Pages

Friday, April 17, 2009

Liburan Bali-Lombok (Part 1)

Masih inget ya kalo saya dan Lulla tempo hari ultah,selang seminggu lebih dikit,dalam rangka itupula Tori kasih hadiah ke kami,jalan-jalan ke Bali dan Lombok, horraaaaay…seneng banget,kebetulan saya juga punya agenda mau beli lukisan dan nambah koleksi kain saya dan suami saya saat itu juga harus ngurus sesuatu di Lombok.
Acara jalan-jalan ditetapkan pas ada libur nyepinya, idiiiiih…nyepi kok ke Bali,gitu mungkin kata teman-teman sekalian ya. Tapi dengan adanya libur nyepi itu,kami memanfaatkan untuk menyeberang ke Lombok,jadi sekali dayung 2 3 pulau terlampaui,ehehehe..

Keberangkatan dimulai tgl 24 maret,pas di hari ultah saya,naik flight sore menjelang malem.Sampe Bali dah malem,jadi Cuma sempat jalan-jalan seputar kuta,sambil makan malem,trus langsung diterusin dengan agenda istirahat.Besoknya jalan-jalan lalu sorenya nyeberang ke Lombok by plane,sesungguhnya pengen naik kapal laut,tp apa daya kl naik kapal kami merasa terlalu lama di jalan..sedangkan waktu kami tidak banyak. Di Lombok kami berlibur 2 hari lalu kembali ke Bali untuk menikmati Bali..
Day – 1,25 Maret 2009
Setelah sarapan kami siap-siap chek out,karena hari ini pengen jalan-jalan trus langsung ke airport. Yang saya suka dari Bali adalah letak airport yang ditengah kota,untuk ke airport gak butuh waktu lama.Rencananya hari itu saya mau ke Tanah Lot,tapi karena besoknya ada acara nyepi,kami mengurungkan niat ke Tanah lot,karena dapat di prediksi Tanah lot akan macet karena banyaknya orang yang mau beribadat disana.
Maka arah wisata diputar kearah selatan,kami mengunjungi GWK dan Uluwatu.


GWK—Garuda Wisnu Kencana
Sebuah project gagal,mungkin itu yang terlintas dibenak siapapun yang pertama kali menginjakkan kaki ke GWK,saya sejak dulu selalu suka dengan tempat ini,walo ada sedikit perasaan miris dalem ati,karena menyayangkan tempat ini yang tidak tuntas terbangun. Dari kontur alam tempat ini saja sudah unik,special dan ide pembangunan tempat ini cukup brilian. Dan patung-patung raksasa yang ada membuat semua orang berdecak kagum.Untunglah tempat ini masih bisa dikunjungi dan ada beberapa tempat yang emang enak dilihat dan dapat dimanfaatkan, mungkin kalo Negara punya rejeki lagi bisa diterusin ya pembangunannya…





Apa yang menarik dari tempat ini?seperti yang saya sebut diatas,patung-patung berukuran raksasa sungguh memukau,bagi yang doyan foto tentu tempat ini jadi latar yang oke. Tebing-tebing batu yang ada di GWK juga membuat kagum,latar yang juga bagus untuk foto. Dan ada juga tempat pementasan yang sering dilakukan pementasan tari-tarian,mungkin ada jadwalnya tapi pas kemaren saya kesana, lagi gak ada pementasan.Saya berharap ini jadi pusat wisata Budaya Bali,mudah-mudahan kegiatan dan pementasan disini akan diperbanyak yah…
Dari kuta menuju GWK kita harus menempuh perjalanan selama 20 menit.


Pura Uluwatu
Tempat ini berada di selatan pulau Bali, searah dengan GWK,lebih keselatan lagi tepatnya. Dari Kuta bisa ditempuh sekitar 40 menit, 20 menit perjalanan lagi kalo dari GWK. Uluwatu adalah sebuah Pura yang masuk kategori pura besar di Bali.
Letak pura ini yang menghadap samudra hindia dan berada di bibir tebing membuat pura ini begitu terkenal akan keindahan pemandangannya.



Memasuki area Pura, kita harus menggunakan kain yang diikat di pinggang, alasannya?karena ini pura yang dianggap kramat maka untuk menghormati kesucian si Pura maka pengunjugn diwajibkan memakai kain tersebut selayaknya pengunjugn yang ingin beribadat. Dan bagi pengunjung yang mengenakan pakaian yang mempertontonkan bagian dengkul keatas maka harus mengenakan semacam sarung untuk menutupi dengkul dan pahanya,karena area trsb dianggap aurat bagi kepercayaan disana.



Sarung ungu dan kain pengikat pinggang kuning yang dipakai untuk menghormati kesucian pura..


Monyet nakal yang suka jahil...

Di sekeliling pura,akan banyak dijumpai monyet-monyet.Demi keamanan dan keselamatan,maka pengunjung wajib melepaskan kacamata,jam tangan,aksesoris dan bagi yang membawa tas kecil harus dipegang erat,karena para monyet suka usil ‘ngrampok’,dan untuk ketenangan pula,kami memilih memakai jasa guide selain untuk melindungi kami dari para monyet juga untuk menjelaskan tentang sejarah pura itu sendiri. Biaya guide biasanya 50 ribu sekali putaran.Mungkin itu harga domestic ya..
Puas memandangi keindahan samudra hindia dari atas tebing uluwatu,kami melanjutkan perjalanan untuk makan siang dan ke airport.





Siang itu kami makan siang di Airport,jangan Tanya gimana rasanya..ehehehehhe..gak maksud mengeluh,tp benerarn deh kalo ke Bali saya suka bingung milih menu,karena ‘pork’ everywhere,termasuk pas saya sarapan di hotel, ada satu sudut meja yang menyajikan hidangan pork yang jelas haram bagi saya. Akhirnya pagi itu kami hanya berani menyantap omelet dan juice,huuu..sedihnya. Akhirnya pas siang itu pula kami gak berani coba-coba makanan di restoran yang kami gak ketahui,jadilah makan siang di airport.

