Friday, August 31, 2012
Membangun Mimpi, bentuk upaya kemandirian financial keluarga
Wednesday, December 29, 2010
Menghadapi Suami Cuek
Gak banyak, terutama ini di Indonesia, atmosfer masyarakat patriarki yang membuat pria terbiasa menjadi manusia yang selalu diunggulkan. Pria Indonesia dikenal cuek pada pasangan,kurang helpful,tidak romantic dan tidak gemar memuji. Beda dengan pria Amerika atau Eropa yang biasa dengan kemandirian sehingga cukup helpful di rumah tangga, gamblang dan biasa menganggap romantis adalah hal yang gak cengeng.
Beberapa hari lalu saya melihat keluhan seorang teman di FB yang menumpahkan uneg-uneg tentang sikap cuek suaminya. Ini bukan pertama buat saya melihat hal serupa,bahkan banyak kasus cueknya si lelaki sampai merusak rumah tangga yang dibangun. Ketidakpuasan istri akan sikap suami jelas memicu keributan terus menerus,sehingga masalah semakin hari semakin besar.

Kecuekan pasangan biasanya kalo didiamkan akan menjadi parah dari hari ke hari,awalnya dia akan cuek pada istri lama-lama dengan adanya anak pun ia bisa cuek lepas tangan semua urusan anak kepada istri,yang lebih parah apabila si istri biasa memenuhi kebutuhan hidup sendiri,lama-lama nafkah materi yang harusnya ia terima pun terancam tidak diterima karena kecuekan suami.Ini bisa saja terjadi,jika tidak dikomunikasikan terus menerus.
Jangan tanya saya kenapa pria begitu cuek?entah karena system pola pikirnya yang praktis membuat mereka enggan melihat detail kebutuhan perasaan perempuan atau apa saya juga gak mengerti,saya yakin dari aspek psikologis pasti ada penjelasan mengenai hal ini.
Tapi selaku perempuan yang juga memiliki suami dengan sikap cuek, tentu saya puas merasakan asam garam perseteruan gara-gara hal ini.
Sampe sekarang saya masih sering mengalami,meski sedikit banyak si cuek yang menjadi mitra sekamar saya itu udah mulai berubah,padanya saya menerapkan sebuah prinsip. Kalo prinsip yang saya anut adalah “mengalah dulu lalu berperang”.
Prinsip saya itu saya terapkan di rumah, pertama saya memang cenderung mengalah,saya bukan type istri yang banyak nuntut, saya membiarkan dia tetap bebas mengelola uang pribadinya,berhubungan dengan keluarga,taman dan hobbynya, saya membiarkan ia menikmati hidupnya,intinya saya bersikap sangat toleran padanya. Tapi dibalik itu saya membuat perhitungan jika sikap cuek dia sudah mulai mengganggu. Sikap mengalah saya tentu gak bisa terus- terusan, jika apa yang ia minta selalu saya kabulkan,maka sekali-kali permintaan saya juga wajib dia turuti dounk?setidaknya dia tau kalo saya sampe marah dan complain itu artinya ada sesuatu yang diluar batas toleransi saya pada dia.
Emang biasanya saya ngomel, kalo ngomel gak mempan, saya akan memberi jarak padanya untuk sementara,yang biasanya saya memanjakannya maka untuk sementara saya akan pasang aksi mogok memberikan kasih sayang saya padanya,saya biarkan dia berfikir bahwa gak enak hidup tanpa perhatian dan kasih sayang dari orang yang kita sayangi. Biasanya dalam 2 hari dia sadar,betapa dia salah.
Kedua jika dia cuek pada anak,rajin –rajinlah menasehatinya agar tidak cuek pada anak,karena efeknya akan terasa jangka panjang. Berilah contoh kasus2 yang anda temui di masyarakat yang diakibatkan anak tumbuh pincang kasih sayang,angkat masalah orang yang berkaitan dengan hal ini,ajak ia diskusi, dengan diskusi sesering mungkin anda akan memperoleh kesepakatan visi dan misi dalam mendidik anak-anak, insyallah iapun akan memiliki kesadaran dan semangat yang sama untuk mengubah kecuekannya pada anak.
