Pages

Thursday, April 22, 2010

Transportasi Yang Sangat Tidak Layak Untuk RAKYAT

Sudah dua hari ini mobil saya harus masuk bengkel,sudah 2 tahun dipakai maka lecet kanan kiri depan belakang pun gak bisa dihindari serta plus kejadian kecurian spion membuat tu mobil diputuskan untuk bengkelin dulu.Selama tidak ada mobil kami sewa kendaraan pengganti, alesannya Cuma satu untuk aktifitas Lulla,karena sepulang sekolah ia harus les ini dan itu,kesian kalo harus ngangkot.Sementara saya ya sudah biasa ber angkot ria,toh sebelum nikah dan sebelum punya kendaraan,saya ini penikmat setia angkot,KRL dan ojeg.

Setelah menikah dan punya kendaraan memang kegiatan naik angkot dan segala jenis kendaraan umum lainnya jadi berkurang intensitasnya. Tapi bukan berarti engga sama sekali, ya mungkin sekitar 3- 6 bulan sekali sih pasti saya naik angkutan umum.Suka rindu juga sama situasi ramai-ramai seperti itu.



Nah,pagi ini, kebetulan mobil sewaan saya itu dipergunakan untuk keperluan lain,sehingga untuk berangkat ke kantor pilihan saya ada 3 option, pertama naik taxi,naik motor diantar oleh pesuruh dirumah atau naik kendaraan umum.Saya pilih option terakhir, rumah saya kan di Depok, daerah yang katanya famous akan KRL nya yang katanya top banget.Dan pengalaman saya naik KRL di tahun lalu membuat saya merasa fine aja,meski tahun lalu itu saya naik di jam yang bukan jam ramai (jam kerja). Saya percaya diri sekali naik KRL,apa susahnya saya cuma naik dari Depok dan turun di Stasiun Pasar Minggu kok! Eng..Ing ..Eng….saya pun pagi tadi memutuskan naik KRL Ekonomi AC,karena kalo naik KRL Ekspress maka tidak akan berhenti di Stasiun Pasar Minggu, dan kalo naik KRL non AC saya merasa ciut duluan,konon penuh dengan copet dan penumpangnya penuh gak keruan. Ya gak ada choice lain KRL Ekonomi AC dengan arif Rp.5500,- sekali jalan. Pagi pagi Yatno,pesuruh di rumah udah ke stasiun ngecek jadwal keberangkatan, sip! Jam 7.35 adalah jadwal pilihan saya.Jam 7.30 yatno mengantar saya naik motor ke Stasiun. Sampai stasiun,olala..penuhnya manusia.Stasiun pun kotor dan minim tempat duduk.Yo weis lah nunggu sambil berdiri aja.

Sampailah si KRL Ekonomi AC pukul 7.35 tepat,wah hebat on time pikir saya!But olalaaaaaa….itu kereta penuh luar biasa,saya mau masuk saja harus menyakiti orang karena saya harus sedikit mendorong orang lain, aduh saya guilty banget..Penumpang naik, maka pintu tertutup, eng ing eng…saya kegencet kanan kiri depan belakang saking penuhnya tu KRL. Ini nih bayangannya,saya itu berdiri sampai tidak harus pegangan,karena saya benar-benar terjepit, saya mau menggaruk wajah aja gak bisa,karena tangan saya terjebak diantara tubuh orang orang di depan dan kanan kiri saya.Oh My God !

Cerita belum berakhir, kereta ini meskipun AC harus berhenti di di setiap stasiun,maka arus penumpang naik pun di tiap stasiun tidak bisa dibendung,halo apakabar penumpang yang sudah empet empetan di dalam KRL?Ini part yang paling lucu, penumpang naik dan naik terus,jumlahnya bertambah melulu,tapi space sudah gak memungkinkan,akhirnya itu yang judulnya KRL AC pintunya pun sudah tidak lagi bisa ditutup,ahahhaaa…jangan tanya AC nya apa ada rasa atau tidak,jelas tidak. Saya pun makin terdesak kian kemari,berbagai pose sudah saya coba agar tetap bisa berdiri.Ketika ada orang meminta ijin untuk lewat karena mau turun,maka disitulah saya makin didesak kanan kiri,saya sampai terengah2 karena saya memeluk tas saya tapi saya digencet dari depan sehingga dada saya seolah digencet habis oleh tas saya,ahahhaa…kalo gak konsentrasi penuh saya yakin saya bisa pingsan tadi.Dan yang lebih lucu lagi, sekali saja anda mengangkat salah satu kaki anda,maka jangan harap anda mendapat pijakan lagi,karena lantai KRL dipenuhi kaki2 orang lain,ahahhaa…saya ingat gara-gara saya merubah posisi karena ada orang mau lewat untuk turun,maka saya mengangkat kaki saya dan pijakan kaki saya diserobot orang,akhirnya sampai beberapa stasiun saya hanya berdiri tegak dengan satu kaki dan dibantu ujung moccasin saya,ahahhaaaa….Dan paling parah adalah ketika hendak turun, ya Tuhaaaan…sangat susah,demi Allah sangat susah,saya terhipit-himpit luar biasa,bukan orang gak mau kasih jalan,tapi emang orang pun bingung harus bergeser kemana jika harus memberi saya jalan lewat menuju pintu, perjuangan berat luar biasa hanya untuk mencapai pintu KRL.Oh My God!!!



