Pages

Friday, August 14, 2009

Hari hari Bersama Eyang

Saya terlahir dari suku yang beragam,Papa saya orang Sumatera sementara mama saya orang Jawa dengan budaya Jawa yang kuat. Saya dibesarkan oleh Papa dan mama dengan pola didik campuran budaya. Namun di Usia 18 tahun saya pindah dari Lampung merantau ke Jakarta untuk kuliah. Dan sejak itu saya tinggal bersama Eyang (eyang putri ibunda mama) di Utan Kayu.

Eyang yang merupakan perempuan Jawa dengan kehidupan ala ningratnya membuat saya begitu shock atas pola didik dan aturan di rumah yang diterapkan Eyang. Eyang menerapkan budaya disiplin dan tata karma ala ningrat yang agak sulit saya cerna, karena saya dibesarkan dalam pola asuh yang cenderung general.



Eyang bersama Lulla dan Aya

Selama proses itu sungguh gak mudah bagi saya,apalagi saat itu usia saya terbilang ABG.Berbagai benturan terjadi, saya merasa asing dengan pola didik eyang, dan eyang pun berkeras melihat saya sebagai anak nakal yang terlalu bebas. Jangan tanya gimana saya sering dimarahin, diomelin,diprotes bahkan ‘dimusuhin’ sama eyang kalo saya bertindak tidak sesuai dengan apa yang eyang mau. Proses itu proses belajar bagi kami berdua dan sangat tidak mudah, namun lambat laun kami mulai saling dapat memahami. Ada banyak hal prinsip yang saya manut sama aturan eyang, dan ada hal-hal kebiasaan saya lainnya yang dapat di excuse oleh eyang. Misalanya saya yang berantakan,malas bangun pagi dan manja mau gak mau harus merubah diri sesuai kemauan Eyang,karena dalam pola didik yang diterapkan eyang kerapihan, bangun pagi dan bertanggungjawab mengurus rumah adalah hal mutlak yang wajib dimiliki oleh semua perempuan. Mau gak mau saya mati-matian membiasakan diri memenuhi tuntutan itu. Lalu eyang pun terpaksa menerima kebiasaan saya seperti suka jajan sembarangan dan cekakakakn tanpa aturan, karena dalam budaya jawa jajan sembarangan itu gak baik dan tertawa lebar gak keru keruan itu tabu. Eyang ngalah untuk hal itu. Maka sejak itulah kami saling mengalah dan mulai damai hidup berdampingan.

Di rs saat Lulla lahir 4 tahun lalu

Setelah saya menikah saya ‘keluar’ dari rumah Utan kayu, ikut suami. Ketika Lulla lahir saya pindah ke mertua, karena rumah Depok yang saya dan Tori beli belum siap huni. Usia Lulla 3 bulan, saya diminta balik ke Utan Kayu menemani Eyang yang ternyata mulai didiagnosa mengalami masalah pada jantung. Saya kembali pindah kesana, menemani eyang.Cukup kesulitan rasanya untuk pindah ke rumah sendiri. Sementara Tori yang sudah memprovide rumah buat saya dan Lulla jelas sudah tidak sabar ingin pindah ke rumah sendiri. Negosiasi terus berjalan dengan eyang supaya saya bisa pindah ke rumah sendiri dan eyang pun mau mulai meninggalkan rumah Utan Kayu dan tinggal di rumah anak-anaknya. Eyang jelas masih berkeras untuk tinggal di Utan Kayu,namun ia memberi restu pada kami untuk pindah ke rumah sendiri dengan catatan Lulla harus ulang tahun pertama di rumah Utan Kayu. Maka pada ultah pertama Lulla kami merayakan di rumah itu, eyang senang bukan main,ini kali pertama baginya menyiapkan ulang tahun buat cicit,maklum kala itu baru Lulla cicit yang dimiliki. Rasa sayang dan bangganya dengan Lulla luar biasa,dia kerap menyebut Lulla si ayu,karena menurutnya paras Lulla itu ayu dan ‘ndlalah Lulla itu emang tabiatnya kalem persis gambaran perempuan Jawa yang tertanam di mindset eyang selama ini.

