Pages

Friday, April 17, 2009

Liburan Bali-Lombok (Part 1)

Masih inget ya kalo saya dan Lulla tempo hari ultah,selang seminggu lebih dikit,dalam rangka itupula Tori kasih hadiah ke kami,jalan-jalan ke Bali dan Lombok, horraaaaay…seneng banget,kebetulan saya juga punya agenda mau beli lukisan dan nambah koleksi kain saya dan suami saya saat itu juga harus ngurus sesuatu di Lombok.
Acara jalan-jalan ditetapkan pas ada libur nyepinya, idiiiiih…nyepi kok ke Bali,gitu mungkin kata teman-teman sekalian ya. Tapi dengan adanya libur nyepi itu,kami memanfaatkan untuk menyeberang ke Lombok,jadi sekali dayung 2 3 pulau terlampaui,ehehehe..

Keberangkatan dimulai tgl 24 maret,pas di hari ultah saya,naik flight sore menjelang malem.Sampe Bali dah malem,jadi Cuma sempat jalan-jalan seputar kuta,sambil makan malem,trus langsung diterusin dengan agenda istirahat.Besoknya jalan-jalan lalu sorenya nyeberang ke Lombok by plane,sesungguhnya pengen naik kapal laut,tp apa daya kl naik kapal kami merasa terlalu lama di jalan..sedangkan waktu kami tidak banyak. Di Lombok kami berlibur 2 hari lalu kembali ke Bali untuk menikmati Bali..
Day – 1,25 Maret 2009
Setelah sarapan kami siap-siap chek out,karena hari ini pengen jalan-jalan trus langsung ke airport. Yang saya suka dari Bali adalah letak airport yang ditengah kota,untuk ke airport gak butuh waktu lama.Rencananya hari itu saya mau ke Tanah Lot,tapi karena besoknya ada acara nyepi,kami mengurungkan niat ke Tanah lot,karena dapat di prediksi Tanah lot akan macet karena banyaknya orang yang mau beribadat disana.
Maka arah wisata diputar kearah selatan,kami mengunjungi GWK dan Uluwatu.


GWK—Garuda Wisnu Kencana
Sebuah project gagal,mungkin itu yang terlintas dibenak siapapun yang pertama kali menginjakkan kaki ke GWK,saya sejak dulu selalu suka dengan tempat ini,walo ada sedikit perasaan miris dalem ati,karena menyayangkan tempat ini yang tidak tuntas terbangun. Dari kontur alam tempat ini saja sudah unik,special dan ide pembangunan tempat ini cukup brilian. Dan patung-patung raksasa yang ada membuat semua orang berdecak kagum.Untunglah tempat ini masih bisa dikunjungi dan ada beberapa tempat yang emang enak dilihat dan dapat dimanfaatkan, mungkin kalo Negara punya rejeki lagi bisa diterusin ya pembangunannya…





Apa yang menarik dari tempat ini?seperti yang saya sebut diatas,patung-patung berukuran raksasa sungguh memukau,bagi yang doyan foto tentu tempat ini jadi latar yang oke. Tebing-tebing batu yang ada di GWK juga membuat kagum,latar yang juga bagus untuk foto. Dan ada juga tempat pementasan yang sering dilakukan pementasan tari-tarian,mungkin ada jadwalnya tapi pas kemaren saya kesana, lagi gak ada pementasan.Saya berharap ini jadi pusat wisata Budaya Bali,mudah-mudahan kegiatan dan pementasan disini akan diperbanyak yah…
Dari kuta menuju GWK kita harus menempuh perjalanan selama 20 menit.


Pura Uluwatu
Tempat ini berada di selatan pulau Bali, searah dengan GWK,lebih keselatan lagi tepatnya. Dari Kuta bisa ditempuh sekitar 40 menit, 20 menit perjalanan lagi kalo dari GWK. Uluwatu adalah sebuah Pura yang masuk kategori pura besar di Bali.
Letak pura ini yang menghadap samudra hindia dan berada di bibir tebing membuat pura ini begitu terkenal akan keindahan pemandangannya.



Memasuki area Pura, kita harus menggunakan kain yang diikat di pinggang, alasannya?karena ini pura yang dianggap kramat maka untuk menghormati kesucian si Pura maka pengunjugn diwajibkan memakai kain tersebut selayaknya pengunjugn yang ingin beribadat. Dan bagi pengunjung yang mengenakan pakaian yang mempertontonkan bagian dengkul keatas maka harus mengenakan semacam sarung untuk menutupi dengkul dan pahanya,karena area trsb dianggap aurat bagi kepercayaan disana.



Sarung ungu dan kain pengikat pinggang kuning yang dipakai untuk menghormati kesucian pura..


Monyet nakal yang suka jahil...

Di sekeliling pura,akan banyak dijumpai monyet-monyet.Demi keamanan dan keselamatan,maka pengunjung wajib melepaskan kacamata,jam tangan,aksesoris dan bagi yang membawa tas kecil harus dipegang erat,karena para monyet suka usil ‘ngrampok’,dan untuk ketenangan pula,kami memilih memakai jasa guide selain untuk melindungi kami dari para monyet juga untuk menjelaskan tentang sejarah pura itu sendiri. Biaya guide biasanya 50 ribu sekali putaran.Mungkin itu harga domestic ya..
Puas memandangi keindahan samudra hindia dari atas tebing uluwatu,kami melanjutkan perjalanan untuk makan siang dan ke airport.





Siang itu kami makan siang di Airport,jangan Tanya gimana rasanya..ehehehehhe..gak maksud mengeluh,tp benerarn deh kalo ke Bali saya suka bingung milih menu,karena ‘pork’ everywhere,termasuk pas saya sarapan di hotel, ada satu sudut meja yang menyajikan hidangan pork yang jelas haram bagi saya. Akhirnya pagi itu kami hanya berani menyantap omelet dan juice,huuu..sedihnya. Akhirnya pas siang itu pula kami gak berani coba-coba makanan di restoran yang kami gak ketahui,jadilah makan siang di airport.