Ini gambaran kehidupan yang ada diluar kehidupan saya,saya mencicipinya secara langsung,dan hasilnya saya pun harus berkeluh kesah betapa kehidupan SANGAT TIDAK LAYAK untuk RAKYAT!Saya melihat secara langsung, orang yang naik KRL Ekonomi AC ini adalah rakyat dari kalangan menengah sampai menengah kebawah,kalangan pekerja. Mereka tidak punya pilihan akan transportasi yang layak,padahal mereka seluruhnya adalah kaum pekerja,pembayar pajak yang taat setiap bulannya,tapi saya gak tau yah apakah ini juga nilai yang layak mereka dapatkan,setiap kali mereka berangkat bekerja mencari nafkah untuk hidup dan membayar pajak kehidupan,mereka harus didera dengan keadaan seperti ini? Kondisi KRL penuh sesak ini terjadi baik pagi hari jam berangkat kerja dan malam hari jam pulang kerja. Banyak hal yang begitu rawan dapat terjadi di KRL yang tidak layak semacam ini:

1. Mudahnya terjadi tindak kejahatan seperti pencopetan

2. Pelecehan seks yang sangat mudah terjadi,mengingat orang sudah tidak bisa apa-apa selain berdiri,mengingat mengangkat tangan pun orang tidak bisa.Bukan hal aneh ketika seorang laki laki menempelkan bagian depan tubuhnya ke perempuan yang berdiri di depannya,dan banyak hal lainnya yang mengarah ke tindakan semacam itu

3. Rawan kecelakaan bagi penumpang yang berdiri di depan pintu atau nekat untuk naik keatas KRL karena tidak kebagian tempat.

Ini KRL Depok lho,yang katanya jauh lebih unggul dari KRL Bekasi dan Tanggerang,saya gak mengerti deh apa yang terjadi dengan KRL Lain saya yakin kondisinya berkali lipat lebih parah dan lebih buruk.Saya bukan ngeluh untuk diri saya sendiri,okelah saya diberi kesempatan untuk punya pilhan lain untuk memakai alat transportasi lain yang lebih layak,tapi kalo rakyat kecil?apa mereka punya pilihan?ini yang saya rasa tidak adil sama sekali.




Saya pokoknya mau protes! ini harus dibenahi,pemerintah jangan hanya membangun jalan saja, rakyat kecil butuh alat transportasi yang murah dan layak, gak pengaruh mau jalan dilebarin kayak apa juga kalo angkutan yang tersedia seperti ini,karena rakyat kecil tidak naik mobil pribadi setiap hari,rakyat kecil naik transportasi masal,untuk itu please..please..please…mohon dilakukan banyak peningkatan untuk ketersediaan alat Transportasi masal. Negara ini adalah Negara milik seluruh rakyat Indonesia, jika para pekerja di kalangan menengah sampai menegah kebawah setiap hari bekerja keras lalu setiap bulan membayar pajak dengan taat,apakah worthed jika mereka tidak merasakan kemajuan Negara ini?Dan apakah pemerintah hanya akan duduk-duduk tenang saja melihat para koruptor menggerogoti uang pajak Negara ini yang harusnya dipakai oleh pembayar pajak dari kalangan menengah sampai menengah kebawah untuk meningkatkan mutu hidup?

Dalem hati Cuma bisa berbisik, Ya Allah..katanya Indonesia raya…Kapanya Raya benerannya????

3 comments:

DessyCherryPonie said...

mba itu foto diambil pas lagi empet2an atau bukan? kalo iya hebay euy..hehehe

kalo aq suka naik yang kreta balik mba, jd lebih nyaman....kan ada tuh kreta balik bojong gede

kabarnya 2012 akan dirubah jadi komuter alias kreta ac ekonomi semua tuh mba....entah kaya apa jadinya nanti

Lita Lalucu.com said...

y ampun keretanya smpe gk keliatan..
orang smua isinya..

http://lalucu.com/

Christa Syalala said...

hebat banget tulisannya mba, saya jadi merasa sedih dengan bangsa ini, kalo di fikir2 khan ada menteri perhubungan yang ngurusin masalah transportasi, khan ada instansi yang terkait untuk hal ini, apakah mereka tidak berfikiran untuk mengubah wajah transportasi indonesia yang carut marut seperti ini ya?? para pekerja yang bekerja dan dipotong gajinya pontang panting untuk bekerja menafkahi para koruptor, sementara mereka mendapatkan pelayanan seperti ini...semoga para pekerja mereka mendapatkan pahala yang setimpal, dan ingat kawan2...Tuhan Maha Melihat