Intinya,jangan lelah menegurnya dan mengajarkannya cara memperlakukan pasangan dengan baik. Memperlalukannya dengan baik dan penuh hormat adalah investasi ajaran anda padanya, sehingga bila suatu hari nanti ada hal yang tidak berkenan padanya,anda dapat mengingatkan dia tentang bagaimana cara anda memperlakukan dia dan anda ingin diperlakukan sama. Jangan biarkan dia bingung dalam menentukan langkah untuk memperlakukan anda seperti apa.
Gak mudah menghadapi sikap ini, butuh kesabaran dan ketelatenan,saya juga belum berhasil total kok, suami saya masih sering ‘kumat’, tapi setidaknya mengajarinya bagaimana bersikap sedikit banyak mengingatkan dia,”oh iya istri saya sudah luar biasa memperlakukan saya,saya gitu gak ya ke dia?”,rajin rajin menegur dan berdiskusi.
Jangan juga berharap tiba-tiba suami anda akan menjadi seromantis Richard Gere di film-film cinta, lihat pada hal-hal yang esensi, misalnya pada saat anda sakit, apakah ia sudah mulai lebih ber emphaty dan mau membantu anda mengurus anak-anak dan mengurus anda, jika itu terjadi, jangan lupa katakan terimakasih,hargai apa yang ia lakukan.Lakukan perubahan secara bertahap dan dari hal-hal yang bersifat essensial dan logis. Intinya jangan terlalu muluk ingin suami anda berubah drastis, hargai proses,karena gak mudah merubah prilaku yang sudah tumbuh berkembang puluhan tahun di diri seseorang bukan?
Tuesday, June 29, 2010
a lot of stories...
Pertama soal gegernya negeri ini akan beredarnya vido porno yang dilakoni artis kenamaan, bahkan dua diantaranya (ada 3 pelaku) adalah orang- orang yang cukup saya kagumi, yeaaay....Ariel peterpan yang menurut saya cukup genius dalam menciptakan lagu dan Luna maya si mata indah, artis bermata paling indah menurut saya. Well, mungkin pendapat saya sama dengan jutaan orang lainnya, sehinga ketika meledaknya kasus video itu,maka luluh lantaklah semua pembritaan nasional, didominasi oleh berita video itu.kasus politik, kisruh kisruh KPK,kepolisian,Korupsi yang dilakukan oleh karyawan pajak si milyarder kagetan Gayus tambunan, semua seolah pyarrrrrrrr oleh berita ini. Sejak pertama bergulir hanya itu kekawatiran saya, yaitu tertutupnya kasus Negara lainnya karena si video gak pantas itu,dan terbukatilah, masyarakat seolah menengok video itu,kasus kasus penting yang lainterabaikan lah,luput dari pandangan.Saya akui kasus ini penting,karena merusak moral anak bangsa kalo didiamkan,tapi diperkarakan bukan berarti peredaran video itu tidak dihentikan, walau bagaimana semua pihak harus mendapat ganjaran, sama-sama kita dalam semangat yang sama anti pornografi!semalatkan mental anak-anak kita kelak…

Kedua, soal Lulla ku yang sudah menginjak kenaikan kelas menuju TK B. Saat ini ia sedang menikmati liburannya. Gak kemana-mana kok, hanya ke Puncak saja weekend ini (3 dan 4 juli 2010), sisanya ia habiskan dengan kursus melukis di Mitrahadiprana Kemang. Saya sengaja atur kegiatan untuknya di pagi hari,sama aja kayak jam pergi sekolah. Kesannya saya kejam ya?anak liburan kok disuruh kursus.