Persis tanggal 25 maret 2006 kami pindah ke rumah Depok, rumah yang kami bangun bersama. Sejak itu eyang tinggal sendiri (hanya dengana ara pembantu), gak lama dari itu eyang sakit, masalah di jantung mulai menggerogoti kesehatannya. Maka Eyang pindah ikut anak-anaknya,dari Semarang, Bekasi sampai Cinere.

Lebaran di rumah depok

Lebaran tahun lalu memiliki kesan bagi saya sekeluarga, eyang memutuskan berlebaran di rumah Depok, senang bukan main rasanya karena kalo ada eyang pasti tamu yang hadir juga banyak. Saya open house akhirnya, seminggu menggelar meja makan untuk menjamu tamu- tamu eyang. Saya dan Tori yang basicnya senang kumpul-kumpul merasa begitu happy,dan mungkin kalo ingat lebaran tahun lalu suka senyum sendiri, sungguh berkesan!


Merayakan Ultah Lulla ke 4

Pada saat ultah Lulla keempat pada bulam maret lalu, saya lagi-lagi memiliki kesan khusus,saat itu eyang sedang di rumah tante betty di bekasi, pagi-pagi eyang menelpon Lulla untuk mengucapkan selamat ulang tahun, padahal eyang itu pikun dan terganggu pendengarannya,tapi ia masih ingat ultah cicitnya tercinta,dan masih menelpon walau saya juga tidak yakin dia mendengar dengan baik pembicaraan di telpon atau tidak. Kesan yang saya tangkap blio kecewa karena di hari itu kami tidak membuat perayaan apa-apa untuk Lulla, eyang memang memanjakan Lulla sangat. Bahkan dari oom dan tante saya, saya mendengar eyang bolak balik ngomong mau kasih apa ke Lulla saat ulang tahun, how amaze… Akhirnya sore itu saya yang sudah membuatkan kue tart untuk Lulla akhirnya membawa kue tart beserta birthday girl-nya ke bekasi,ke rumah tante betty,hanya untuk tiup lilin bersama Eyang Buyut. Dan kami semua bernyanyi bersama mengiringi Lulla tiup lilin, eyang seneng banget….


Pada saat ultah Eyang 13 Mei lalu, kami ramai-ramai berkumpul merayakannya, kebetulan eyang lagi di Cinere di rumah Pak de jimmy. Saya bikin tumpeng, tante betty beli tart, tamu yang diundang juga lumayan ramai, hampir semua cucu kumpul,we seriously celebrating that day!at that time eyang ultah ke 84 dan bu de andry istri pak de jimmy ultah ke 48, so sweet…hari itu kami foto2 bersama, lucu dan membahagiakan banget,eyangkumpul dengan kelima anaknya dan cucu-cucunya.




Perayaan Ultah Eyang ke 84

Dan mungkin itu kumpul-kumpul ceria kami yang saya gak tau apakah bisa terulang apa enggak. Bulan Juni eyang jatuh di Bekasi.Tulang panggul patah,sejak itu eyang tergeletak di tempat tidur. Berbagai upaya penyembuhan, dan semua gak ada hasil. Sampai eyang meminta dilakukan operasi pengangkatan tulang yang patah untuk diganti dengan tulang buatan. Semua setuju, eyang bahkan memanggil saya dan Tori sebelum ia masuk RS untuk operasi, eyang sempat minta dibuatkan pernyataan yang distempel oleh Notaris yang menyatakan keinginan operasi adalah keinginannya sendiri,sehingga apapun yang terjadi anak-anaknya tidak boleh ada penyesalan.



1 jam sebelum eyang operasi tulang

Dan pada tanggal 27 Juli eyang dioperasi di RS Siaga,sebelum masuk ruan goperasi eyang looks very happy,dia melambaikan tangan ke kami di depan pintu ruang operasi,saya hamper nangis,saya takut operasi gagal dan eyang tak kembali. Namun operasinya Alhamdulillah berjalan mulus, eyang bahkan sempat bisa berdiri. Tapi anehnya kondisi kesehatan eyang in general malah makin merosot. Kata dokter, darah yang dikeluarkan saat operasi tidak tergantikan oleh asupan nutrisi yang masuk,karena eyang makannya sangat sedikit dan susah makan.Seminggu kemudian dipulangkan ke rumah, namun kondisi perawatan di rumah tidak menjadikan lebih baik,eyang makin terus merosot.Beberapa kali berhalusinasi, bahkan hari minggu lalu saat saya merawatnya ia sudah berhalusinasi akan banyak hal dan tidak mau makan sama sekali.