Lombok
Sampai di Airport Selaparang ujan deras,hu..sempet takut juga karena baru kali ini landing dalam keadaan ujan. Trus kengerian ditambah dengan situasi pesawat yang kami tumpangi adalah pesawat kecil,jenis foker,bunyi mesinnya menderu lebih kencang,interiornya sempit dan guncangan sangat terasa.Saya hampir kapok,berhubung ada Lulla yang selalu menghibur ketakutan saya,saya jadi agak tenang. Kok jadi Lulla lebih berani daripada saya ya??ehehehe..


Hujan Lebat saat Landing dng Foker,OMG serem banget...

Untuk menyeberang dari Bali ke Lombok ada banyak alternative sebenernya, bisa naik kapal laut, kapal cepat, cruise maupun plane. Naik ferry bisa ditempuh dengna lama perjalanan 4 jam, biaya kapal juga murah,c uma 36 ribu rupiah, kalo naik cruise mungkin akan lebih mahal dari tiket pesawat yang berkisar sekitar 300 ribuan.Banyak orang bilang pemandangan naik kapal laut jauh lebih indah daripada naik plane,tapi demi kepraktisan kami milih naik plane,waktu kami gak banyak sih..
Dari Airport kami langsung ke hotel di Senggigi Beach,dari Selaparang cuma 15 menit,deket kan???Mungkin kalo nanti airport di pindah maka akan lebih lama lagi perjalanannya.
Sampe hotel karena masih hujan,kami jadi tergiur untuk tidur sore, dan bangun jam 7 malam dalam keadaaan laper berat,akhirnya cari makan ke luar. Ada tempat yang recomended banget deh , Restoran Menega, yang terletak di pantai Senggigi,posisinya sederetan sama hotel Djayakarta kalo dari arah Mataram setelah Djayakarta.


Keindahan sore di Pantai Senggigi


Restoran Menega Senggigi
Katanya pernah diliput sama trans TV,emang worthed banget sih untuk diliput. Restoran ini tempatnya cozy,di pinggir pantai,jadi kalo kita ambil posisi duduk di luar maka kita akan makan diatas meja yang berdiri diatas pasir pantai Senggigi,dan kita pun akan langsung disapa sama angin laut.Setelah hidangan keluar,kita harus ngeces-ngeces deh..all menu yang kesemuanya dari seafood dan dibakar membuat kita ngiler abis. Saya sampe bingung mana menu yang harus dijagokan karena semuanya enak, kerang bakarnya luar biasa,udangnya juga,dan yang harus dicoba adalah sambel mentahnya,saya sampe minta tambahan sambel, sadis ih..Disini tempatnya gelap hanya mengandalkan cahaya lilin dan sinar bulan, jangan harep mo ngambil gambar hidangan dengan cahaya yang cukup yaw. Tips dari saya kalo kesini jangan dalam keadaan laper berat,karena hidangan cukup lama penyajiannya,bisa hampir 1 jam, daripada kelamaan nunggu mending dating lebih awal.Trus bagi pengunjung yang alergi kacang,mending dari awal minta tidak disediakan camilan kacang bawang goreng-nya yang disajikan free,karena kalo udah sekali nyiipin kacangnya,susah berenti soalnya…ehehehe…Soal harga?mayan mahal seeeh..tapi dijamin uenak.Harga enggak bohong lah..


Suasana di Menega


Kerang Bakar Menega,luar biasa enak!!!!!!!!!!


Setelah kenyang makan kami kembali ke Hotel,sebenernya belom terlalu malam,tapi situasi di Lombok jauh berbeda dengan Bali yang hiburan malamnya terkesan gak ada matinya. DI Lombok daerah-daerah yang ramai kehidupan malamnya hanya pada daerah tertentu,seperti pusatnya Senggigi,disini banyak cafe dan tempat hiburan yang selalu ramai dikunjungi oleh turis yang ingin bersenang-senang.Tapi di luar wilayah ini jangan harap mau menemukan hingar binger. Kota Mataram pun tampak begitu lengang dan sepi,bahkan siang hari pun kita agak jarang melihat turis asing sliweran di dalam kota,mereka cenderung ada di Senggigi dan Kuta Lombok. Saya menilai kalo tempat ini tentu akan begitu disukai oleh orang tua dan mertua saya,karena bentang alamnya yang indah dan suasana yang tenang akan membuat mereka bisa istirahat benar-benar. Sementara untuk soal makanan kita gak perlu banyak khawatir karena mayoritas penduduk Muslim,maka di daerah ini membuat restoran-restoran tidak menyajikan menu pork.

nanti sambung lagi ya ritanya..masih banyak pengalaman seru yang akan saya bagi,see ya!

Monday, April 6, 2009

Pemilu 2009 dan fenomena ICMI (Ikatan Caleg Miskin Indonesia)


