Gak sedikit anak buah yang merasa iri dengan bos nya masing-masing,bahkan kadang menyimpan kebencian yang mendalam.Seakan-akan hidup mereka di kantor bagai di neraka karena si Bos.
Saya pun pernah punya bos yang selalu bikin saya merinding setengah mati,rasanya semua yang saya lakukan itu salah.Saya minder dengan ketangkasan orang itu berfikir sehingga sedetail apapun kesalahan saya,maka dia akan tau, he is so perfectionist!Lama saya mencoba memahami bos saya saat itu,saya malah kadang berfikir saya gak bisa kerja atau emang dia yang gak suka sama saya secara personal, perasaan…,beliau selalu saja menemukan kesalahan saya sementara karena dia berusia setengah baya,hubungan personal kami pun gak dekat,dia terkesan killer banget deh,jangan berharap ada obrolan ringan tentang keluarga, he never ask me about that!. Namun akhirnya,saya pun tau kenapa sikap dia demikian, gak lebih dari keinginannya dan memecut saya agar menjadi pekerja yang professional,tangkas,cekatan dan high motivated. Dari beliau saya belajar pentingnya ketelitian dan kecermatan dalam melihat berbagai situasi,dari beliau saya belajar untuk efisien dan mengutamakan kepentingan banyak orang. Dari beliau saya belajar untuk available dlm menampung segala macam penambahan beban kerja.Dari beliau saya belajar untuk secara fair kepada siapapun jika menemui sebuah kesalahan. Dan dari beliau saya belajar menjadi solitaire dan mementingkan pekerjaan daripada minat social di tempat kerja.
Dan jadilah saya seperti ini,kali ini duduk diposisi seorang atasan dengan beberapa anak buah yang kurang beruntung karena mereka tidak pernah mendapat gemblengan seperti saya ketika baru lulus kuliah dulu lalu bekerja dan dididik oleh seorang bos dengan kinerja yang luar biasa…Sehingga gak heran kalo pola pikir beberapa staff saya tidak seperti saya,dan boleh dibilang masih sulit untuk diajak mati-matian berprestasi.
Saya jujur saja kalau saya mewarisi sedikit sifat mantan bos saya,minat social saya rendah untuk ukuran perempuan, well..saya banyak teman,tapi di kantor saya gak punya satupun sahabat,karena buat saya berada di kantor ya untuk bekerja bukan untuk cari sahabat,kalo pun dapet sahabat ya itu merupakan bonus..simple sekali pikiran saya tentang itu.Tapi hubungan saya secara personal dengan para bawahan saya mengusahakan untuk tetap baik, saya mencoba untuk menjaga hubungan komunikasi, meski saya juga manusia,saya kadang lelah jika saya terus menerus mendorong bawahan sementara bawahan saya ‘mematung’ terhadap perubahan, saya bisa meledak marah jika begitu.Dan saya tetap seorang atasan, yang memiliki egosentris bahwa saya gak suka bawahan saya menikam saya dari belakang, mengingat segala pengorbanan saya untuk memikirkan dan mengupayakan perkembangan karier dan kemampuan mereka serta membela mereka diluar divisi kami.Saya adalah atasan yang benar-benar saklek dan rewel, kalo saya bicara A ya A, saya gak suka melihat anak buah saya terjebak dalam sesuatu yang salah, saya rajin memanggil mereka untuk mengkritik dan menunjukkan cara kerja yang harusnya mereka lakukan, saya justru harus dikawatirkan jika saya diam seribu bahasa,anda mau salah atau benar bukan urusan saya,artinya saya gak peduli lagi….Tapi gak semua orang demen dikritik, entah karena kebodohannya dalam melihat sesuatu dalam jangka panjang, atau manusianya yang PICIK dalam menyikapi sesutu,saya gak tau…jadi kadang kerewelan saya mengkritik para staff sering kali membuat beberapa dari mereka terlihat jelas mendendam dan tidak menggunakan kritikan saya menjadi ajang perbaikan diri,tapi justru sebalikanya!

Nah menghadapi situasi seperti ini butuh kebesaran jiwa dan positif thingking, hidup itu gak ada yang mudah, jika anda memiliki atasan-atasan yang anda rasa sulit bagi anda, coba sekali lagi koreksi diri anda dan lihat hal-hal kecil yang telah bos anda lakukan untuk anda. Anda jangan kekanak-kanakan dengan bersikap berang dan marah ketika atasan anda memarahi anda saat melakukan kesalahan, kenapa?anda harusnya bersyukur, ketika seseorang memarahi anda ketika melihat anda berbuat salah, artinya ada orang yang mau capek2 ngasih tau anda kalo anda itu salah, dan anda itu dibimbing untuk melakukan perbaikan. Silahkan dipilih, mau atasan model begini apa atasan yang ketika tau anda salah ia hanya diam,dan anda akan terus melakukan kesalahan berulang-ulang lantas suatu hari nanti disaat anda benar-benar tenggelam dalam kesalalahan anda si Bos merekomendasikan anda buruk ke perusahaan apalagi memberi opini bahwa anda gak bisa kerja?Artinya anda gak dikasih kesempatan memperbaiki diri tau-tau anda ‘dilempar’ begitu saja…sama aja dengan orang buta didiemin aja ketika nyeberang jalan, tanpa ada orang yang mau neriakin “woi..jangan kesana,ntar ketabrak mobil!!!”, gitu kira-kira analogi saya.Dan jadi atasan juga gak sama sekali mudah, memang seorang bos harus mampu mengayomi dan membimbing bawahannya.Namun..seorang bos itu manusia juga,punya batas kesabaran, dalam menangani bawahan yang selalu membuat kesalahan dan gak punya semangat kerja yang lebih baik tentu melelahkan.
