Pages

Friday, October 28, 2011

Menitipakan bayi di Daycare




Ketika Brave lahir, kami dipusingkan oleh sebuah masalah
baru, siapakah yang akan merawatnya di rumah sementara saya kembali bekerja?
Dulu waktu Lulla berusia 3 bulan saya pun kembali bekerja,
namun saat itu kami masih tinggal di rumah mertua saya, dan saya mempunyai
Jannah sebagai pembantu. Selain Jannah cukup cekatan dan telaten pada anak
kecil, mertua saya ikut mengawasi kinerja Jannah terhadap Lulla. Lalu usia
Lulla 4 bulan, kami pindah ke rumah eyang saya. Jannah tetap ikut saya, sekali
lagi saya diberi kemudahan dengan adanya eyang saya yang mengawasi dan
mendampingi perkembangan Lulla sementara saya ngantor.

Keadaan itu berbeda dengan sekarang, sekarang mama mertua
dan eyang saya sudah tidak ada lagi, jannah sudah menikah dan tidak bekerja
lagi. Mama dan papa saya masih berdomisili di Lampung. Sementara di rumah hanya
ada papa mertua saya yang juga sudah tua dan emang gak bisa mengawasi anak-
anak saya seperti mama mertua saya dan eyang saya dulu. Maka kami pun kebingungan
siapa yang akan mengawasi Brave nanti?Kalo perkara nyari pengasuh atau Baby
Siter saja gak terlalu sulit, banyak yayasan penyedia tenaga kerja menawarkan
berbagai jenis BS mau pengalaman atau enggak cukup banyak di pasaran tenaga
kerja.

Tapi sekali lagi saya harus realize, bahwa baik BS maupun
PRT jaman sekarang kebanyakan gak mudah dipercaya.Demikian dengan yayasan
penyalur tenaga kerja banyak yang kurang bertanggung jawab menyalurkan BS
maupun PRT nya. Kadang gak berpengalaman tapi dibilangnya berpengalaman, kadang
juga prilaku BS atau PRT yang tersedia juga tidak baik. Bahkan praktik
penculikan bayi pun marak melalui jalur BS atau PRT yang ternyata kriminil.
Cukup sulit memang jika harus memikirkan keadaan Brave
ditinggal di rumah dengan BS atau PRT yang tidak kita kenal tanpa pengawasan
yang intens.
Akhirnya dengan keputusasaan itu pula yang membuat saya dan
suami mencari alternative lain selain menghire BS or PRT yang bisa mengurus
Brave.

Kami mulai melirik pada jasa penitipan anak/ daycare. Kami mencari
jasa daycare yang memiliki program pendidikan usia dini, yang tentu juga
memperhatikan kebersihan dan kualitas pengasuhan yang mumpuni.
Dari tanya2 teman dan browsing di internet, kami memperoleh
info beberapa daycare yang cukup bagus. Kami mencari di lokasi dekat rumah kami
atau dekat kantor saya. Namun akhirnya pilihan jatuh pada Rumah Cerdas Depok di
Komplek Pesona Khayangan Depok. Jadi memang searah dengan saya setiap pagi
berangkat ngantor.

Hari pertama saya datang ke tempat itu saya sudah suka,
konsep homy pada daycare ini membuat saya yakin Brave pasti betah, selain itu
konsep pendidikan yang akan diterapkan adalah pendidikan Islami. Sangat sesuai
dengan semangat saya dan suami dalam mendidik anak2. Hal ini cukup penting bagi
saya mengingat Brave akan menghabiskan waktu cukup banyak berada di daycare.
Jadi pola pengasuhan yang akan diterapkan ke Brave adalah hal yang penting bagi
kami agar pola asuh di rumah dan di daycare dapat bersinergi membentuk
kepribadian putra kami.

Lalu apa yang saya rasa saat pertama kali melepas Brave ke
Daycare?
Kali pertama saya datang, meski saya suka dengan konsep yang
ditawarkan, saya menangis di mobil, saya sedih jika membayangkan Brave akan
saya tinggalkan ngantor selama berjam jam. Berhari- hari saya menangis tiap
kali ingat itu. Namun ketika datang lah hari H dimana saya harus masuk kantor
(27 September 2011), tanpa disangka saya tegar, saya percaya Bunda- bunda
pengasuh Brave di Rumah Cerdas akan memperlakukan dan mendidik Brave dengan
baik dan sungguh2 sepenuh hati. Memang agak berat di awal, saya sering ingat
Brave lalu mellow. Tapi setelah berjalan dan saya tau bahwa Brave dirawat
dengan baik, saya cukup tenang.