Saya gak jarang mendengar teman-teman sejawat maupun teman gank serta tetangga yang rata-rata kalangan pekerja,mereka semua bersuara sama, “gw golput ajah”. Duh hati sedikit miris mendengarnya,tapi ini saya dapat pahami sepenuhnya. Coba bayangin ada berapa partai yang ikut serta dalam pemilu kali ini?puluhan kan?Trus dari tiap partai ada berapa caleg?lebih dari 8 kan??Belom lagi dengan pengaturan teknis pemilihan,berapa banyak oba kasus pemilih yang sampe hari gini gak dapet undangan memilih?banyak ase tmn di kantor saya gak terdaftar sebagai pemilih padahal ybs masih sehat wal afiat,sementara pernah baa berita kan ttg Amrozi yang masih terdaftar sebagai pemilih??hihihihi..konyol kan???
Kebayang betapa bingungnya masyarakat melihat fenomena-fenomena ini????
Hal ini diperkuat dengan rasa apatis masyarakat melihat para caleg yang harus dipilih,kenapa?karena gak banyak dari polah tingkah caleg itu aneh dan kebanyakan juga para caleg itu adalah orang-orang yang bukan rahasia lagi bahwa mereka-mereka adalah ‘penjahat’ baik penjahat criminal maupun penjahat professional.
Sudah sering denger belom,bahwa beberapa caleg nekat untuk menjadi penjahat criminal hanya karena butuh dana untuk kampanye dan publikasi,dari mulai maling motor,jual narkoba,pembalakan liar dan terkahir tersiar kabar pula tentang caleg yang kena ciduk KPK karena korupsi.
Ini para caleg yang ketahuan ya tindak kejahatannya, yang gak ketahuan gimana?saya yakin gak sedikit jumlahnya..
Yang menjadi ironisnya adalah adanya pencalonan legislative ini rasanya oleh sebagian besar caleg tidak didasari oleh semangat untuk menjadi wakil rakyat yang sebenarnya, melainkan didasari pada semangat mencari uang sebanyak banyaknya!See???ini mah bukan rahasia,banyak kok diantara caleg-caleg yang menyalonkan diri saat ini yang tergolong sebagai anggota ICMI (ikatan Caleg Miskin Indonesia),yang bisa diliahat dari cara mereka mencari dana kampanye baik dengan cara melakukan tindak krimunal,korupsi maupun utang sana sini…,ahahha..
Jadi mereka royo royo mencalonkan diri ya tujuannya untuk memperbaiki nasib,mencari nafkah yang lebih baik. Jadi jangan heran kalo manusia-manusia seperti ini nantinya akan aktif mensejahterakan diri sendiri dan keluarga, bukannya aktif mensejaterakan masyarakat yang memilihnya.Kalo udah kayak gini siapa yang dirugikan?jelas masyarakat,mereka memilih wakil rakyat yang salah,dan hal ini malah membuat Negara kita makin digerogoti sama tikus-tikus koruptor.Jangan harap rakyat mo sejahtera dan mencicipi manisnya peningkatan kualitas hidup,lha wong apa-apanya masuk kantong si tikus-tikus koruptor ini. Belom lagi kalo si caleg selama pencalonan ngutang sana-sini,otomatis ketika berada diposisi yang diinginkan si caleg pasti sibuk cari pendapatan ‘tambahan’ untuk menutupi hutang-hutang ketika pencalonan a.k.a balik modal gitu lohhh…
Saya nulis ini no hard feeling,cuma merasa sedih dan ironi melihat fenomena menjamurnya ICMI (Ikatan Caleg Miskin Indonesia)di pencalonan legislative ini. Jadi saya menghimbau kepada semua orang yang membaca tulisan ini,untuk lebih berhati-hati dalam memilih wakil rakyatnya,coba untuk mengenali dan melihat secara fair calon legislative yang anda pilih,salah-salah pilih kita malah akan makin menambah jumlah tikus koruptor di legislative dan pemberantasan korupsi bisa-bisa hanya akan menjadi wacana dan mimpi…

Tuesday, March 24, 2009

My 28th birthday

Makin tua umur saya...makin terasa kalo masa 'ngontrak' tinggal di dunia milik sang Khalik makin berkurang aja...
Semoga semasa 'ngontrak' ini saya diberi kesempatan melakukan hal-hal terbaik bagi diri sendiri,keluarga,bangsa dan agama...Semoga juga 'tabungan' amal ibadah ikut bertambah dengan bertambahnya usia,amin...

Monday, March 23, 2009

Mengunjungi Taman Nasional Way Kambas di Lampung

Parents in law saya di pelataran Hotel Bukit Randu

Kemaren pas ke Lampung,kami gak sepenuhnya sibuk ngurusin acara lamarannya Epit,tapi kami juga nyempetin untuk berlibur.Masa iya udah ke Lampung tapi gak kemana-mana?kan sayang…
Sejak sampai di kota Bandar Lampung,saya langsung menginap di Bukit Randu Hotel, hotel ini bukan hotel baru,tapi lokasinya ciamik banget.
Berada di punak sebuah bukit dan di design sedemikian rupa membuat hotel ini mendapat kesan sebagai hotel ter-cozy di Bandar Lampung.Bayangin aja,ketika kita baru masuk area hotel dimana jalan menuju hotel adalah tanjakan tajam,setelahnya kita langsung melihat pemandangan kota Bandar Lampung dari atas,Terus naik keatas ke tempat hotel dan reservation (lebih tinggi lagi) makin seru deh triakan ‘woooow”-nya,karena pemandangannya makin cantik. Ketika masuk kamar kita akan sangant merasa nyaman,ukuran kamar yang besar alias lega dilengkapi dengan balkon yang menampilkan panorama yang indahnya bukan main.Gunung,kota dan laut terpampang jelas,tinggal buka gordyn aja semua pemandangan itu bisa kita nikmati sepuasnya. Lulla sangat betah berada disana…


pemandangan kota Bandar Lampung dari balkon kamar hotel


Setelah acara lamaran selesai,keesokannya saya niat banget mengunjungi Taman Nasional Way Kambas, kalo orang-orang nyebutnya sekolah gajah. Karena ditempat itu emang tempatnya mendidik gajah-gajah yang ‘nakal’ yang suka merusak. Gajah-gajah itu dididik sedemikian rupa sehingga dapat diperintah dan dapat dikendalikan.
Sebagai orang Lampung,saya sendiri tidak terlalu familier sama tempat ini,akses menuju tempat ini pun blank banget buat saya,untung diantar sama papa saya,jadi thanks God kami gak nyasar.Dari kota Bandar Lampung menuju Way Kambas kami harus menempuhnya selama 2,5 jam lamanya. Dari Bandar Lampung kami bergerak menuju Lampung tengah lalu kea rah Lampung Timur,dan kami melewati salah satu kota tua bernama Gedong Tataan, sebuah kota yang bisa dibilang Kuno,dimana sepanjang jalan kita akan melihat rumah-rumah tua.Situasinya mengingatkan saya pada Kota Tuo-nya Sumatra Barat…

