Pages

Tuesday, December 15, 2009

Pelayanan Medis a'la RS Pemerintah

Pernah nonton serial Emergency Room (ER)?kalo pernah, pernah gak kelintas dipikiran temen-temen betapa kagumnya kita dengan kinerja dan pelayanan paramedis di film itu.Di film itu digambarkan betapa reaktifnya paramedic di rumah sakit dalam menangani pasien, semua pasien yang datang dengan penyakit baik ringan maupun parah, baik miskin maupun kaya,baik berpangkat maupun tidak, selalu mendapat penanganan serius. Dokter-dokter dalam serial itu pun senantiasa terlihat terlibat secara total dalam menangani pasiennya tanpa pilah pilih latar belakang pasien, dari dokter maupun perawat semua professional, benar-benar gambaran tentang idealnya sebuah pelayanan medis. Saya engak tau apakah emang pada kenyataan begitulah yang terjadi di luar negri,apakah hanya di film saja, mungkin teman-teman yang tingal di luar negri bisa menjawab pertanyaan saya.

Mungkin gak pemandangan kek gini kita liat di RS pemerintah?


Yang membuat saya tergelitik untuk menulis disini adalah,tentang pengalaman saya pagi ini. Ceritanya gini:sesampainya saya di kantor, seperti biasa saya kerap bertukar senyum maupun bertukar sapa dengan receiptionist, selang 15 menit berlalu,ada karyawan melaporkan ke saya kalo si receiptionis itu (Melly) mengalami sesak nafas. Di pikiran saya, ini astma mungkin..ketika saya mendatangi TKP ternyata ybs sudah ‘kepayahan’ bernafas bahkan mengaku nyeri di kedua tangan,dada dan perut, semacam kram. Wah saya panic, saya pikir harus bertindak cepat,mengingat di kantor kami gak punya persediaan oksigen untuk case semacam ini.Maka tanpa pikir panjang,dikomandolah untuk mempersiapkan kendaraan dan tenaga untuk mengangkat Melly ke RS terdekat.

Saya sih saat itu gak kepikiran RS mana yang bagus,pokoknya yang terdekat aja deh. Kebetulan kurang dari 500m dari gedung kantor ada sebuah RSUD (RS Umum Daerah) .Saya pikir kesana aja deh,masukin ke UGD mudah-mudahan cepat dapet pertolongan,minimal oksigen.

Sampai RS saya turut mengantar ke ruangan periksa,saya damping terus Melly sebagai gantinya keluarga (karena keluarga belom datang).Tak lama seorang suster melihat kondisinya,lalu dengan enaknya nyeletuk “Ini hysteria namanya”, what the maksud dengan hysteria,pikir saya. Saya tanyakan lebih lanjut,katanya ini penyakit gak bahaya,Cuma sekedar emosi yang tertahan,jadi gak berbahaya. Saya sih gak habis pikir,ini kan masih pagi,emangnya sudah ada masalah apa di kantor?Ternyata setelah melihat latar belakang kesehatan ybs,ternyata ybs memang memiliki kelainan jantung,dan ketika dilakukan rekam jantung,hasilnya pun menunjukkan hal serupa,kelainan jantung,dan sedang colaps.Nah lo tu suster seenaknya aja ngomong,kesannya kok ngentengin banget!

Dokter menyarankan untuk periksa darah untuk memastikan.Okelah,kemudian saya mengurus administrasi pengambilan darah,saya balik lagi ke UGD menyerahkan bukti bayar dll,tak lama suster menghampiri saya lalu menyerahkan sample darah dan seluruh dokumen bukti bayar sambil berkata :”Ini bu,silakan ibu antar sendiri samplenya ke Lab di lantai 2” (si suster nyerahin 2 tube berisi darah Melly kepada saya).

Whohoohohoo..saya melongo,kok saya yang nganter?aneh banget,bukannya saya tugasnya bayar aja trus setelah itu terima beres ya?aneh ni RS pikir saya..jujur ini pengalaman pertama saya berurusan sama RS pemerintah..jadi masih melongo aja.Well,saya trima aja tu sample dan saya sendiri yang nyerahin ke lab di lantai 2,sambil saya mikir,aduh kalo kayak gini apa gak kejadian tuh kasus2 tertukarnya sample darah seperti yang ada di sinetron-sinetron?eheheh…Nah kalo pasiennya datang sendiri apa harus mereka bangun dari tempat tidur dan membawa tu sample darah ke lab dengan tenaganya sendiri??aneh...M

Kejadian lucu kedua adalah,ketika saya menemani melly di ruang UGD sambil nunggu hasil lab selesai, suster menghampiri saya dan berkata :”dikasih minum aja bu..”, nah dengan begonya saya celingukan liat kanan dan kiri,kasih minum?mana minumnya ya?saya lagi bener-bener berfikir seseorang petugas telah memberikan setidaknya segelas saja air putih untuk Melly yang sudah kehilangan banyak cairan karena keringat dingin dan air mata.namun kenyataanya melihat saya celingukan gitu,si suster kembali menambahkan :”beli teh manis aja bu diluar..”

