Pages

Showing posts with label Wisata Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Wisata Kuliner. Show all posts

Monday, March 23, 2009

Mengunjungi Taman Nasional Way Kambas di Lampung

Parents in law saya di pelataran Hotel Bukit Randu

Kemaren pas ke Lampung,kami gak sepenuhnya sibuk ngurusin acara lamarannya Epit,tapi kami juga nyempetin untuk berlibur.Masa iya udah ke Lampung tapi gak kemana-mana?kan sayang…
Sejak sampai di kota Bandar Lampung,saya langsung menginap di Bukit Randu Hotel, hotel ini bukan hotel baru,tapi lokasinya ciamik banget.
Berada di punak sebuah bukit dan di design sedemikian rupa membuat hotel ini mendapat kesan sebagai hotel ter-cozy di Bandar Lampung.Bayangin aja,ketika kita baru masuk area hotel dimana jalan menuju hotel adalah tanjakan tajam,setelahnya kita langsung melihat pemandangan kota Bandar Lampung dari atas,Terus naik keatas ke tempat hotel dan reservation (lebih tinggi lagi) makin seru deh triakan ‘woooow”-nya,karena pemandangannya makin cantik. Ketika masuk kamar kita akan sangant merasa nyaman,ukuran kamar yang besar alias lega dilengkapi dengan balkon yang menampilkan panorama yang indahnya bukan main.Gunung,kota dan laut terpampang jelas,tinggal buka gordyn aja semua pemandangan itu bisa kita nikmati sepuasnya. Lulla sangat betah berada disana…


pemandangan kota Bandar Lampung dari balkon kamar hotel


Setelah acara lamaran selesai,keesokannya saya niat banget mengunjungi Taman Nasional Way Kambas, kalo orang-orang nyebutnya sekolah gajah. Karena ditempat itu emang tempatnya mendidik gajah-gajah yang ‘nakal’ yang suka merusak. Gajah-gajah itu dididik sedemikian rupa sehingga dapat diperintah dan dapat dikendalikan.
Sebagai orang Lampung,saya sendiri tidak terlalu familier sama tempat ini,akses menuju tempat ini pun blank banget buat saya,untung diantar sama papa saya,jadi thanks God kami gak nyasar.Dari kota Bandar Lampung menuju Way Kambas kami harus menempuhnya selama 2,5 jam lamanya. Dari Bandar Lampung kami bergerak menuju Lampung tengah lalu kea rah Lampung Timur,dan kami melewati salah satu kota tua bernama Gedong Tataan, sebuah kota yang bisa dibilang Kuno,dimana sepanjang jalan kita akan melihat rumah-rumah tua.Situasinya mengingatkan saya pada Kota Tuo-nya Sumatra Barat…

Selama perjalanan ke Way Kambas ini,bis dibilang kami banyak ‘nahan nafas’ mengingat jalanan yang kami lewati banyak yang bolong dan kerusakannya parah.Mestinya saya membawa mobil besar bukan city car,tapi kami gak menyangka kalo jalanan segitu parahnya. Setelah menempuh perjalanan jauh,papa saya rada ling lung juga mengenai arah menuju jalan masuk way kambas,jelas ini membingungkan,karena sepanjang jalan sama sekali gak ada tanda petunjuk untuk mencapai Way Kambas,sampailah kami menemukan Plang penunjuk arah ke Way Kambas,tapi plang itu bentuknya meragukan,karena peletakkannya tampak ganjil,apa bener arahnya kesana?itu lah yang kami piker.Tapi daripada salah arah mending nanya aja ma penjaga warung. Kata si penjaga warung plang penunjuk arah itu emang salah,karena pernah ketabtak mobil si plang berputar arah sehingga mengacaukan arah sebenarnya. OMG…kenapa ya pemkot setempat tidak ambil tindakan untuk memperbaiki segera?secara apa ya susahnya memutar kembali plang penunjuk jalan,kalo gak diputar kan bisa berpotensi menyesatkan turis yang mau berkunjung…
Akhirnya kami menemukan juga pintu masuk Taman Nasional Way Kambas,waaah hati mertua saya sudah girang bukan main,sekaan sebentar lagi mau liat gajah-gajah yang pintar itu beraksi. Taunya…dari pintu masuk menuju Taman Nasional itu jauhnya ampun-ampun, dan sepanjang itu pula yang ada di kanan kiri kita adalah HUTAN,serius deh..kita semua sampai kegirangan dan membuka semua jendela mobil guna menghirup udara lembabnya hutan tropis,surga banget deh…hal yang gak pernah ditemuin di kota besar tempat kami tinggal.
Setelah sampai,kami langsung melihat seekor gajah jinak sedang ‘dimain-mainkan’ oleh pengunung, gajah itu sweet banget,karena tetep ool pas dipegang2 belalainya,gadingnya bahakan ditepuk-tepuk kepalanya.