Gak gak gitu, jgn salah paham dulu sama saya, ide aawalanya adalah saya ingin Lulla punya kebiasaan untuk selalu aktif.Saya rada gak suka sama orang yang punya kebiasaan membuang- buang waktu untuk bermalas-malasan. Okelah jika weekend, tapi kalo sepanjang hidupnya ia malas-malasana dan tidak menghargai kehidupan yang diberikan Allah, saya gak setuju. Jadi sejak kecil saya mengajarkan Lulla untuk mampu memanfaatkan waktu yang dia miliki untuk sesuatu yang berguna yang mampu meng improve dirinya. Dengan adanya waktu libur selama 3 minggu,saya gak mau melihat Lulla membiasakan diri bangun siang, selain alasan yang tadi saya sebutkan, saya juga gak mau ketika nantinya tiba mulai masuk sekolah lagi Lulla jadi sulit dibangunkan kalo pagi hari.Saya lagi yang repot.

Ide kursus harus benar-benar dicermati oleh orang tua, mengisi liburan anak dengan kursus gak boleh sembarangan ditentukan oleh orang tua. Kembali lagi tanyakan pada anak, akan minatnya kegiatan apa?lukis kah, menari,berenang,bola,robot,bahasa,music atau apa?
Sebelum anda menawarkan ada hal mendasar yang perlu dilakukan, mulailah kenali hobby anak anda sejak dini,jika anda mengenal apa minat anak anda,maka mulai lah perkenalkan kegiatan-kegiatan realnya. Misalnya,pada anak laki-laki ada yang suka mainin bola, gak ada salahnya sekali-kali sejak ia bisa berjalan perkenalkan permainan bola di rumput lapangan terdekat dengannya,seiring bertambahnya umur gak ada salahnya jika ia mulai diperkenalkan permainan bola di tv lalu aturan main bola.Jika itu memang minatnya ia kan memilih minat itu untuk menjadi hobbynya.
Jika anak suka menyanyi, gak ada salahnya anda mulai memperkenalkan alat music, insyallah lambat laun stimulus anda akan berjalan.

Tapi sekali lagi, jangan memaksa,biarkan anak anda melakukan karena ia ingin dan terhibur selama melakoninya.
Apa yang menurut anda baik belom tentu disukai anak anda, jadi gak ada gunannya memaksa nak-anak atas hobby yang ia tidak suka.
Sekedar tips dari saya…back to Lulla, ia mengikuti kegiatan melukis sejak holiday tahun lalu, ia kepincut dunia corat coret ini sejak 7 bulan, ia sudah kenal pensil warna.anehnya itu pensil sudah dia pahami untuk menggambar bukan digigit gigit. Sejak itu saya mulai menstimulus dengan menyiapkan fasilitas seperti menyediakan alat gambar,buku sketsa dan lainnya. Kami bahkan mengapresiasikan untuk menempel karyanya di pintu kulkas.Ia makin semangat.
Lalu setelah ia berumur 4 tahun kami mengajak nya untuk menghabisi liburan dengna melukis, dan ia sangat semangat karenanya. Ia semangat untuk membuat karya terbaik nya. Maka ia pun menjadi tidak sabar tiap kali harus datang ke Mitrahadiprana..
Gak terasa mulai 12 Juli ia duduk di kelas B,ia masih kerepotan membaca kalo kata-katanya panjang,ia mulai menyukai menghitung menggunakan metode jarimatika, dan yang selalu stabil adalah maslah art.
Masalah di sekolah, ia baru-baru ini berkonflik dengan teman yang membuat gank (omaigat anak tk bikin gank?), saya selaku orang tua gak mau juga membuat anak saya takut menghadapi prilaku teman seperti itu (rada suka bullying dan mengganggu) tapi juga saya gak mau membuat anak saya jadi dendeman,jadi saya mengajarkannya untuk tetap jadi diri sendiri dan memperbanyak teman, kaloa da yang nyebelin ya tinggalkan,masih banyak teman lain.Sofar Lulla sukses melalui nya.Dan siapa sangka hasil rapornya bagus,begitu banyak pujian sekolah terhada[pnya, terutama kemampuannya menangani konflik dan kedewasaanya dalam bersikap.Sungguh rasa malu menjalari saya, saya gak banyak waktu untuknya,tapi ia berkembang dengan dewasa dan bijaksana, darimana ia belajar semua itu?