Lombok
Sampai di Airport Selaparang ujan deras,hu..sempet takut juga karena baru kali ini landing dalam keadaan ujan. Trus kengerian ditambah dengan situasi pesawat yang kami tumpangi adalah pesawat kecil,jenis foker,bunyi mesinnya menderu lebih kencang,interiornya sempit dan guncangan sangat terasa.Saya hampir kapok,berhubung ada Lulla yang selalu menghibur ketakutan saya,saya jadi agak tenang. Kok jadi Lulla lebih berani daripada saya ya??ehehehe..


Hujan Lebat saat Landing dng Foker,OMG serem banget...

Untuk menyeberang dari Bali ke Lombok ada banyak alternative sebenernya, bisa naik kapal laut, kapal cepat, cruise maupun plane. Naik ferry bisa ditempuh dengna lama perjalanan 4 jam, biaya kapal juga murah,c uma 36 ribu rupiah, kalo naik cruise mungkin akan lebih mahal dari tiket pesawat yang berkisar sekitar 300 ribuan.Banyak orang bilang pemandangan naik kapal laut jauh lebih indah daripada naik plane,tapi demi kepraktisan kami milih naik plane,waktu kami gak banyak sih..
Dari Airport kami langsung ke hotel di Senggigi Beach,dari Selaparang cuma 15 menit,deket kan???Mungkin kalo nanti airport di pindah maka akan lebih lama lagi perjalanannya.
Sampe hotel karena masih hujan,kami jadi tergiur untuk tidur sore, dan bangun jam 7 malam dalam keadaaan laper berat,akhirnya cari makan ke luar. Ada tempat yang recomended banget deh , Restoran Menega, yang terletak di pantai Senggigi,posisinya sederetan sama hotel Djayakarta kalo dari arah Mataram setelah Djayakarta.


Keindahan sore di Pantai Senggigi


Restoran Menega Senggigi
Katanya pernah diliput sama trans TV,emang worthed banget sih untuk diliput. Restoran ini tempatnya cozy,di pinggir pantai,jadi kalo kita ambil posisi duduk di luar maka kita akan makan diatas meja yang berdiri diatas pasir pantai Senggigi,dan kita pun akan langsung disapa sama angin laut.Setelah hidangan keluar,kita harus ngeces-ngeces deh..all menu yang kesemuanya dari seafood dan dibakar membuat kita ngiler abis. Saya sampe bingung mana menu yang harus dijagokan karena semuanya enak, kerang bakarnya luar biasa,udangnya juga,dan yang harus dicoba adalah sambel mentahnya,saya sampe minta tambahan sambel, sadis ih..Disini tempatnya gelap hanya mengandalkan cahaya lilin dan sinar bulan, jangan harep mo ngambil gambar hidangan dengan cahaya yang cukup yaw. Tips dari saya kalo kesini jangan dalam keadaan laper berat,karena hidangan cukup lama penyajiannya,bisa hampir 1 jam, daripada kelamaan nunggu mending dating lebih awal.Trus bagi pengunjung yang alergi kacang,mending dari awal minta tidak disediakan camilan kacang bawang goreng-nya yang disajikan free,karena kalo udah sekali nyiipin kacangnya,susah berenti soalnya…ehehehe…Soal harga?mayan mahal seeeh..tapi dijamin uenak.Harga enggak bohong lah..


Suasana di Menega


Kerang Bakar Menega,luar biasa enak!!!!!!!!!!


Setelah kenyang makan kami kembali ke Hotel,sebenernya belom terlalu malam,tapi situasi di Lombok jauh berbeda dengan Bali yang hiburan malamnya terkesan gak ada matinya. DI Lombok daerah-daerah yang ramai kehidupan malamnya hanya pada daerah tertentu,seperti pusatnya Senggigi,disini banyak cafe dan tempat hiburan yang selalu ramai dikunjungi oleh turis yang ingin bersenang-senang.Tapi di luar wilayah ini jangan harap mau menemukan hingar binger. Kota Mataram pun tampak begitu lengang dan sepi,bahkan siang hari pun kita agak jarang melihat turis asing sliweran di dalam kota,mereka cenderung ada di Senggigi dan Kuta Lombok. Saya menilai kalo tempat ini tentu akan begitu disukai oleh orang tua dan mertua saya,karena bentang alamnya yang indah dan suasana yang tenang akan membuat mereka bisa istirahat benar-benar. Sementara untuk soal makanan kita gak perlu banyak khawatir karena mayoritas penduduk Muslim,maka di daerah ini membuat restoran-restoran tidak menyajikan menu pork.

nanti sambung lagi ya ritanya..masih banyak pengalaman seru yang akan saya bagi,see ya!

7 comments:

Lisa said...

wow kerang bakar.... mau dong mau!

Bali Hotel said...

Bali is your holiday destination either of pleasure or business. Travel into this small paradise island can be access from major cities around the globe. Get the special rates for more than 400 Bali hotels including luxury private Bali villas, and cheap accommodation in Bali.

Yuliana-Fun said...

wuah enaknya jalan2 ke lombook.. :)

ayumi83 said...

Visit Tanah Lot Bali

http://www.tanahlot.net

Lesca Boma said...

jeng, kerang bakarnya favorit suamiku juga tuh...
jadi pengen jalan2 juga deh... :D

ayumi83 said...

Kalo Nyepi mah di Tanah Lot biasanya ga macet mbak....

http://www.tanahlot.net

Lisa said...

part 2 nya ditunggu2 niiih