Lulla awalnya kaget dan takut,dia stress kali ya pas bediri di sebelah gajah,gak nyangka gajah sebesar raksasa hahaha…Setelah itu semua langsung heboh mo naik gajah,yang enggak cuma saya dan mother in law saya yang gak naik,takyuuut..
Sementara gadis kecil saya keranjingan naik gajah,sampe naik 2 kali,dan bolak-balik cerita tentang kedua gajah yang dia naikki (nelly dan salmon namanya),ehehehe…
Puas naik gajah,Lulla berfoto dengan gajah,trus membeli souvenir Way Kambas untuk sepupu-sepupunya dan semua teman sekelasnya.Perjalanan kesini betul-betul berkesan buat anak saya,dia banyak mendapat pelajaran baru,seperti :
- gajah-gajah di way kambas semuanya selalu membuang sampah pada tempatnya.
- Gajah betina tidak punya gading dan ukurannya jauh lebih kecil dari gajah jantan
- Gajah kalo makan rumput selalu mengebaskan rumputnya yang baru dicabut untuk menghilangkan tanah yang melekat (pinter ya..)
- Gajah-gajah disana semuanya punya nama seperti manusia
- Lulla tau apa itu forest,karena selama ini dia hanya baa dibuku apa itu forest.

Hahaha…meskipun tempat ini jauh,dan hutan belantara tapi saya puas,anak saya jadi punya cerita untuk dikenangnya..



Setelah dari Way kambas,kita makan siang,dimana?di Kota Metro Lampung Tengah,ada tempat makan enak namanya Ikan Bakar dan ayam bakar Hj Salma,wiii…enak bgt ayamnya,sayangnya lupa catet nomor telponnya,ehehehe..
Di perjalanan pulang ke Jakarta keesokan harinya,kami mampir di RM Soup Ikan di daerah Serang,duh ini soup ikannya tiada duanya..uendang estauraina banget deh..kl mau kesini bisa keluar tol Serang Barat (kl dr Merak),nanti posisinya di kiri jalan.

Monday, February 9, 2009

Trip To Bandung Bersama Sepupu-Sepupu


Semenjak sepupu gw udah pada besar-besar,kami jadi mulai jarang ketemuan,sepupu gw ada beberapa yang kuliah di luar Jakarta,kesibukan sekolah dan kuliah di luar Jakarta membuat kami jarang ketemuan.
Dulu,jaman masih kecil-kecil, sepupu-sepupu gw ini nakal-nakal,terutama si kembar (fikar dan kemal),pecicilannya gak keruan. Adit dan Yudha,kakak beradik yang juga sama nakalnya agak jauh lebih mudah dikendalikan. Jarak umur mereka dengan gw yang relative jauh, membuat gw tau betul tingkah laku bocah-bocah ini sejak kecil. Dan kalo liat mereka sekarang,suka merasa amaze sendiri, how come ya keempat bocah yang nakal-nakal dan gak bisa diem ini sekarang udah jadi ‘bujang’,ehhehehe…
Kami ketemu terakhir pada saat Bu de meninggal dunia di Semarang akhir tahun lalu,trus bikin janji deh sama Adit dan Yuda untuk liburan bareng ke Bandung pas mereka libur kuliah bulan Januari.Dan ketika kumpul di acara syukuran wisuda Amanda,kita pada mematangkan acara liburan. Kali ini Yudha gak ikutan,tapi digantikan si kembar Kemal dan Fikar, dua bujang yang dulunya gak bisa diem persis kayak anak kucing.
Akhirnya,tanggal 31 Januari kemaren,kita jadi deh ke Bandung,gw dan Tori jadi ketua rombongan, tadinya Amanda dan Gege mau ikutan,tapi Amanda sibuk,jadilah batal. So, yang berangkat adalah Gw,Tori, Lulla,Epit (adik gw), Kemal,Fikar dan Adit, cukup satu mobil ajalah…well..kebayang gak sumpeknya mobil gw menampung orang-orang ini,akhirnya bikin peringatan “DILARANG BAWA BANYAK BARANG”.



Epit-Fikar-Adit



Kemal-Epit-Adit

Berangkat dari Jakarta jam 7 pagi,tapi mampir jemput Adit di Bekasi yang bikin makan waktu,karena ada Pak De Heppy dari Semarang yang merayakan ultah di rumah Tante Betty,jadilah kita rame-rame menyantap nasi kuning dulu pagi-pagi.Jam 9 akhirnya kita baru jalan dari rumah tante Betty.Sampe Bandung jam 12 siang,tujuan awal adalah Ciwalk,si cowok-cowok mo ke Distro beli kaos,dan tempat parkir yang lega ya di Ciwalk.Janjian lagi jam satu siang,kumpul di Ciwalk lagi.
Selama bocah-bocah pada belanja kaos,gw,Tori,Lulla dan Epit,keliling Ciwalk aja,gak minat nyusurin jalan Ciampelas,rame sesak,malas banget..Akhirnya kita cuma makan icecream di ground flour Ciwalk,trus ke Petshop,beli kaos lucu untuk Ufi lalu nemenin Lulla beli pernak pernik lucu. Lewatin lantai 2 kami gak sengaja liat toko lingerie,ehehehhe…gak kyu-kyu liat setelan bikininya lucu abis,ya udah mampir dan beli beberapa potong bikini bermotif lucu.