Selama perjalanan ke Way Kambas ini,bis dibilang kami banyak ‘nahan nafas’ mengingat jalanan yang kami lewati banyak yang bolong dan kerusakannya parah.Mestinya saya membawa mobil besar bukan city car,tapi kami gak menyangka kalo jalanan segitu parahnya. Setelah menempuh perjalanan jauh,papa saya rada ling lung juga mengenai arah menuju jalan masuk way kambas,jelas ini membingungkan,karena sepanjang jalan sama sekali gak ada tanda petunjuk untuk mencapai Way Kambas,sampailah kami menemukan Plang penunjuk arah ke Way Kambas,tapi plang itu bentuknya meragukan,karena peletakkannya tampak ganjil,apa bener arahnya kesana?itu lah yang kami piker.Tapi daripada salah arah mending nanya aja ma penjaga warung. Kata si penjaga warung plang penunjuk arah itu emang salah,karena pernah ketabtak mobil si plang berputar arah sehingga mengacaukan arah sebenarnya. OMG…kenapa ya pemkot setempat tidak ambil tindakan untuk memperbaiki segera?secara apa ya susahnya memutar kembali plang penunjuk jalan,kalo gak diputar kan bisa berpotensi menyesatkan turis yang mau berkunjung…
Akhirnya kami menemukan juga pintu masuk Taman Nasional Way Kambas,waaah hati mertua saya sudah girang bukan main,sekaan sebentar lagi mau liat gajah-gajah yang pintar itu beraksi. Taunya…dari pintu masuk menuju Taman Nasional itu jauhnya ampun-ampun, dan sepanjang itu pula yang ada di kanan kiri kita adalah HUTAN,serius deh..kita semua sampai kegirangan dan membuka semua jendela mobil guna menghirup udara lembabnya hutan tropis,surga banget deh…hal yang gak pernah ditemuin di kota besar tempat kami tinggal.
Setelah sampai,kami langsung melihat seekor gajah jinak sedang ‘dimain-mainkan’ oleh pengunung, gajah itu sweet banget,karena tetep ool pas dipegang2 belalainya,gadingnya bahakan ditepuk-tepuk kepalanya.



Lulla awalnya kaget dan takut,dia stress kali ya pas bediri di sebelah gajah,gak nyangka gajah sebesar raksasa hahaha…Setelah itu semua langsung heboh mo naik gajah,yang enggak cuma saya dan mother in law saya yang gak naik,takyuuut..
Sementara gadis kecil saya keranjingan naik gajah,sampe naik 2 kali,dan bolak-balik cerita tentang kedua gajah yang dia naikki (nelly dan salmon namanya),ehehehe…
Puas naik gajah,Lulla berfoto dengan gajah,trus membeli souvenir Way Kambas untuk sepupu-sepupunya dan semua teman sekelasnya.Perjalanan kesini betul-betul berkesan buat anak saya,dia banyak mendapat pelajaran baru,seperti :
- gajah-gajah di way kambas semuanya selalu membuang sampah pada tempatnya.
- Gajah betina tidak punya gading dan ukurannya jauh lebih kecil dari gajah jantan
- Gajah kalo makan rumput selalu mengebaskan rumputnya yang baru dicabut untuk menghilangkan tanah yang melekat (pinter ya..)
- Gajah-gajah disana semuanya punya nama seperti manusia
- Lulla tau apa itu forest,karena selama ini dia hanya baa dibuku apa itu forest.

Hahaha…meskipun tempat ini jauh,dan hutan belantara tapi saya puas,anak saya jadi punya cerita untuk dikenangnya..



Setelah dari Way kambas,kita makan siang,dimana?di Kota Metro Lampung Tengah,ada tempat makan enak namanya Ikan Bakar dan ayam bakar Hj Salma,wiii…enak bgt ayamnya,sayangnya lupa catet nomor telponnya,ehehehe..
Di perjalanan pulang ke Jakarta keesokan harinya,kami mampir di RM Soup Ikan di daerah Serang,duh ini soup ikannya tiada duanya..uendang estauraina banget deh..kl mau kesini bisa keluar tol Serang Barat (kl dr Merak),nanti posisinya di kiri jalan.

Monday, March 16, 2009

Ultah Calulla ke-4


Haiyaaaaaaa…Lulla ulang tahun ke empat 15 Maret lalu, as usual gw dan Tori berupaya memberikan hadiah yang kami mampu untuk nya. Sejak jauh hari si gadis cilik dah meminta dibelikan biola. Mengingat harga biola gak murah,maka saya dan Tori meminta komitment Lulla untuk serius belajar biola,jadi adanya hadiah ini justru mendorong gadis cilik kami untuk mulai berlatih biola. Insyallah bulan depan udah mulai ikutan kursus,thanks to Allah ada juga lembaga kursus music yang mau menerima murid dibawah 5 tahun.

Kue ultah sederhana made in Mama-nya Lulla..

Gimana reaksi Lulla pas menerima kado yang dia inginkan?wah wah wah..saya dan Tori jadi ikutan seneng,karena melihat Lulla begitu excited luar biasa.Langsung dicoba..tapi aneh!soalnya biolanya gak bunyi pas digesek-gesek.Lho???Otak atik sana sini,tapi tetep jg no clue untuk membuat biola bersuara. Saya dan Tori yang emang baru kali pertama megang alat music ini juga jelas sam aaja bingungnya. Akhirnya dibawa balik ke Toko yang jual, ternyata rahasainya ada pada Rosin, si rosin belom digosokkan ke senar alat geseknya si biola,pantes gak bunyi,dasar dodol…

Sejak bisa bunyi, si Lulla jadi bolak-balik buka case-nya si biola,bolak balik digesek, duh semangat amat…

Lulla bersemangat bersama biola barunya

Selain itu, ada hal lain yang membuat Lulla bahagia, hari ini ada perayaan bersama-teman-teman disekolah, semua kenang-kenangan yang akan diberikan sudah dipersiapkan oleh saya,dan saya pun membuat sendiri semua isi goody bag makanan-nya, yang salah satu isinya adalah favorit Lulla yaitu cup cake hias..

Gak lupa saya juga membuat satu buah tart untuk Lulla, no wonder Lulla sempet bilang “wow..mama hebat”,eheheh, si mama jelas langsung shiny..ge er sendiri..eheheh..