Akhirnya Senin, 10 Agustus lalu, eyang masuk ICU di Kardiovaskular Hospital Puri Cinere, sejak itu eyang makin terus merosot kondisinya. Dokter saat ini sudah menyerah,mereka tak lagi bisa melakukan apa-apa untuk membuat eyang kembali pulih. Tadi malam saat saya datang,tangan eyang sudah bengkak, ternyata cairan dalam tubuh sudah tidak mengalir ke tempat yang seharusnya,paru-paru sudah ada yang terndam cairan,eyang sudah tidak bisa bicara, dan tergeletak makin lemah dan terlihat menderita.



Membimbing eyang saat eyang sempat kritis

Kesedihan yang ada di hati saya melihat beliau demikian tidak lagi dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Saya iklas,apapun yang terbaik bagi eyang saya serahkan pada Allah. Kondisi eyang naik dan turun, sudah 3 hari ini sejak dokter ‘angkat tangan’ kami menemani dan menuntun eyang . Kami sadar,mungkin ini adalah jalan yang mendekatkan kami akan perpisahan dengan dirinya. Tapi apapun yang terbaik kita harus pasrah,toh apapun didunia ini datangnya dari Sang Pencipta,maka kembali pulalah padaNya.



Mohon doa agar Eyang dapat melewati kesulitan ini dengan lancar...

Yang pasti saya begitu bahagia karena pernah melewati hari-hari bersamanya,senang dan sedih yang kami lewati membuat saya makin menyayanginya. Blio special buat saya sama seperti kedua orang tua saya,karena sebagian karakter yang tumbuh dalam diri saya adalah karakter yang dibentuk olehnya, dimata saya dia wanita yang saya kagumi.Dia adalah sosok perempuan perkasa, seorang wanita karier yang independence membesarkan 5 anak dalam status menjanda ditinggal meninggal suami di usia 32 tahun,perfecto untuk urusan dapur, creative,organisatoris,pandai begaul dan modis.Saya kagum dan terinspirasi olehnya…

Terimakasih ya Allah atas hari-hari indah bersama Eyang, semoga engkau berikan yang terbaik baginya…amin!

Thursday, August 6, 2009

Berdandan..bagi kamu saya dan perempuan lainnya…

Ada gak diantara kalian yang gila dandan or may be sama skali gak suka dandan?
Selama saya hidup saya kerap dikelilingi perempuan-perempuan yang suka dandan, baik dandan dalam arti kata ber make up maupun bergaya. Hampir semua perempuan terdekat saya doyan tampil gaya. Dari Eyang, tante,kakak beradik sampe temen gank, semuanya aware sama urusan mempercantik diri.Mungkin basicnya dari Eyang yang sampe tua masih kenal tas branded, perfume branded dan barang2 berkualitas.Eyang pun orang yang menanamkan konsep berpakaian serasi kepada kami. Eyang pula yang mengajarkan konsep rapih dan chick dalam berpenampilan. Eyang yang didikan Belanda emang strickly untuk itu, sayangnya hal ini gak menurun ke mama saya, blio cenderung asal untuk urusan ini. Tapi thanks God papa saya adalah orang yang aware sama penampilan, blio doyan bergaya, koleksi jasanya cukup mumpuni,di usia senjanya pun blio masih suka pakai jeans dengan potongan bootcut yang modis dan kaos body fit yang trendy. Dari papa dan Eyang ini kami bertiga (saya Mbak eka dan epit) jadi punya hobby dandan dan punya keinginan untuk selalu gaya.

Emang diantara bertiga saya yang relative lebih doyan dandan, saya suka sama detail-detail penampilan dan saya pun suka menjajal-jajal make up. Tapi kalo soal ngikutin trend kami bertiga mudah ‘ngiler’ melihat barang yang lagi ‘in. Kadang malah saling tuker menuker barang. Saya dan epit yang sebelahan kamar benar2 sudah gak punya privacy lagi dalam urusan barang sandang, tas saya = tas dia,sepatu saya = sepatu dia, gak jelas kepemilikannya,saking rajinnya tuker pakai.