Whats the maksud lagi neh,beli teh manis diluar??ya ampun…konyol sekali. Kenapa saya bilang konyol?,pertama ini kan RS tempat orang sakit,berarti apapun yg dikonsumsi leh pasien berarti kan harus hygienis dan terjaga kebersihannya dong,nah kalo untuk segelas air minum or teh manis kita harus membeli diluar yang entah terjaga entah tidak kebersihannya,saya pikir bukannya nambah sehat malah nambah penyakit bukan sih?trus yang saya pikirin lagi adalah gimana kejadiannya sih kalo ada korban tabrak lari yang dilarikan ke RS tanpa satupun orang yang dikenal mendampingi,apakah kalo mereka haus juga harus beli sendiri ke kantin di luar…

Kejadian berikutnya adalah,selang 2 tempat tidur dari tempat tidur Melly di UGD tampak seorang pasien yang sedang ditunggui oleh keluarganya,kelihatannya kondisi sudah kritis,tak lama saya memperhatikan ketika keluarganya histeris memanggil suster untuk mendekat karena tampaknya pasien makin anjlok kondisinya,saat itu pasien saya liat hanya memakai oksigen,tanpa alat lainnya sama sekali (pacu jantung maupun alat monitor nadi dll),saya tunggu beberapa menit saya ingin melihat ketika keluarga bereaksi histeris begitu apakah para suster akan bergerak cepat menghampiri, dan ternyata TIDAK!para suster dan 2 orang dokter yang ada diruangan yang sama itu tampak duduk tenang di tempat masing-masing, selang beberapa menit seorang suster dengan langkah lenggak lenggok santai baru menghampiri si pasien,bener-bener terlihat santai seolah tu pasien sakit pilek!halo..tu orang sekarat lho??? Dan selang 40 menit dari situ,si pasien pun meninggal…., saya miris melihatnya,penangannya jauh dari cekatan dan professional.

Gila…ini pengalaman pertama saya menggunakan layanan RS Pemerintah,dan langsung terheran-heran dengan penanganannya yang asal-asalan..jangan-jangan kalo ada orang jatoh tergeletak di tengah jalan tanpa siapapun yg bisa menjamin coverage biayanya dan ketika dilarikan RS,tidak akan dilayani pulak?na’udzubillah…inikah yang namanya pelayanan kesehatan dari pemerintah untuk rakyat?

Duh saya miris pisan,jauh dari ideal banget ni pelayanannya,okelah gak usah merujuk pada style pelayanan ala paramedis di ER,tapi please lah..hargai nyawa orang..berikan pelayanan terbaik mbagi rakyat,karena kesehatan itu adalah hak azasi manusia,siapapun juga orang tersebut. Catatan untuk menkes kali ya untuk memperbaiki pelayanan kesehatan bagi rakyat kecil….

3 comments:

dewi_fajar said...

mbaaa...di luar negeri mah hewan skarat ajah lgs ditolong apalagi manusia makanya penanganannya maksimal...nah klo disini,hewan ajah disiksa...hiks...

*tp aq bdasar liat TV ajah yaa blum pernah hidup di luar soalnya* xixixixi

DessyCherryPonie said...

yah mba memang begitulah keadaannya....
saya pernah menemani keponakan saya yang dirawat disana, tanpa menyerahkan ftcp berkas asuransinya keponakan saya g akan ditangani, dan sebelah kami jg wkt itu udah sekarat cuma blm bs ditanganin kalo berkas kartu miskin nya blm di fctp.

keadaannya malam itu, semua tukang ftcpy semua TUTUP, untung suami saya berinisiatif ngajak si ibu itu untuk sekalian ftcp yang akhirnya tempat tsb bs ditemuin dijalanan arah condet....

bisa mba bayangin kan??

DessyCherryPonie said...

yah mba memang begitulah keadaannya....
saya pernah menemani keponakan saya yang dirawat disana, tanpa menyerahkan ftcp berkas asuransinya keponakan saya g akan ditangani, dan sebelah kami jg wkt itu udah sekarat cuma blm bs ditanganin kalo berkas kartu miskin nya blm di fctp.

keadaannya malam itu, semua tukang ftcpy semua TUTUP, untung suami saya berinisiatif ngajak si ibu itu untuk sekalian ftcp yang akhirnya tempat tsb bs ditemuin dijalanan arah condet....

bisa mba bayangin kan??