Coba anda bayangkan, bekerja dalam team itu kan berarti saling bahu membahu, kalo yang lain lari kencang maka anda gak boleh slow,karena jalan anda yang slow pasti mempengaruhi hasil kerja yang lain, yang mungkin harusnya sempurna maka jadi gak sempurna karena ulah anda. Nah seorang atasan harus memastikan orang-orang dengan kinerja buruk itu diperbaiki,karena jika tidak maka akan jelek lah hasil kerja seluruh anggota team yang lain yang mungkin sudah bekerja keras.jadi sangat tidak tepat jika menyikapi hal seperti ini bos anda tetap diam mematung tanpa mau mengkritik pihak-pihak yang emang harus dikritik dan didik lebih keras.
Orang kadang gak mengerti kalau lajunya sebuah divisi itu adalah dipengaruhi oleh kinerja SELURUH anggota divisi tersebut. Dan atasan berfungsi untuk memange kerja orang-orang di divisi tersebut agar mampu berjalan dengan ritme dan kecepatan yang sama. Dan kalo ditemukan orang yang dianggap salah sehingga berpotensi tertinggal atau mengganggu pencapaian target divisi,sudah sebuah hal normal kalo orang tersebut ditegur,dikritik dan diperbaiki cara kerjanya. Kalo sudah begini apakah itu dikatakan tidak pantas?lebih pantas mana menegur lalu memperbaiki kesalahan orang yang berpotensi merusak tatanan atau membiarkan orang melakukan kesalahan terus menerus dan harus ditanggung oleh seluruh anggota divisi yang sudah kerja dengan benar?
Kenapa saya mengangkat hal ini?karena sebagian besar orang Indonesia sulit di kritik, sulit menerima jika ditegur jika melakukan kesalahan, kadang kritik bukanya dijadikan motivasi untuk membangun diri,malah dijadikan ajang untuk dendam, merasa gak trima,marah, menangis dan merasa tersudut. EGOIS dan PICIK sekali manusia semacam ini,dan menurut hemat saya,manusia-manusia begini lah yang bukannya mengambil ilmu dari atasannya tetapi malah menambah dosa dengan menyumpah-nyumpahi dan ngomong-ngomongin atasannya di belakang, nah anda mau jadi yang mana..mau jadi yang termotivasi atau mau jadi manusia tak berguna yang doyan bergosip?
Jika anda saat ini sedang merasa bermasalah dengan atasan anda, saya menyarankan anda untuk mencerna lebih lanjut, sudah benarkah anda, jika anda pun merasa masih memiliki kesalahan atau dng kata lain,kesalahan memang ada di tangan anda, cobalah untuk bersikap tegar, kita jauh dari sempurna begitu juga atasan kita mungkin inilah bentuk kita berlatih dan belajar menghadapi orang lain, lain waktu kalau kita diamanahkan menjadi atasan kita bisa meniru prilaku yang positif dan membuang prilaku yg negative. Tapi jika atasan anda tidak pernah melakukan tindakan yang diluar batas dan tidak pernah melakukan tindakan tidak senonoh (secara normative) lainnya, dan dia hanya perfectionist,anda jangan buru-buru menenggelamkan diri anda pada sebuah amarah, anda sebaiknya mengadopsi pemikirannya dan jalan pikirannya, biasakan diri anda menjadi perfectionist dalam bekerja…suatu hari nanti hal itu akan berguna bagi anda.
Tapi jika kelakuan atasan anda sudah melebihi batas yang menginjak-injak harga diri anda dan harkat martabat anda serta merusak pemikiran positif anda, ada baiknya anda mencari pekerjaan lain, lagi pula kalo anda memang berkualitas dan memang merasa lebih baik kenapa tidak mencari tempat lain, saya rasa kalo itu benar adanya anda pasti ‘laris’ manis diluar sana…
Mulai sekarang, berfikir lebih jauh dalam menyikapi interaksi bos dan bawahan, anda jangan cepat kecil hati dan patah semangat, yakinlah Allah memberi kita kesulitan supaya kita menjadi lebih baik!Dan menurut saya tidak ada manusia yang akan maju jika tidak mampu menerima kritik dan gemblengan…jangan terus menerus jadi manusia batu yang mudah marah dalam mencapai perubahan yang lebih baik…
Selamat tahun baru 2010 guys….