Ya itulah perkembangan saat ini, saya masih di pekerjaan saya,ngurus karyawan, saya belom juga hamil dan ini membuat saya jadi begitu kepikiran, dan saat ini Tori sedang banyak-banyaknya membela klien di persidangan dan persidangannya di daerah pula, jadi semingu kami hanya bertemu 2- 3 hari saja di rumah…
Ya begitulah ulasan dan pemanasan saya untuk kembali menulis..cao!
Thursday, January 7, 2010
Jika Kamu Ber-IQ rendah…
Orang terlahir ke dunia membawa bakat kecerdasan IQ masing-masing, ada yang terlahir memang memiliki kecerdasan diatas rata-rata, rata-rata saja atau dibawah rata-rata, bahkan idiot sekalipun ada. Itu adalah given seperti layaknya paras yang cantik atau jelek. Gak ada yang mampu menafikkan itu semua.
Tapi buat saya, bukan berarti kiamat dan gak ada masa depan bagi mereka-mereka yang terlahir kurang, dalam hal ini saya bicara soal IQ. Well…, saya bukanseorang praktisi psikologis yang mampu meninjau lebih lanjut tentang teori kecerdasan IQ ini, saya hanya praktisi HR yang ngurusin karyawan day by day, saya jadi menelaah prilaku orang dan kadang tanpa sengaja melirik ke latar belakang kecerdasan IQ seseorang ketika melihat pola pikir dan pola tingkah lakunya yang kadang gak masuk akal bagi saya.
Saya awalanya kekeuh berpendapat bahwa IQ bukan segalanya, saya punya pemikiran bahwa IQ gak berpengaruh di dunia kerja. Tapi pemikiran saya itu agaknya harus saya ralat sedikit.Ini terjadi karena apa yang saya alami dan apa yang saya temui di tempat kerja saya, dan amatan saya bertahun-tahun membuahkan pikiran bahwa IQ itu relative penting di dunia kantoran.Meskipun untuk menjadi sukses di kantor orang gak harus ber IQ super, rata-rata pun sudah cukup mampu memikul beban kerja yang diberikan menurut saya…
Contohnya gini, saya pertama kali bekerja di tempat kerja saya, saya ditugaskan untuk membenahi kantor dengan formasi karyawan yang sudah cukup padat, artinya jaman dulu kala sejak perusahaan berdiri, perusahaan banyak merecruit orang tanpa pikir-pikir apakah perusahaan benar-benar butuh orang kayak gini atau tidak, gak heran banyak orang dulunya masuk perusahaan ini karena unsur titipan si ini dan si itu…karena sifatnya yang titipan itu sehingga management tidak melihat lagi kualitas orang tersebut,bisa kerja atau tidak,punya pengalaman atau tidak, intinya masa lalu membuat management terbebani sama orang-orang yang sama sekali gak kompeten. Dulu saat perusahaan masih kecil tentu keberadaan manusia2 gak kompeten ini tidak terlihat mengganggu,tapi lihatlah ketika perusahaan growing up, orang-orang ini justru menjadi penghalang kemajuan, bukan karena gak bisa ditertibkan,tapi justru karena mereka gak siap menghadapi perubahan untuk maju, sehingga mereka seolah seperti keong ditengah orang-orang yang melompat seperti kelinci menghadapi perubahan.
Saya mencoba mengidentifikasi manusia-manusia keong ini, saya mencoba menganalisa perilaku mereka, dan pihak management pun akhirnya melakukan test psikologi serentak untuk melihat kesiapan orang-orang untuk tumbuh pesat bersama perusahaan. Dan hasilnya,manusia-manusia yang saya identifikasi sebagai manusia keong itu ternyata benar adanya merekalah karyawan-karyawan dengan IQ rendah dibawah rata-rata.
Lama saya berfikir,apa karena IQ yang rendah membuat orang-orang ini sulit diajak berkembang?