Cup cake hias yang siap dimasukkan dalam goodybag

Acara tiup lilin tadinya mau di rumah aja,karena si papa sore-nya harus rapat,tapi pagi-pagi denger kabar kalo eyang buyut sakit,dan di dalam sakit itu si eyang sempet nelpon Lulla untuk mengucapkan selamat ulang tahun, OMG eyang saya yang lagi sakit-sakitan itu dan mulai pikun itu tetep inget ultah Lulla,mungkin karena si Lulla adalah cicit pertamanya,jadi hari kelahirannya begitu berkesan. Sore itu akhirnya kami jadi ke rumah eyang,nengok eyang sekalian tiup lilin ulang tahunnya Lulla, dalam sakit eyang tersenyum tampak segar dan penuh canda, dalam hati saya miris..OMG..akankah tahun depan ia bisa melihat gadis kecil saya tiup lilin di hari ulang tahun?mengingat hampir tiap tahun eyang berperan aktif untuk memberi sesuatu di hari spesial putri saya..Semoga Allah juga memberikan kesehatan bagi eyang saya,buyut tersayangnya Lulla..amin...

Happy birthday Calulla...wish all d best for you ya nak!

Wednesday, March 11, 2009

Lamaran Epit..

Adik saya yang kemarin dilamar...

Hai hai…lama gak nulis nih,agak sibuk belakangan ini,kerjaan kantor numpuk dan weekend kemarin saya sekeluarga ke Lampung untuk menghadiri acara lamaran adik saya,Epit. Untuk acara lamaran Epit tetep diadakan di Lampung,meskipun Epit dan si calon pendamping tinggal di Jakarta,ini semua dikarenakan orang tua kami berdomisili di Lampung. Maka rombongan pun rame-rame ke Lampung,udah kayak bedol desa deh,ehehehe…Secara ya kami dari 4 bersaudara,ketiganya living disini..
Karena ini terakhir kalinya ortu saya berencana ‘mantu’ maka pak de dan tante saya dari pihak mama say ayang semuanya tinggal di Jakarta jadi seru ikutan menghadiri acara lamaran,makin rame lah rombongan dari Jakarta ke Lampung,rasanya seneng bgt karena berasa berlibur bersama-sama.

Singkat cerita acara lamaran Alhamdulillah terselenggara dengan lancar,ada kelegaan tersendiri saat semua itu sudah terlaksana. Rasanya baru kemarin merasakan si Epit kecil ini masuk SMA,trus kuliah sekarang tau-tau udah ada seorang pemuda melamar adik saya ini. Epit adalah adik saya satu-satunya (say apunya kakak 2 orang dan 1 adik), sementara itu setelah selesai kuliah Epit memutuskan pindah ke Jakarta untuk bekerja.Saya dan Epit begitu dekat,karena saya adalah kakak diatasnya langsung dan diapun tinggal di rumah saya di Depok setelah dia pindah dari Lampung. Dan kebetulan juga saya mengenalkan Epit dengan salah satu sahabat saya di Kampus, Pradono, dari perkenalan itu mereka terlihat cocok dan hubungan terus berlanjut jadi sepasang kekasih.Intinya saya dan Tori yang jahil menjodohkan mereka,tapi Alhamdulillah toh kalo mereka sama-sama cocok???


Rasanya gimana mau iparan sama temen sendiri?ahahha..jangan ditanya deh gimana rasanya, lucu!tapi banyak asiknya sih…soalnya udah mengenal dengan baik si calon ipar inih..Mudah-mudahan kesampean deh niat baiknya sampe September nanti,amin..mohon didoaken ya!

Baju sulaman hasil karya saya,ehehe...

Oh iya,untuk acara ini saya khusus membuat baju khusus untuk Lulla dan Aya,kaos bersulam bunga,menurut gw sih cantik..Tori dan lainnya juga bilang gitu,kayaknya bisa buka pesenan kaos neh,kali aja yang berminat..ehehehe…

Thursday, February 26, 2009

Cemburu...


Kalo denger kata cemburu,kok rasanya kayak mendengar sebuah lelucon yang patut ditujukan buat orang –orang yang berpikiran dangkal dan gak dewasa yah?Beberapa orang bilang cemburu adalah tanda cinta,entah lah..Tapi emang gak lucu juga kalo dalam sebuah kisah cinta cuma ada yang indah-indah aja, rasa cemburu harus jadi pelengkap,katanya kayak gitu…

Buat saya pribadi cemburu adalah konsekuensi dari sebuah kisah cinta,gak semua wanita membuat saya cemburu tapi ada hal-hal tertentu kadang mampu membuat pipi saya memerah dan hati saya mencelos,alias jealous.Jaman dulu kalo saya pacaran sama cowok,dan kalo ada cewek lain terang-terangan naksir ma pacar saya,saya malah merasa tertantang untuk show off kemesraan,tapi bukan cemburu,sama sekali gak merasa kecil hati,justru sebaliknya merasa luar biasa powerfull..dan saya merasa gak pernah ragu melempar cowok itu ke pelukan tu perempuan kalo emang dia mau,saya gak pusing pusing karenanya!Egosentris banget.

Tapi itu pada saat muda dulu,belom ada rasa kawatir akan kelanggengan hubungan,buat saya saat itu putus cinta bukan masalah,saya pernah kok pacaran cuma 15 hari sama seseorang padahal tu orang PDKT ke saya bulan-bulanan,tapi saya gak pernah ragu untuk bubarin hubungan,jauh lagi saya mo capek-capek mengalami cemburu,buat saya ketika udah gak nyaman,ya buang aja jauh-jauh toh lelaki gak cuma satu. Itu prinsip saya dahulu,ketika usia masih belia,belom kenal komitmen.

Tapi sekarang, jauh berbeda.Saya si Egosentris ini harus merasakan juga yang namanya jelous alias cemburu,emang sih saya berusaha menekan perasaan itu sedalam-dalamnya,ya mungkin karena saya punya sifat Egosentris tadi,jadi saya gak mau menunjukkan perasaan jelous saya yang sebenarnya,walo itu menyiksa sekali…

Entah lah,saya juga masih gak terima kalo saya sampe dilanda jelous seperti ini,jelas-jelas yang dulunya rajin jelous adalah Tori bukan saya. Gimana saya mo jelous,lha wong suami saya gak punya mantan pacar,beda sama saya yang punya ‘sejarah’ dengan beberapa orang. Dan bener aja kata pepatah bahwa roda kehidupan itu berputar, sekarang saya baru nyadarin,bahwa sejak saya menikah saya memang jelas lebih was was dengan lirikan perempuan lain kearah suami saya,sementara saya merasa gak ada satupun alasan suami saya untuk jelous pada saya,karena saya toh gak pernah berdekat-dekat sama lawan jenis kecuali temen-temen gank saya yang kesemuanya udah kayak sodara, dan faktanya kalo perempuan sudah berbuntut jelas gak pernah dapet lirikan dari pria di luar sana,ahahha..bukan bermaksud genit yah!Beda deh sama laki-laki,makin mapan mereka kelihatannya, maka makin berliur pula wanita-wanita diluar sana untuk memilikinya.