Teman satu gank saya?jangan Tanya…semuanya doyan dandan, apalagi 2 sobat saya Anis dan Lia, iih…kisruh deh sama mahluk-mahluk ini. Di kantor pun saya punya sahabat yaitu Fitri yang isi otaknya pun sama kayak saya.Isi lingkungan social saya berisikan orang-orang yang membentuk karakter saya sedemikian rupa menjadi seperti sekarang ini, jauh sebelum hari ini saya emang udah kayak gini, banyak gaya kalo kata Mama saya.

Dan ketika saya berada di kantor ini, saya sempat kaget karena kebanyakan perempuan disini tidak suka berdandan, kebanyakan mereka tampil apa adanya ke kantor,malah jangan-jangan berbedak pun tidak. Saya merasa jamak saja melihat hal semacam itu, buat saya dandan atau tidak, gaya atau tidak gaya itu adalah pilihan. Namun buat saya tampil rapi itu semacam atribut wajib, dan bergaya adalah sebuah ritual wajib, sama halnya kayak mandi dan sikat gigi, meski harus di catat gak semua barang saya mahal, saya ini bukan type orang yang gak akan beli baju kalo gak branded. Buat saya baju dan aksesori beli dimana aja pun jadi, tapi kalo mau nyaman,untuk sepatu dan tas emang kita harus menyisihkan kocek lebih guna memperoleh barang berkualitas bagus. Namun perbedaan lingkungan yang sekarang saya jalani ternyata tidak memberi pengaruh banyak pada saya,namun justru memberi ‘pengaruh’ banyak pada orang lain. Saya sempat mendengar ada beberapa ladies yang merasa saya ini berlebihan, ada yang dengan nada mencibir mengatakan gaya saya ‘bak selebrity, dan ada yang paling parah, seseorang pernah nyeletuk ke saya : “sayang ya ruangan lo dipojok, jadi lo gak bisa berlenggak lenggok di ruang tengah (ruangan yg paling rame karyawan mksdnya), gak bisa deh lo mamerin gaya spektakuler elo…”
Saya mendengarnya cukup kaget, OMG…saya berpakaian rapi tidak untuk lenggak lenggok dan menarik perhatian orang loh, buat saya tampil rapi itu wajib,saya malah gak pede kalo ngantor dengan gaya asal,apalagi kalo gak serasi.
Sebenernya dandan itu untuk apa bagi kaum perempuan?

kalo buat saya yang emang suka gaya ini,jelas dandan adalah sebuah sarana mengaktualisasikan diri. Ibarat pelukis wajah adalah kanvas dan bagi seniman tubuh adalah lempung yang siap dibentuk dengan keindahan busana yang kita pilih.Dandan gak ubahnya dengan seni. Gak ada yang salah dan perlu disalahkan kalo ada perempuan suka dandan. Yang salah adalah apabila perempuan lebih mementingkan untuk memoles tampilan luar dibandingkan memoles potensi dalam dirinya. Apalagi kalo perempuan sibuk memoles penampilannya sampai tidak lagi mengindahkan kepribadiannya, agama yang dianut dan kebahagiaannya sendiri. Buat saya dandan itu harus dalam takaran yang wajar,dalam takaran yang masih bisa dibilang membawa kebahagiaan bagi suami, akan menjadi tidak wajar dan perlu dikoreksi apabila karena demi tampil cantik suami kita malah tersiksa, misalanya untuk tampil cantik kita ‘merampok’ atau ‘memerah’ isi kantongnya atau dengan tampil cantik kita malah gak bisa jaga diri dari godaan kaum adam yg tidak halal bagi kita.
Ada orang yang pernah ber-argumen ke saya “ah saya gak mau dandan kalo ke luar rumah apalagi ke kantor karena saya hanya mau dandan di depan suami aja”.