Dan dengan waktu yang berjalan, maka saya dapat jawaban, bahwa benar adanya bahwa ada hubungannya antara IQ dan kemampuan orang berfikir taktis dan cekatan dalam bekerja. Orang dengan IQ dibawah normal harus diberi pekerjaan yang benar-benar jelas instruksinya,jangan berharap mereka mampu mengambil inisiatif maupun membuat terobosan. Meskipun untuk pekerjaan yang sudah diarahkan dengan detail, orang semacam ini perlu mendapat pengawasan ekstra ketat,karena jika tidak, apapun pekerjaan yang diberikan meskipun jelas directionnya,jika tidak terus menerus diawasi, lambat laun tidak akan dikerjakan oleh orang-orang ini,karena mereka cenderung gak memiliki keinginan untuk berjalan sendiri secara otomatis. Jujur saja orang seperti ini akan bikin capek atasannya…Sehingga para atasan yang memiliki staff atau bawahan seperti ini harus ekstra sabar dan terpaksa harus lebih pay attention dengan pekerjaan orang-orang ini. It will be takes time, karena si bawahan jadi tidak bisa dilepas sendiri,entah sampai kapan…
Tapi….bagi orang-orang dengan IQ kurang bukan berarti harus menenggelamkan diri dengan rendah diri dan tidak semangat, saya selalu yakin, bahwa orang yang terlahir dengan kondisi sekurang apapun pasti memiliki jalan keluar untuk mengantisipasi kekurangan yang dimiliki. Begitu pula dengan orang yang terlahir dengan IQ kurang pasti memiliki solusi untuk maju, saya mencoba mencari kunci untuk sukses di dunia kantoran bagi orang-orang semacam ini yaitu memiliki semangat yang besar untuk berusaha,memiliki kedisiplinan diri yang tinggi dan keinginan untuk menerima kritik.
Pertama adalah Semangat yang besar untuk berusaha, orang dengan kapasitas ini harus mampu melihat kedalam dirinya, bahwa ia terlahir dengan kapasitas yang kurang,sehingga effort yang dibutuhkan untuk sama seperti orang itu jauh lebih keras,maka harus jauh lebih semangat belajar mengejar ketinggalan. Logikanya gini,kalo orang terlahir sudah cerdas, mereka cukup mengamati sesuatu tanpa perlu mempelajari lebih dalam,mereka akan sudah bisa mengerjakan penugasan dengan sempurna, nah itu berbanding terbalik dengan orang ber IQ kurang, mereka harus mampu 1000 x lipat berupaya untuk mencerna sesuatu hingga ia bisa mengerjakan sebuah penugasan dengan sempurna.
Kedua adalah kedisiplinan diri yang tinggi, orang dengan IQ rendah kembali lagi harus punya kedisiplinan untuk terus menerus mengasah diri, ia harus membiasakan diri untuk terus disiplin dalam artian focus menjalani proses belajar maupun melaksanakan penugasan. Logikanya gini,jika orang yang memiliki IQ cerdas dapat dengan cepat mengejakan penugasan karena mereka memiliki daya pikir yang taktis sehingga memiliki cara kerja cepat tersendiri,maka orang dengan kapasitas IQ kurang harus senantiasa focus dan disiplin menjaga konsentrasi kerja mereka sehingga mampu memanfaatkan waktu kerja sebaik-baiknya, mereka juga dituntut untuk senantiasa disiplin dalam pengelolaan waktu yang dimiliki sehingga mampu mencapai target kerja dan target belajar tanpa mengganggu jalannya team.Coba bayangkan jika anda dengan IQ rendah yang sudah bisa dipastikan gak mudah untuk bekerja dengan taktis sementara harus banyak membagi waktu anda untuk misalnya,minat social yang tidak penting,pasti pekerjaan anda gak akan selesai tepat waktu,dan efeknya anda malah menjadi beban bagi team anda karena anda akan berada paling belakang menuju garis finis.