SI husband yang bikin saya saat ini merasa jealous abis!!!


Saya pernah sekali dapat semacam peringatan dari seorang teman,agar saya berhati-hati karena menurut dia makin hari suami saya makin ‘kinclong’,dan beberapa teman juga bilang Tori makin hari makin keliatan muda dan keren, saya awalnya gak aware, toh Tori gitu-gitu aja dimata saya,kulitnya ya gak juga memutih dan bening, bodynya gak juga tambah tinggi maupun kekar.Tapi entah mengapa ‘bisikan’ orang-orang itu makin lama makin seperti gurita yang membebat hati saya,dan sekarang saya disini, lagi dilanda cemburu tak beralasan. Saya gak tau Tori sadar apa enggak kalo saya lagi sebelllllll,merasa tersisih,merasa marah kalo dia keluar rumah dengan pakainan-pakaian terbaik miliknya dan merasa pengen mengikat dia dirumah!!!!!!

Entah lah saya ngomel sendiri dalam hati,marah-marah sendiri dan kesel sendiri,tapi kalo saya berfikir logis,saya cemburu pada apa sih atau sama siapa sih?saya sendiri gak tau jawabannya.

Apakah saya sekedar takut akibat ‘bisikan’ teman-teman saya itu???Saya gak tau!

Yang pasti saya lagi jelous saat ini,saya lagi merasa takut kehilangan dia,saya takut suami ganteng saya (boleh lah narsis dikit) direbut orang atau direnggut sesuatu,entah kerjaan ataupun kesibukan.Pokoknya saya jelous!!!Silahkan ketawa rame-rame mengetawain sifat kekanakan dan kedangkalan saya,tapi saya merasa gak ada yang salah dengan merasa takut kehilangan orang yang paling kita cintai.Saya cinta dia dengan segenap hati saya,dan kalo saya saat ini merasa takut kehilangan,mungkin karena sekarang udah fasenya sifat egosentris saya yang dulu harus berbalik arah. Sudah waktunya saya merasakan cinta yang sebenarnya,ada rindu dan cemburu,lengkap sudah saya merasakan getir manisnya mencintai…

Well…baru saya tau apa rasanya cemburu,dan sungguh menyiksa! I hate be jealous..but now I feel it!

Monday, February 23, 2009

Cowok Ganteng Pertama Buat Lulla...


Ini kejadian tadi malem,obrolan saya dan Lulla yang di kamar.

Lulla : “Mah,papa kan gak cakep”
, Lulla berbisik ke saya pas liat papanya baru pulang dan melepas dasi di kamar.
Ekspresi saya bingung,maksudnya yang cakep siapa kalo bukan papa nya?saya kali ya maksudnya *gee r modeon*

Saya : “Oooh gitu ya,emang yang cakep siapa?Mama??” (sumpah gaya gw pe de najong deh)

Lulla : “Enggak..,bukan mama..”(Gleg!tuh kan bener saya kege er-an..)

Saya : “jadi siapa?”

Lulla :“itu loh,temennya Binda (Binda = Epit adik gw)”

Saya :“Ooh..Oom Dono (pacaranya Epit)”

Lulla : “Bukan,itu Ma..,yang temen mama juga..”
Idiiiiiiih siapa sih, yang dimaksud temen epit yang juga teman gw selain Dono?Penasaran gw..

Saya : “yang mana Kak?”

Lulla : “itu yang bobo di rumah kita itu..”
Waks!nginep rumah kita?setau saya temen-temen saya belom ada yang nginep rumah,yang ada juga sepupu-sepupu saya yang abis pada nginep rumah pas malem minggu kemaren sepulang karoke bareng.Kayaknya yang dimaksud Lulla sepupu2 saya itu deh,dia kan gak ngerti apa itu arti istilah sepupu.

Saya : “ooooh ..,4 Oom yang kemaren nginep sini?,mangnya yang mana yang cakep?”
Lulla cengar cengir,dan saya jadi geli pisan liat muke-nye..
Sambil memutar mouse,saya mengarahkan ke album foto bersama sepupu-sepupu saya yang dimaksud (Yuda,Adit,Fikar dan Kemal).

Saya: “Yang mana?”

Lulla : “ini nih,..yang ini..,dia cakep..”

OMG..yang ditunjuk adalahFikar,sepupu saya yang berumur 17 tahun,emang sih ganteng,buat ukuran cowok yang bergaya khas ABG. Selama ini dia sering ketemu Fikar tapi gak seintens belakangan ini,karena 3 minggu berturut-turut kami ketemuan dan terakhir Fikar menginap di rumah kami.

Ya ampun sodara-sodara..ini kali pertama anak saya berkomentar tentang lawan jenis yang menurut dia cakep atau ganteng.
Dia gak pernah memuji teman seusianya seperti itu,event Sutan sekalipun yang emang terkenal ganteng.Jadi inilah kali pertama putri saya mengenal konsep ‘cowok ganteng”,ahhahaa..
Buat saya ini lucu-lucuan aja,mengingatkan saya bahwa anak saya sudah besar dan bisa memberi penilaian.Toh ini bukan genit atau apa,dia punya mata dan selera,maka menurut dia ini yang ganteng atau cakep ya sah-sah aja,artinya dia sudah mampu mengungkapkan penilaiannya terhadap orang lain.
Tapi bokapnya jangan ditanya lagi deh gimana kecut cemberutnya,si papa emang agak posesif kalo berurusan sama anak kesayangannya ini…

Monday, February 16, 2009

14 Februari,Our Special Moments – Dinner @ Segarra

Kalo tanggal 14 Februari dirayakan berbondong-bondong oleh orang kebanyakan sebagai hari valentine,saya dan Tori gak demikian,kami gak kenal apa itu valentine,yang pasti tiap tanggal 14 Februari,kami selalu merayakan sebagai hari pertemuan pertama kami, 7 tahun lalu tepatnya.Kalo gak karena moment itu mungkin kami gak akan seperti sekarang ini,menjadi couple yang insyallah terus saling mencintai sampai akhir hayat…,amin!