Mungkin pendapat orang ini benar, tapi coba ditelaah deh, beda ga dandan sama jorok kan jauh ya, sementara orang yang komentar ini benar-benar berbadan bau, memakai baju yang ‘ancur’ jauh dari serasi dan bikin sakit mata yang melihat serta dekilnya bukan main. Sementara orang ini punya kewajiban untuk berhubungan dengan banyak orang. Mungkin orang yang baru pertama bertemu dengannya akan menilai orang ini jorok sekali karena bau ketiaknya merebak kemana-mana, dan mungkin dengan melihat gaya pakaianny a yang jauh dari rapih membuat orang enggan bekerja sama karena terkesan gak professional dan mungkin ada juga yang menilai “ya ampun..ni orang kesian amat suaminya gak ngebeliin kosmetik kali ya,lusuh amat”. See..ujung-ujungnya bukan menjaga kehormatan suami kita malah menjatuhkan suami sendiri dan menjatuhkan diri sendiri, untuk apa?
Suami saya pernah berpendapat, “kamu mo gaya kayak apapun juga, terserah,tapi harus tutup aurat,karena itu hanya aku yang berhak. Dengan kamu tampil cantik,rapih dan gaya sebenarnya yang paling beruntung itu aku,karena kamu mendongkrak image aku” .
Sometimes suami juga merasa begitu bangga jika menggandeng istri yang cantik bergaya dan bersih,selain saya katakan tadi factor brain dan keimanan diatas segala-galanya. Tapi sebagai perempuan,selagi kita bisa kenapa tidak untuk selalu tampil sempurna baik dalam dan luar.

Jadi menurut saya, berdandan bagi perempuan gak perlu disikapi negative maupun kaku,karena ada yang mengaggap ini adalah kebutuhan,sepanjang mereka mampu, tidak mengganggu orang dan tetap dalam koridor keagamaan,serta dilakukan dengan cerdas, so why not?

Tuesday, August 4, 2009

Tips Managemen Rumah Tangga Efektif Bagi Ibu Bekerja


Betapa sulitnya membagi waktu untuk kantor dan rumah tangga bagi Ibu bekerja,jelas itu saya alami sendiri. Kecuali bagi mereka-mereka yang masih tinggal berasama orang tua,tentu hal ini gak banyak berpengaruh, toh mereka gak terjun langsung menyerahkan ‘kerjaan ‘ rumah ke pembantu atau Baby sitter,tapi bayangkan kalo seperti saya, saya dan Tori sama-sama gak mengandalkan jasa orang tua untuk menangani rumah tangga dan anak.

Sejak putri saya berumur 1 tahun,kami memutuskan tinggal di rumah sendiri hanya dibantu oleh pembantu rumah tangga. Dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kesibukan, kami me-recruit orang lain untuk mengurus tanaman dan mengurus mobil. Tapi dengan adanya bantuan dari orang-orang itu,tidak membuat saya dan Tori bisa lepas tangan begitu aja.

Alhamdulillah untuk supir dan pengurus tanaman, kami gak menemui kesulitan,langsung cocok dan awet. Tapi soal pembantu rumah tangga,saya mengalami beberapa kendala, sejak pembantu kepercayaan saya (Jannah) resign untuk menikah,jujur saja kami mengalami beberapa kali pergantian pembantu,dan sepanjang itupula saya gak menemukan pembantu secerdas Jannah. Andai saja Jannah tidak berencana menikah,tentunya dia masih bersama kami sekarang ini.
Sejak Jannah tidak ada, saya pun harus menurunkan ‘standar’ operasional rumah karena Sumber Daya Manusia yang tersedia pun sulit untuk memenuhi target kerja yang sesuai standar kami sebelumnya. Intinya pembantu saya yang ada benar-benar ‘payah’,minim inisiatif dan sulit menangkap instruksi.


Untuk itu saya berfikir untuk merombak management di rumah,dan saya terjun langsung mengkomando keseluruhannya,mencoba agar seluruh rangkaian kegiatan benar-benar menjadi kebiasaan bagi orang-orang ini.

Berikut saya coba untuk berbagi tips dengan teman-teman tentang management efektif yang saya terapkan di rumah:
1. Pastikan pembantu yang anda recruit dapat membaca,ini berkaitan dengan kemampuan dia membaca petunjuk teknis tertulis yang anda buat di rumah;

2. Jelaskan mengenai alur kerja harian mereka,dan buatkan alur kerja dan schedullenya dalam bentuk tertulis dan pasang di tempat-tempat yang selalu mereka lihat.