Ketiga Keinginan menerima kritik, kenapa saya bilang demikian?karena terlahir dengan IQ kurang,kadang mempengaruhi cara berfikir,kadang ia berfikir sesuatu dan merasa apa yang ia pikirkan itu sudah benar tapi pada kenyataannya tidak terfikir olehnya jika itu merugikan orang lain atau berdampak buruk bagi dirinya sendiri. Orang semacam ini kadang tidak memiliki kemampuan menganalisa dampak-dampak jauh didepan atas tindakannya,maka kuncinya adalah harus mau dikritik, harus terima jika diarahkan yang benar, orang semacam ini gak boleh egosentris dan merasa benar sendiri,ia harus melihat ke dalam dirinya dan menyadari kekurangannya. Dan mencoba menerima kritik sebagai rambu-rambunya bertindak dan berpendapat dilain kesempatan.
Selain ketiga hal diatas yang perlu ditingkatkan, ada 2 hal yang harus dihindari yaitu :
- Positif Thingking, orang dengan IQ yang kurang harus senantiasa menjaga sikap positif thingking karena sekali saja anda terpengaruh dengan pemikiran negative, pikiran anda akan terhanyut terus kesana, padahal kapasitas berfikir anda tidak besar jadi anda seperti membuang-buang energy dengan berfikir negative sementara begitu banyak hal yang harus anda kejar dan itu membutuhkan seluruh kemampuan berfikir anda.
- Menjaga Minat Sosial Secukupnya, Hal penting lainnya adalah mereka yang memiliki kapasitas IQ seperti ini harus menjaga minat social yang dimiliki, artinya gini…dengan diri anda yang tidak pandai menganalisa dampak perkataan atau pendapat anda terhadap orang lain,saya sarankan untuk lebih menjaga lisan, jangan berani-berani menyebarkan informasi atau sesuatu yang menurut anda masih di pikiran anda tanpa anda tau kebenarannya, dan jangan terlalu menenggelamkan waktu dan pemikiran anda untuk sesuatu yang sifatnya pergaulan social terutama di kantor,karena anda jauh lebih dibutuhkan untuk konsentrasi bekerja dan konsentrasi mengelola diri anda menghadapi target kerja,jangan sekali-kali mengorbankan target kerja dengan minat social anda, karena sudah dapat dipastikan anda gak memiliki kemampuan membagi bagi pikiran.Dan karena daya analisa orang semacam ini lemah,kadang membuat orang seperti ini kurang pandai memperlakukan orang lain dengan bijaksana,sehingga kehadirannya kadang malah dianggap mengganggu apalagi kalo orang tersebut keinginannya besar untuk berkomentar dan ingin diperhatikan.Bukankah kita harus sama-sama ingat bahwa tong kosong nyaring bunyinya,kan malu udah salah berkoar-koar pula…eheheh
Intinya, orang semacam ini harus memiliki effort keras untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya. Mengingat daya analisis yang kurang,kemampuan bekerja taktis yang lemah, kemampuan mencerna sesuatu yang baru juga lemah dan kemampuan menemukan suatu terobosan kerja yang sulit. Jika anda terlahir dengan given seperti ini,saya sarankan untuk lebih banyak mengkoreksi diri,dan mulailah 3 tips yang saya katakan diatas dan hindari 2 aspek yang say asebut diatas agar anda tidak makin terpuruk.
Suatu proses memperbaiki diri dan mengakselerasi diri memang berat tapi saya yakin ada hasilnya. Kuncinya ada pada anda,mau meratapi takdir seumur hidup atau seumur hidup berupaya keras untuk merubah takdir itu menjadi sebuah kesuksesan??
Tuesday, August 4, 2009
Tips Managemen Rumah Tangga Efektif Bagi Ibu Bekerja

Betapa sulitnya membagi waktu untuk kantor dan rumah tangga bagi Ibu bekerja,jelas itu saya alami sendiri. Kecuali bagi mereka-mereka yang masih tinggal berasama orang tua,tentu hal ini gak banyak berpengaruh, toh mereka gak terjun langsung menyerahkan ‘kerjaan ‘ rumah ke pembantu atau Baby sitter,tapi bayangkan kalo seperti saya, saya dan Tori sama-sama gak mengandalkan jasa orang tua untuk menangani rumah tangga dan anak.