Seperti yang sudah-sudah..saya danTori sempat sempatin untuk dinner bareng di tiap tanggal setiap tahunnya.Dan karena 14 Februari kali ini jatuh bertepatan di Hari Sabtu,maka acara dinner berdua berubah menjadi bertiga,karena Lulla turut serta dan ogah ditinggal di rumah.




Pemandangan dari Balkon lt 2 Segarra

Para penari latar lagi latihan












Lulla lagi niruin para penari latar menari...hiihihi


“Yo weis mo kemana kita???”,pilihan harus tempat yang cozy trutama untuk Lulla,pilihan jatuh ke Segarra.Secara mang dah lama pengen kesini…

Pas sampe sana,kami baru tau kalo lagi ada event,Romantic Escape with Glenn Friedly,walo mang suka ma Glenn tapi kami gak terlalu excited,secara abis nonton konsernya juga beberapa waktu lalu.Setelah bayar HTM kami dipersilhkan naik ke lantai 2 resto,dari sini kami bisa liat persiapan acara,saat itu kami sampai disana jam 5 sore.Lulla langsung excited pas liat para penari latihan,dan mulai ngikut-ngikutn gerakannya para penari itu,saya dan Tori jadi cekikikan sendiri…



Eh makin malem saya dan Tori merasa salah costume,ternyata acara malam itu dresscode-nya resmi,sementara kami sekeluarga berpakaian santai ala pantai,Tori dan Lulla lebih parah,mereka pakai celana pendek,wak waaaaaaaaaaaak….

Gimana menurut saya dan Tori tentang Segarra?,berikut saya akan mereview secara objective sebagai pengunjung yang baru pertama kali kesana.



Para penonton di bawah yang rapi jali pake gaun malam,ehehehe



Review Segarra Café

1. Letak Lokasi

Letak Segarra ada di kompleks Bay City Ancol, tepatnya di Pantai Carnaval.Kalo dari pertama masuk Ancol,setelah bunderan pertama langsung ambil kanan,lurus aja terus sampe ketemu Gong raksasa dan masih lurus lagi,pokoknya ngelewatin kuburan Belanda segala macem deh..,intinya mentok banget deh.Jangan coba2 kesana pake taxi,ntar pulangnya repot,eheheh..



Pantai pinggiran Jakarta,cuantik yaaaaa...
2. View Restaurant

Well..jangan ditanya gimana kondisi fisik resto ini,sungguh cantik dan viewnya aduhai bagus banget,secara emang dipinggir pantai pula,otomatis romantissssss…Satu lagi yang saya suka,pengelola pinter banget milih furniture dan alat makan,semuanya tampak berkelas banget.Menghibur pandangan mata.Kebetulan saya dapet tempat diatas jadi saya bisa menjelajah lebih banyak,dari atas view pantai kan terlihat jelas.Sesekali memandangi pesawat terbang yang melintas diatas perairan teluk Jakarta sungguh pemandangan yang gak biasa.





Kursi-kursi nyaman di Segarra

Tiupan angin pantai yang aduhaiiii...

3. Menu Sajian

Nah ini dia yang perlu disimak baik-baik,menu sajian disini bener-bener memanjakan lidah,absolutely enak!dari mulai minuman sampai main course. Tapi soal harga,ehm..saya harus jujur,makanan disini cukup mahal. Untuk main course setidaknya kita harus mengeluarkan kocek 150 ribu rupiah (itu yang paling murah) dan yang paling mahal sekitar 550 ribu. Kalo gak mau makan berat,mereka nawarin makanan berupa dessert dan starter,untuk dessert harga mulai dari 75 ribu sampe 250 ribu rupiah,gitu juga untuk menu starter. Harga soup yang relative murah,semuanya dibawah 100 ribu. Untuk minuman,mulai dari 20 ribu (untuk equil) dan kalo mau minuman soda rasa buah harganya sekitar 25 ribu,harga minuman alcohol yang emang tetep jadi juara mahalnya.



Fried Platter pesenan Lulla


Crispy Duck Spiced

Pokoknya bravo Segarra,menunya gak mengecewakan,kemarin kami nyicipin Crispy Duck Spiced,daging bebeknya totally lembut dan sauce-nya enak, Lulla memilih menu Starter berupa fried plater,kesemuanya enak,mulai dari calamari-nya,lumpia,prawn mayonaisenya,sampe crab cake-nya tapi untuk jamurnya saya pikir kurang matang,jadi aneh rasanya..Oh iya,perlu diingat juga bahwa menu disini porsinya besar,jadi hati-hati kalo mo pesan,mungkin bisa saling share aja.

Rahma Umaya-nya Hard Rock bertindak selaku MC,cantik ya???




Performa Glenn yang emang oke banget!

4. Pelayanan

Ini dia yang perlu saya tuangkan disini,saya jujur aja,selama disana saya tidak merasa nyaman dan gak merasa ‘homy’.Pelayanan ditempat ini harus saya akui kurang alias jauh dari kata memuaskan,saya merasa para pelayan dan security kurang bersikap ramah dan bersahabat.

Sejak saya baru datang,saya melihat ada 3-4 orang security (berseragam safari) berdiri di depan lobby,mereka menatap saya dengan tatapan menyelidik (tatapan yang memperhatikan dari atas sampai bawah) tapi tak satu orang pun dari security itu yang tersenyum menyambut apalagi menyapa,duh killer amat sih.Padahal dari luar situasi di dalam keliatan sedang ada event,rasanya gak ada salahnya kalo security itu menyapa dan memberitahukan ada acara apa didalam,mengingat pihak pengelola sama sekali tidak memberikan announcement di depan (minimal standing board kecil ky di hotel-hotel gitu lah) rasanya bukan hal aneh kalo saya kliatan agak bingung.Namun kebingungan saya sama sekali gak mendapat attention, karena para security di depan itu mematung kayak gedebong pisang,wek!