3. Buat pembagian kerja harian,seperti :
Si A : masak,nyapu dan ngepel rumah (including garasi dan teras), membersihkan seluruh kamar,mengelap semua perabot.
Si B : Nyuci,mengurus Lulla, Setrika dan menyusun baju ke lemari

4. Buat Jadwal pengerjaan pembersihan tempat-tempat tertentu yang dianggap makan waktu, dan dapat dikerjakan seminggu sekali, penyusunan dibuat berdasarkan hari, misal:
Senin  Membersihkan Kamar Mandi Ibu/Bapak (tugas si A)
Membersihkan Kamar Mandi belakang (tugas si B)
Selasa  Membersihkan Lemari Dapur (tugas si A)
 Membersihkan ruang cuci (tugas si B)
Rabu  Membersihkan Kulkas (tugas si A)
 Membereskan lemari Baju Lulla (Tugas si B)
Kamis  Membersihkan Lemari penyimpanan makanan dan lemari penyimpanan sabun2 (tugas si A)
 Membereskan lemari baju Ibu/Bapak (tugas si B)
Jumat  Menjemur karpet dan kasur ruang keluarga (tugas si A)
 Membereskan rak sepatu (tugas si B)

5. Lakukan belanja bulanan untuk keperluan pembelian :detergen,pewangi pakaian,cairan setrika,sabun,shampoo,cairan pel lantai,beras,minyak,kecap,segala macam sauce yg biasa dikonsumsi,gula,kopi,teh, margarine,garam,camilan anak,panganan siap saji (nugget,sosis dan mie instant), dll.

6. Lakukan penyusunan menu makan harian untuk satu minggu.

7. Lalu belanja ke pasar tradisional setiap akhir pekan untuk membeli keperluan bahan makanan harian selama seminggu sesuai dengan susunan menu yang sudah anda buat selama seminggu.

8. Bahan makanan selama seminggu yang telah dibeli, dicuci bersih lalu tiriskan sampai air mengering (tujuannya agar sayur mayur gak mudah busuk)dan simpan ke dalam kotak-kotak plastic bening sesuai dengan jenisnya,lalu susun rapi di lemari pendingin. Untuk kategori sayuran yang lekas busuk sebaiknya lapisi kotak dengan kertas agar embun dingin lemari pendingin terserap ke kertas.

9. Perintahkan pembantu anda untuk mempersiapkan bumbu dan memotong semua sayuran yang harus dimasak keesokan harinya dari malam sebelumnya,agar esok paginya ketika memasak anda tidak lagi direpotkan dengan kegiatan mengulek dan memotong yang terbukti memang takes time.

10. Untuk pekerjaan bebenah rumah, mulai lakukan secara efektif,mengepel dengan metode jongkok dan memeras lap pel terbukti tidak efektif dan kadang menimbulkan bau ‘amis’pada lantai. Untuk itu beralihlah pada metode penyemprotan lantai dengan pembersih lantai (kami pakai jenis Wipol karena baunya tajam dan bersih),lalu cairan tersebut masukkan ke botol spray (biasa untuk spray tanaman),lalu semprot ke lantai yang sudah disapu lalu setelahnya siapkan kainpel handuk bergagang yang biasa dijual dipasaran. Pekerjaan ini jelas menghemat energi pembantu anda,dan jika para pembantu ‘tidak ada’,anda bisa melakukannya dengan jauh lebih cepat dan hemat energy.

11. Untuk keperluan anak, sebaiknya siapkan kebutuhan pakaian sekolah dan keperluan sekolah sejak malam sebelumnya.

12. Untuk keperluan pakaian anak (trutama yang batita) dalam sehari,siapkan keranjang berisi baju rumah,segala macam minyak ataupun lotionnya sekalian,agar pembantu anda tidak harus kelabakan mencari dan memilih baju yang salah untuk dipakai harian.

13. Buat schedule aktifitas anak anda (terutama bagi anak balita) dalam jadwal harian,tempelkan di kulkas maupun tempat yang dapat dijangkau,agar pembantu anda tau apa yang harus dikerjakan sesuai dengan jadwal yang seharusnya.

14. Sebelum berangkat bekerja,siapkan makanan yang harus dimakan balita anda hari itu,jika tidak sempat ajarkan pembantu anda untuk mengolahnya dengan meninggalkan petunjuk tertulis mengenai cara pengerjaanya maupun bahan-bahan yang diperlukan.