Sejak putri saya berumur 1 tahun,kami memutuskan tinggal di rumah sendiri hanya dibantu oleh pembantu rumah tangga. Dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kesibukan, kami me-recruit orang lain untuk mengurus tanaman dan mengurus mobil. Tapi dengan adanya bantuan dari orang-orang itu,tidak membuat saya dan Tori bisa lepas tangan begitu aja.
Alhamdulillah untuk supir dan pengurus tanaman, kami gak menemui kesulitan,langsung cocok dan awet. Tapi soal pembantu rumah tangga,saya mengalami beberapa kendala, sejak pembantu kepercayaan saya (Jannah) resign untuk menikah,jujur saja kami mengalami beberapa kali pergantian pembantu,dan sepanjang itupula saya gak menemukan pembantu secerdas Jannah. Andai saja Jannah tidak berencana menikah,tentunya dia masih bersama kami sekarang ini.
Sejak Jannah tidak ada, saya pun harus menurunkan ‘standar’ operasional rumah karena Sumber Daya Manusia yang tersedia pun sulit untuk memenuhi target kerja yang sesuai standar kami sebelumnya. Intinya pembantu saya yang ada benar-benar ‘payah’,minim inisiatif dan sulit menangkap instruksi.
Untuk itu saya berfikir untuk merombak management di rumah,dan saya terjun langsung mengkomando keseluruhannya,mencoba agar seluruh rangkaian kegiatan benar-benar menjadi kebiasaan bagi orang-orang ini.Berikut saya coba untuk berbagi tips dengan teman-teman tentang management efektif yang saya terapkan di rumah:
1. Pastikan pembantu yang anda recruit dapat membaca,ini berkaitan dengan kemampuan dia membaca petunjuk teknis tertulis yang anda buat di rumah;
2. Jelaskan mengenai alur kerja harian mereka,dan buatkan alur kerja dan schedullenya dalam bentuk tertulis dan pasang di tempat-tempat yang selalu mereka lihat.
3. Buat pembagian kerja harian,seperti :
Si A : masak,nyapu dan ngepel rumah (including garasi dan teras), membersihkan seluruh kamar,mengelap semua perabot.
Si B : Nyuci,mengurus Lulla, Setrika dan menyusun baju ke lemari
4. Buat Jadwal pengerjaan pembersihan tempat-tempat tertentu yang dianggap makan waktu, dan dapat dikerjakan seminggu sekali, penyusunan dibuat berdasarkan hari, misal:
Senin Membersihkan Kamar Mandi Ibu/Bapak (tugas si A)
Membersihkan Kamar Mandi belakang (tugas si B)
Selasa Membersihkan Lemari Dapur (tugas si A)
Membersihkan ruang cuci (tugas si B)
Rabu Membersihkan Kulkas (tugas si A)
Membereskan lemari Baju Lulla (Tugas si B)
Kamis Membersihkan Lemari penyimpanan makanan dan lemari penyimpanan sabun2 (tugas si A)
Membereskan lemari baju Ibu/Bapak (tugas si B)
Jumat Menjemur karpet dan kasur ruang keluarga (tugas si A)
Membereskan rak sepatu (tugas si B)
5. Lakukan belanja bulanan untuk keperluan pembelian :detergen,pewangi pakaian,cairan setrika,sabun,shampoo,cairan pel lantai,beras,minyak,kecap,segala macam sauce yg biasa dikonsumsi,gula,kopi,teh, margarine,garam,camilan anak,panganan siap saji (nugget,sosis dan mie instant), dll.
6. Lakukan penyusunan menu makan harian untuk satu minggu.
7. Lalu belanja ke pasar tradisional setiap akhir pekan untuk membeli keperluan bahan makanan harian selama seminggu sesuai dengan susunan menu yang sudah anda buat selama seminggu.