Sampai di pintu masuk bagian dalam,saya melenggang aja karena gak ada yang menyapa ya saya cuek,toh ini restoran,saya datang tujuannya mau makan.Tapi langkah saya disetop oleh pegawai disana,mereka menyebutkan bahwa malam ini ada event dan kalo mo masuk harus bayar,saya gak keberatan dengan bayarnya,toh itu wajar,tapi caranya itu loh yang bikin orang merasa risih.
Setelah saya bayar HTM,saya dipersilahkan untuk langsung ke atas,karena kalo dibawah dikenakan charge 500 ribu per orang plus dapet champagne pula, no way lah..

Sampe di lantai dua,saya melihat ada beberapa pelayan berkumpul di meja bar,lagi-lagi gak mendapat sapaan sama sekali. Kami memutar mencari tempat yang kosong,kosong artinya bukan terisi pengunjung lain maupun ditandai sudah di reservasi. Ketemulah bangku yang cozy,di balkon tepat menghadap panggung . Bangku itu gak ada tanda reservation,artinya boleh didudukin dunks???Kalo pun gak boleh paling enggak kan ada tanda ataupun ada larangan dari pihak pelayan yang pada bergerombol di meja bar yang hanya dipisahkan kaca dengan si balkon itu,tapi saat itu tak satupun melarang kami.Maka saya sekeluarga duduk disitu,sampai lebih dari 1 jam, gak ada satu orang pun pelayan yang nyamperin untuk bertanya kami dah siap order atau belum,kami dikacangain intinya!

Sampai menjelang magrib,tiba-tiba ada seseorang (dari baju hitam-hitam yang dipakai saya berfikir itu seperti security atau apalah…) menghampiri kami,bertanya ke kami apakah kami sudah reserve tempat apa belom. Saya kontan bingung, lho kenapa?saya masuk sini jujur aja gak tau sama sekali kalo ada event,saya kesini ya karena mo makan that’s all,sampe sana disuruh bayar HTM dan disuruh naik langsung ke lantai 2 pun saya nurut aja. Tau-tau itu orang mempertanyakan kenapa saya duduk dibalkon itu,saya juga bingung,karena sejak awal gak ada yang assist kami harus duduk dimana,saya dan keluarga intinya cari duduk di tempat yang gak ada tanda reservasi,karena kami juga punya etika untuk tidak meduduki tempat yang sudah dipesan orang. Tiba-tiba kami ‘diusir’ dari tempat itu dengan alasan sudah ada yang me-reservasi tempat itu membuat kami merasa gak nyaman sama sekali. Tapi oke lah kami nurut untuk pindah,walo saya memperingati tu orang bahwa lain kali pihak pengelola juga harus memperhatikan dengan benar apakah semua tempat duduk yang direserve sudah ditandai,kalo tidak ,maka akan banyak pengunjung yang gak tau dan menduduki tempat itu.

Setelah menjelang jam 8 malam, putri saya lagi bermain-maian dan berniat untuk melihat aksi panggung dari balkon,ketika dia menuju pintu geser akses ke balkon,putri saya distop oleh security,gak boleh ke area balkon karena dikawatirkan menganggu pengunjung yang duduk di balkon,o'oooow..agak berlebihan juga kesannya. Gak lama, si orang yang tadi ‘mengusir’ kami dari balkon,menghampiri meja kami,menanya-kan apakah kami mau pindah ke balkon.Saya mau-mau aja,tapi dia bilang ada syaratnya,saya dengan polos tanya balik ,apa syaratnya?
Tu orang bilang kalo mo pindah ke Balkon billing kami harus mencapai 500 ribu,hati saya mencelos..agak kesal,kenapa sih dia gak mengecek ke bagian kasir dulu tentang berapa yang sudah saya keluarkan malam itu disitu,dan kalo emang belom mencapai 500 ribu boleh lah dia nawarin ke saya sayarat itu,tapi kalo sebaliknya?kami kan merasa terganggu banget.Akhirnya tu orang balik ke bagain kasir mengecek jumlah pembelanjaan saya,lalu kembali ke meja saya untuk mempersilahkan kami pindah. Saya nurut pindah kesana karena Lulla emang pengen liat aksi panggung,kalo bukan karena alasan itu saya udah pulang deh….


Jujur saja,perlakuan semacam itu gak elegant sama sekali,untuk ukuran sebuah resto berkelas seperti itu,kayaknya pelayanan harus dikedepankan. Pengalaman saya berkunjung ke resto-resto mewah lain membuat saya bisa membandingkan, security di tempat-tempat semacam itu biasanya ramah dan bersahabat,karena mereka juga tau, mereka menghadapi orang-orang yang juga bukan ‘gembel’,jadi dengan sikap ramah dan bersahabat bisa kok tetap mengatur keamanan dan ketertiban.


Positif thingking saya dan Tori adalah,apakah karena malam itu ada event jadi para pelayan pun terlihat gak kooperatif sehingga tidak terlihat menyambut pengunjung dengan ramah dan mau nyamperin duluan untuk menanyakan kesiapan pengunjung untuk meng-order (karena malam itu kalo gak dipanggil para pelayan tidak mau menghapiri pengunjung). Mudah-mudahan kalo lagi gak ada event seluruh pelayan dan security tidak bersikap demikian,mudah-mudahan…


Saya nulis ini no hard feeling,buat saya selaku penikmat tempat makan enak,saya harus fair menjelaskan secara berimbang tentang kelebihan dan kekurangan tempat makan ini.Dan saya harus akui,sungguh ironis,sebuah restoran seperti Segarra dengan menu yang luar biasa lezat dan tempat yang luar biasa indah,ternyata tidak memberikan kenyaman bagi pengunjungnya hanya karena pelayanan dan perlakuan yang bisa dibilang sama sekali gak elegant.

Mudah-mudahan bisa menjadi perhatian bagi pihak Segarra,maaf kalo tulisan saya gak berkenan..