15. Untuk keperluan pakaian anda dan suami,siapkan dari malam sebelumnya,dam minta pembantu anda menyetrikanya ulang.

16. Biasakan meletakkan pakaian kotor ke tempat yang berbeda untuk pakain berwarna putih dan berwarna,agar para pembantu sewaktu mencuci dapat langsung membedakan dan mendahulukan mencuci baju yang berwarna putih (dengan demikian kita meminimalisir kerusakan baju putih akibat kelunturan maupun kekusaman).

17. Lakukan pengecekan berkala atas pekerjaan rutin maupun pekerjaan terjadwal para pembantu anda.

18. Untuk pekerjaan seperti pembersihan debu dan kawanannya,upayakan beralih ke system sedot dengan vacuum.

19. Cobalah untuk menabung demi membeli mesin cuci langsung kering,untuk memudahkan pekerjaan jikalau suatu hari pembantu seenaknya meninggalkan kita.

20. Memberi contoh langsung cara pengerjaan sesuatu hal dan penjelasan lisan mengenai teknis pengerjaan pekerjaan adalah awal bagi semua jenis pendelegasian pekerjaan di rumah anda.

Tips saya diatas adalah untuk memberi keringanan dan kemudahan,tapi bukan berarti bisa tidak capek sama sekali yah, lagian jadi Ibu emang bukan hal mudah kan?tapi percayalah pahalanya pun setimpal…

Thursday, July 30, 2009

Yang Ini bayu Keyeen...



Hay..hay.lama ya gak nulis, kali ini bener2 kangen sama acara nulis disini..kali ini mo crita ttg Lulla tersayang.

Ada-ada aja..punya anak perempuan emang terasa banget ya lonjakan perkembangan pemikirannya,seperti Lulla saat ini,dia berubah menjadi begitu mature. Bisa banyak berkomentar akan banyak hal,sudah bisa diajak diskusi untuk banyak hal dan sudah sangat kooperatif untuk dikoreksi.

Misalnya,saya membeli majalah fashion,ada banyak pilihan baju-baju, dia sudah bisa memberikan pilihan yang menurutnya cocok untuk saya, dan pilihannya gak bisa saya pungkiri, sangat bagus dan ‘gue banget’. Gitu juga kalo say angajak belanja,dia sudah bisa komentar ke saya apa yang bagus dan tidak untuk saya.

Ketika dia melakukan suatu tindakan yang tidak kami sukai,dengan mudahnya saya mengajaknya berdiskusi akan hal tersebut,saya menjelaskan apa motivasi saya tidak menerima tindakan dia,dan dia pun understandable dan konsisten untuk mematuhi, kunci komunikasi dengan dia tidak bisa lagi dengan cara mengomel, cukup diskusi dengan memaparkan argument kita maka dia bisa kooperatif.Sudah begitu dewasa kliatannya…

Sampai sekarang Lulla tumbuh dan berkembang sebagai gadis kecil yang kalem, jarang bicara jika sama orang yang tidak terlalu dekat, gerakannya pun terarah dan teratur, terkesan diarahkan oleh kami,padahal anak itu yang memutuskan untuk banyak bertingkah kalem. Dia gak sembarangan berceloteh dan pecicilan, dia sudah cukup baik dalam menempatkan posisinya. Saya gak kerepotan membawa dia pergi kemana-mana,baik ke kantor,ke pasar tradisional, ke mall maupun ke acara social kami.

Kemajuan saat ini adalah, putri kami sudah bisa dibatasi agenda menonton televisinya, saya mencoba menjelaskan kepadanya apa efek buruk televisi dan apa yang bisa dilakukannya selain menonton televisi, dan syukur Alhamdulillah dia nurut dan patuh untuk tidak menonton tv pada jadwal yang telah kami sepakati. Dia lebih banyak melukis dan membuat handcraft ala dia, lalu memajangnya di pintu kulkas,sehingga pukul 9 malam dia sudah berangkat tidur,dan besoknya bisa ikut solat subuh, Alhamdulillah…

Dari semua kemajuan yang dialaminya, saya begitu bertrimakasih kepada Allah, betapa saya bahagia dengan perkembangannya, perkembangan emosinya amat sangat pesat. Terimakasih ya Allah…

Rasanya gadis kecil saya sudah siap memiliki adik,mohon doa agar dimudahkan jalannya untuk proses penambahan anak ini…semoga semua lancar ya…