi- materi
presentasi untuk training – training yang
dibawakan, sekali lagi tanpa kursus formal, semua bergulir begitu saja.
Disini saya cuma mau share untuk pembaca yang mungkin
memiliki masalah yang sama seperti saya dulu, takut jika harus bicara di depan
umum, bagaimana menghadapinya? Saya yang dulunya sama sekali tidak terbayang
untuk (akhirnya) memiliki skill ini dan ternyata bisa membuat orang cukup
mencerna dan memahami apa yang saya sampaikan, merasa perlu berbagi tips,
supaya apa yang saya dapat bisa bermanfaat, minmal untuk pembaca blog ini.
Berikut tips dari saya :
1.
Amati dan adopsi caranya
2. Kuasai Materi
Kuasai materi training yang akan anda sampaikan, untuk awalan saya anjurkan anda melakukan riset sendiri, menyusun sendiri materi anda meski anda memiliki team persiapan yang cukup. Mengapa? Karena dengan anda menyusun sendiri materi anda, anda menguasinya secara tidak langsung, anda akan hapal luar kepala, tau betul detail- detail yang akan anda sampaikan. Saat anda di hadapan audience anda bukan menjadi orang yang membacakan slide anda, tapi menjadi orang yang menjelaskan isi slide anda, ingat semakin ringkas slide anda semakin terbuka ruang lebar bagi anda untuk menjelaskan isi materi anda.
3. Hadapi Rasa Grogi
Saya percaya, trainer atau public speaker sekaliber apapun pasti memiliki rasa grogi, bohong kalau tidak. Tapi ada beberapa cara menghadapinya, pertama peganglah pulpen di salah satu tangan yang bebas, buat saya pulpen atau pointer adalah benda yang paling mungkin dipegang saat jd trainer, gak mungkin juga megang hp atau dompet kan? Heheh
4. Kenali suara anda
Maksudnya gini, ada orang yang terlahir dengan suara cempreng, nah saya salah satunya, saya kalau bicara biasa sungguh tidak enak didengar, nyanyi pun begitu, jauh dari merdu. Tapi saya realize bahwa jika saya bicara dalam keadaan,serius saya mampu mengeluarkan suara2 yang lebih dalam atau berat. Nah saya latih ini kesekian kali, sampai saya tau ini suara saya yang akan saya tampilkan di public, bukan suara cempreng berisik saya biasanya. Mengapa? Setidaknya orang butuh kenyamanan saat mendengar kita bicara, agar materi yang disampaikan dapat dicerna tanpa harus membuat telinga orang lain sakit.
5. Kontak mata
Ini masalah klasik yang sering timbul bagi public speaker, materi bagus, outlook bagus tapi gak menatap audience, justru menatap ke slide dan seolah hanya membacakan slide saja. Saya jamin trainer seperti ini hanya akan membuat audiencenya ngantuk, karena seolah tidak ada interaksi antara audience dengan trainernya. Anggaplah kita ngobrol dengan audience kita, anggaplah kita berdiskusi atau seolah kita sedang mengemukakan pendapat dihadapan mereka, dengan cara itu anda akan terus jaga kontak mata anda dengan mereka. Belakangan ini saya selalu akan menatap mata audience saya yang terlihat sudah mulai ngantuk atau sering bisik2, tujuannya agar mereka kembali focus kepada saya.
6. Lemparkan Joke dan Berita Masa kini
7. Berpakaianlah dengan wajar
Menjadi pembicara di depan umum, sungguh menimbulkan efek deg- deg an tersendiri, semua orang tampak memperhatikan kita, itu benar adanya. Orang menatap kita, untuk mereka menatap kita tanpa membuat mereka harus melemparkan pandangan aneh apalagi bisik2, cobalah berpakaian yang aman, artinya normal dan tidak mencolok, tapi rapi, resmi dan tanpa aksesoris mencolok, agar sebagai awalan anda tidak perlu cemas atas pandangan orang yang terfokus terhadap pakaian anda.
Yah paling saya baru
bisa kasih contekan segitu tentang gimana saya melewati masa ketakutan saya
saat menghadapi audience. Yang terpenting, semua trainer/ public speaker itu
wawasannya luas, membuat dirinya tak habis akal menyampaikan sesuatu, jadi
sekali lagi, membaca itu penting buat anda yang mau mulai belajar public
speaking! Selamat Belajar J
1 comment:
Great blog post. I had trouble in pubic speaking too. But I finally found the system that worked for me and my friends. I have free info about this on my site at www.expressivedegrees.com
Post a Comment