Bagaimana dengan biaya di Daycare?
Kalau dihung- hitung menitipkan anak di daycare yang bagus
dengan meng hire BS yang professional/ pengalaman mengurus bayi ternyata tidak
jauh beda. Gaji BS professional sekarang pasarannya minimal 1,6 jt. Itu hanya
sebatas mengurus ya, dalam arti mengurus adalah memenuhi kebutuhan basic spt
memberi susu, menggantikan popok, memandikan dan menemani, gak ada agenda
mendidik didalamnya. Namun di daycare dengan harga sedikit diatas itu, namun sudah
memasukkan agenda pendidikan untuk bayi kita dan jauh lebih aman.

Agenda pendidikan seperti apa yang daycare berikan?
Pertama anak-anak diberi aturan yang jelas, kapan waktu
makan, waktu mandi, waktu tidur dan waktu main. Setidaknya meski tanpa paksaan
program aktifitas anak-anak akan terkontrol.Lalu anak- anak jadi terbiasa
bersosialisasi, karena ada lebih dari 2 anak di daycare, anak dituntut untuk mampu
beradaptasi dengan baik, kemampuan social anak- anak dilatih disini, bagaimana
mereka berbagi mainan, bagaimana mereka bergantian memainkan mainan dan
aktifitas social lainnya. Selain itu tiap daycare tentu punya program kegiatan
bermain yang edukatif bagi anak, dimana hal ini belum tentu akan telaten
dilakukan oleh BS dirumah meski sudah kita ingatkan. Dan hal yang membuat saya
cukup terkesan, daycare punya program laporan perkembangan anak dan buku
penghubung antara orang tua dengan pengasuh.

Dan kenapa daycare kami anggap aman?
Pertama kita harus realize bahwa anak-anak kadang bisa
sangat memancing emosi, apalagi kalau lagi rewel. Kadang jika harus membiarkan
BS tanpa pengawasan di rumah, kami kawatir si BS ga mampu mengontrol emosi
sehingga dapat berpotensi melakukan kekerasan pada anak kita, baik kekerasan
fisik maupun kekerasan lisan. Sekali lagi ini sangat menghawatirkan jika sama
sekali tidak ada keluarga yang membantu mengawasi di rumah. Tapi di daycare,
akan ada banyak pengasuh dengan supervisi yang jelas. Tenaga pengasuh daycare
pun dipilh melalui pelatihan yang dijamin kualitasnya.Selain itu daycare adalah
institusi resmi berbadan hukum,maka memiliki implikasi hukum jika sampai
terjadi apa2 pada anak kita. Lain halnya dengan BS yang bisa kabur begitu saja
dan yayasan penyedia tenaga kerja yang menyalurkan pun akan lepas tangan begitu
saja jika sudah melewati masa percobaan.Ini yang kami sebut aman.

Sekarang hasil nyata belom terlalu terlihat, hanya saja ada
perbedaan mencolok, Brave punya kebiasaan baru, jika sedang rewel ia akan mudah
ditenangkan dengan diperdengarkan Murothal, karena ini adalah kebiasaan yang
diterapkan di daycare setiap sore. Ternyata lantunan Murothal sudah begitu
familiar bagi Brave. Alhamdulilah ini adalah kebiasaan yang bagus sekali.
Selain itu Brave yang masih kecil ini sudah mulai memiliki aktifitas rutin,
seperti bangun pagi jam 5, jam setengah 6 sudah mandi, demikian juga dengan
tidur malam harinya, Brave cenderung ontime. Setidaknya sebulan ini kami cukup
cocok menjalani pola ini dan makin yakin bahwa menitipkan Brave ke daycare
adalah pilhan yang cocok untuk saat ini.

Jadi bagi teman- teman yang memiliki masalah yang sama
dengan kami, gak ada salahnya untuk mencoba alternative ini, mudah2an berkenan.

3 comments:

Indah Lestari said...

ya ampun mbak erroy.... iseng nyari info daycare eh pas buka ternyata blog dirimu... hihihi...
thank u for inspiring me :)

momLnB said...

hhahha hello Indah, mau nitipin si kecil ke daycare ya?di PP Plaza ada tuhbaru, udah liat kesana?

mardianaboss said...

Hi mba erry,
Mau tanya daycare yg di PP Plaza namanya apa ya? PP Plaza alamatnya dimana?

Terima kasih sebelumnya