8. Bahan makanan selama seminggu yang telah dibeli, dicuci bersih lalu tiriskan sampai air mengering (tujuannya agar sayur mayur gak mudah busuk)dan simpan ke dalam kotak-kotak plastic bening sesuai dengan jenisnya,lalu susun rapi di lemari pendingin. Untuk kategori sayuran yang lekas busuk sebaiknya lapisi kotak dengan kertas agar embun dingin lemari pendingin terserap ke kertas.
9. Perintahkan pembantu anda untuk mempersiapkan bumbu dan memotong semua sayuran yang harus dimasak keesokan harinya dari malam sebelumnya,agar esok paginya ketika memasak anda tidak lagi direpotkan dengan kegiatan mengulek dan memotong yang terbukti memang takes time.
10. Untuk pekerjaan bebenah rumah, mulai lakukan secara efektif,mengepel dengan metode jongkok dan memeras lap pel terbukti tidak efektif dan kadang menimbulkan bau ‘amis’pada lantai. Untuk itu beralihlah pada metode penyemprotan lantai dengan pembersih lantai (kami pakai jenis Wipol karena baunya tajam dan bersih),lalu cairan tersebut masukkan ke botol spray (biasa untuk spray tanaman),lalu semprot ke lantai yang sudah disapu lalu setelahnya siapkan kainpel handuk bergagang yang biasa dijual dipasaran. Pekerjaan ini jelas menghemat energi pembantu anda,dan jika para pembantu ‘tidak ada’,anda bisa melakukannya dengan jauh lebih cepat dan hemat energy.
11. Untuk keperluan anak, sebaiknya siapkan kebutuhan pakaian sekolah dan keperluan sekolah sejak malam sebelumnya.
12. Untuk keperluan pakaian anak (trutama yang batita) dalam sehari,siapkan keranjang berisi baju rumah,segala macam minyak ataupun lotionnya sekalian,agar pembantu anda tidak harus kelabakan mencari dan memilih baju yang salah untuk dipakai harian.
13. Buat schedule aktifitas anak anda (terutama bagi anak balita) dalam jadwal harian,tempelkan di kulkas maupun tempat yang dapat dijangkau,agar pembantu anda tau apa yang harus dikerjakan sesuai dengan jadwal yang seharusnya.
14. Sebelum berangkat bekerja,siapkan makanan yang harus dimakan balita anda hari itu,jika tidak sempat ajarkan pembantu anda untuk mengolahnya dengan meninggalkan petunjuk tertulis mengenai cara pengerjaanya maupun bahan-bahan yang diperlukan.
15. Untuk keperluan pakaian anda dan suami,siapkan dari malam sebelumnya,dam minta pembantu anda menyetrikanya ulang.
16. Biasakan meletakkan pakaian kotor ke tempat yang berbeda untuk pakain berwarna putih dan berwarna,agar para pembantu sewaktu mencuci dapat langsung membedakan dan mendahulukan mencuci baju yang berwarna putih (dengan demikian kita meminimalisir kerusakan baju putih akibat kelunturan maupun kekusaman).
17. Lakukan pengecekan berkala atas pekerjaan rutin maupun pekerjaan terjadwal para pembantu anda.
18. Untuk pekerjaan seperti pembersihan debu dan kawanannya,upayakan beralih ke system sedot dengan vacuum.
19. Cobalah untuk menabung demi membeli mesin cuci langsung kering,untuk memudahkan pekerjaan jikalau suatu hari pembantu seenaknya meninggalkan kita.
20. Memberi contoh langsung cara pengerjaan sesuatu hal dan penjelasan lisan mengenai teknis pengerjaan pekerjaan adalah awal bagi semua jenis pendelegasian pekerjaan di rumah anda.
Tips saya diatas adalah untuk memberi keringanan dan kemudahan,tapi bukan berarti bisa tidak capek sama sekali yah, lagian jadi Ibu emang bukan hal mudah kan?tapi percayalah pahalanya pun setimpal…
