Pages

Wednesday, December 29, 2010

Menghadapi Suami Cuek

Seberapa banyak pria yang perhatian pada pasangan?
Gak banyak, terutama ini di Indonesia, atmosfer masyarakat patriarki yang membuat pria terbiasa menjadi manusia yang selalu diunggulkan. Pria Indonesia dikenal cuek pada pasangan,kurang helpful,tidak romantic dan tidak gemar memuji. Beda dengan pria Amerika atau Eropa yang biasa dengan kemandirian sehingga cukup helpful di rumah tangga, gamblang dan biasa menganggap romantis adalah hal yang gak cengeng.
Beberapa hari lalu saya melihat keluhan seorang teman di FB yang menumpahkan uneg-uneg tentang sikap cuek suaminya. Ini bukan pertama buat saya melihat hal serupa,bahkan banyak kasus cueknya si lelaki sampai merusak rumah tangga yang dibangun. Ketidakpuasan istri akan sikap suami jelas memicu keributan terus menerus,sehingga masalah semakin hari semakin besar.



Kecuekan pasangan biasanya kalo didiamkan akan menjadi parah dari hari ke hari,awalnya dia akan cuek pada istri lama-lama dengan adanya anak pun ia bisa cuek lepas tangan semua urusan anak kepada istri,yang lebih parah apabila si istri biasa memenuhi kebutuhan hidup sendiri,lama-lama nafkah materi yang harusnya ia terima pun terancam tidak diterima karena kecuekan suami.Ini bisa saja terjadi,jika tidak dikomunikasikan terus menerus.
Jangan tanya saya kenapa pria begitu cuek?entah karena system pola pikirnya yang praktis membuat mereka enggan melihat detail kebutuhan perasaan perempuan atau apa saya juga gak mengerti,saya yakin dari aspek psikologis pasti ada penjelasan mengenai hal ini.
Tapi selaku perempuan yang juga memiliki suami dengan sikap cuek, tentu saya puas merasakan asam garam perseteruan gara-gara hal ini.
Sampe sekarang saya masih sering mengalami,meski sedikit banyak si cuek yang menjadi mitra sekamar saya itu udah mulai berubah,padanya saya menerapkan sebuah prinsip. Kalo prinsip yang saya anut adalah “mengalah dulu lalu berperang”.
Prinsip saya itu saya terapkan di rumah, pertama saya memang cenderung mengalah,saya bukan type istri yang banyak nuntut, saya membiarkan dia tetap bebas mengelola uang pribadinya,berhubungan dengan keluarga,taman dan hobbynya, saya membiarkan ia menikmati hidupnya,intinya saya bersikap sangat toleran padanya. Tapi dibalik itu saya membuat perhitungan jika sikap cuek dia sudah mulai mengganggu. Sikap mengalah saya tentu gak bisa terus- terusan, jika apa yang ia minta selalu saya kabulkan,maka sekali-kali permintaan saya juga wajib dia turuti dounk?setidaknya dia tau kalo saya sampe marah dan complain itu artinya ada sesuatu yang diluar batas toleransi saya pada dia.

Emang biasanya saya ngomel, kalo ngomel gak mempan, saya akan memberi jarak padanya untuk sementara,yang biasanya saya memanjakannya maka untuk sementara saya akan pasang aksi mogok memberikan kasih sayang saya padanya,saya biarkan dia berfikir bahwa gak enak hidup tanpa perhatian dan kasih sayang dari orang yang kita sayangi. Biasanya dalam 2 hari dia sadar,betapa dia salah.
Kedua jika dia cuek pada anak,rajin –rajinlah menasehatinya agar tidak cuek pada anak,karena efeknya akan terasa jangka panjang. Berilah contoh kasus2 yang anda temui di masyarakat yang diakibatkan anak tumbuh pincang kasih sayang,angkat masalah orang yang berkaitan dengan hal ini,ajak ia diskusi, dengan diskusi sesering mungkin anda akan memperoleh kesepakatan visi dan misi dalam mendidik anak-anak, insyallah iapun akan memiliki kesadaran dan semangat yang sama untuk mengubah kecuekannya pada anak.
Intinya,jangan lelah menegurnya dan mengajarkannya cara memperlakukan pasangan dengan baik. Memperlalukannya dengan baik dan penuh hormat adalah investasi ajaran anda padanya, sehingga bila suatu hari nanti ada hal yang tidak berkenan padanya,anda dapat mengingatkan dia tentang bagaimana cara anda memperlakukan dia dan anda ingin diperlakukan sama. Jangan biarkan dia bingung dalam menentukan langkah untuk memperlakukan anda seperti apa.

Gak mudah menghadapi sikap ini, butuh kesabaran dan ketelatenan,saya juga belum berhasil total kok, suami saya masih sering ‘kumat’, tapi setidaknya mengajarinya bagaimana bersikap sedikit banyak mengingatkan dia,”oh iya istri saya sudah luar biasa memperlakukan saya,saya gitu gak ya ke dia?”,rajin rajin menegur dan berdiskusi.

Jangan juga berharap tiba-tiba suami anda akan menjadi seromantis Richard Gere di film-film cinta, lihat pada hal-hal yang esensi, misalnya pada saat anda sakit, apakah ia sudah mulai lebih ber emphaty dan mau membantu anda mengurus anak-anak dan mengurus anda, jika itu terjadi, jangan lupa katakan terimakasih,hargai apa yang ia lakukan.Lakukan perubahan secara bertahap dan dari hal-hal yang bersifat essensial dan logis. Intinya jangan terlalu muluk ingin suami anda berubah drastis, hargai proses,karena gak mudah merubah prilaku yang sudah tumbuh berkembang puluhan tahun di diri seseorang bukan?

6 comments:

Mohammad Haziq said...

http://www.haziqfadhila.asia/2012/10/hadis-ayat-quran-hak-suami-isteri/

Mohammad Haziq said...

http://www.haziqfadhila.asia/2012/10/hadis-ayat-quran-hak-suami-isteri/

Sebagaimana ada riwayat bahwa Asma’ binti Kharijah Al Fazari berkata kepada putrinya ketika menikah:

“Sesungguhnya kamu sudah keluar dari sarangmu yang selama ini mengembangkan dirimu, yakni menuju ke suatu tempat yang belum engkau kenal dan belum terbiasa dengannya. Kamu sebagai dasarnya, dan dia sebagai tiang penyanggamu. Jadilah kamu sebagai budak perempuan untuk lelakimu. Kamu jangan terlalu banyak meminta, sebab dia bisa melupakanmu. Jika ia dekat, dekatilah; jika dia jauh, menjauhkan; maka jagalah hidung, pendengaran dan matanya. Sekali-kali dia jangan menciummu kecuali engkau selalu harum, tidak mendengar (darimu), kecuali yang bagus-bagus dan tidak melihat, kecuali yang bersih-bersih”.

Divika Aqif Zulyandanika said...

Terus kalo di ingatkan malah marah balik ! Dan tetep cuek malah jd kebalikan nya dia yg mrah gmn?ap saya harus sbr jg!pd hal dy kn lbh tau dr pada saya?!

khadijah alkaff said...

emang bener2 makan ati punya suami cuek

Dwi Annisha said...

suami saya juga super cuek, makasih sharingnya sist.. sangat bermanfaat bagi yang beru menikah seperti saya... ^_^

daisy saraswaty said...

BT juga ,ajarin aja cuekin lagi biar berasa kalo di cuekin rasanya nggak enak ,anggap pelajaran buat dia ...ini aku alamin banget