GakKe Bandung kalo gakNaikKuda- SteakSalmon Yummy-nya Sierra


Abis dari situ Lulla merengek minta main di timezone,puas main timezone kita dah ketemu lagi sama Si Kembar dan Adit yang udah bawa jinjingan belanjaan.Langsung cabcus makan siang yuuks…tujuan Sierra,weks gak bosen nih gw ke Sierra lagih?ya ga papa lah,secara anggota rombongan lain belom pernah ke sana.Sampe sana, anggota rombongan pada heboh,bukan karena menu Sierra tapi karena view Sierra yang membuat orang-orang ini mendadak Narsis semua.Pas udah pesen makanan dan ketika makanan pesanan disajikan,situasi lebih seru lagi,pada tukeran makanan lah untuk icip-icip.Dan mereka semua amaze karena harga per porsi makanan jauh lebih murah dari pada harga makanan di tempat mereka biasa nongkrong di Jakarta seperti di KFF,Dharmawangsa maupun di Citos, soal rasa pun sangat bersaing dng tempat-tempat itu.



Di MakUneh Setiabudi

Setelah kenyang makan dan foto-foto,rombongan mo segera check in di Hotel, kami rencananya mau nginap di Summer Hill di kawasan Setra sari (daerah Geger Kalong deket Setiabudi). Hotelnya baru berdiri 1 tahunan,di internet gak banyak review tentang hotel ini,tapi secara ‘penampakan’ hotel ini kliatan cozy banget,harganya juga masih miring ring ring…Kami sewa 1 kamar aja,soalnya biar bisa bobok barengan dan ternyata anggota rombongan semuanya penakut,jadi cocok bobok dalam 1 kamar bersama. Apa muat????ya muat lah,soalnya di kamar disediakan 2 tempat tidur queen size,tinggal tambah 1 ekstra bed maka muat lah buat tidur semalam seluruh anggota rombongan.Kamarnya bersih dan nyaman,tapi kamar mandinya kecil.

Sampe hotel langsung pada leyeh2,Badan Lulla anget lagi,persis kayak waktu hari Jumat malam, gw rada panic,tapi karena Lulla tetap mau makan dan minum susu,gw jadi rada tenang. Jadinya acara makan malam kami gak bisa milih tempat yang jauh,maka pilihan jatuh di Mak Uneh di Setia budi raya persis depan NHI.Menu sundanesenya terkenal enak,tapi kuduna ati-ati buat yang punya darah tinggi,soalnya disini disediakan menu high cholesterol kayak paru goreng, tumis kikil,empal manis, dan berbagai menu masakan yang uendang.

Puas makan,kami kembali ke hotel,kebetulan gw malam itu dikunjungi sama sahabat lama gw,the Irma and family. Ternyata cowok-cowok gak mau duduk manis di hotel,mereka memilih ber shisa ria di salah satu café shisa di Setiabudi,berhubung ada Tori yang nemenin gw jadi memberi izin.
Semalaman kami mulai panic karena suhu tubuh Lulla meningkat jadi 39,5 derajat,lebih tinggi dibanding pas kena DB kemarin,ngeri banget kan?ada apa sih?/gw penasaran karena kondisi Lulla sama sekali enggak lemes,makan pun tetep banyak,minum susu kayak biasa aja,jadi kenapa kalo tengah malam pasti panas??Setelah di kompres dan diminumin obat turun panas,suhu tubuh Lulla menurun,dan Lulla bisa tidur pulas.






















Bagus ya view Summer hill


Bangun pagi,langsung berangkat sarapan,dan semua siap-saiap mau berenang,menikmati kolam renang yang bagus itu. Sarapannya lumayan enak,walo ada beberapa menu yang rasanya kurang enak,tapi terobati lah sama menu lain yang enak. Setelah kenyang sarapan,semua pada nebur ke kolam,gw dan Lulla yang enggak,karena Lulla abis demem tinggi kami kawatir makin menjadi kalo di ikutan berenang.Lulla keliatan sedih,tapi karena diperbolehkan mainin kamera maka dia jadi gak sedih lagi.
After berenang,semua siap-siap packing untuk kembali ke Jakarta. Tepat jam 11.00 semua dah ready comeback to Jakarta. Sebelum pulang,semua merengek minta ke Lembang,pengen ke The Peak katanya. Jam segitu pada belom laper,akhirnya kita Cuma pada minum aja,sambil nikmatin pemandangan. Muter-muter lembang sebentar trus turun ke bandung untuk makna siang dan beli oleh-oleh.

Makan siang dimana?di Ciganea lah pastinya, Tori paling suka ayam gorengnya dan sambalnya. Kenyang makan di Ciganea,kami melaju ke kartika sari di Dago, semua mo beli oleh-oleh camilan, gw mampir ke FO disekitar untuk beli oleh-oleh untuk Putri,sepupu Lulla.

Setelah semua membawa jinjingan masing-masing,maka kami pulang ke Jakarta dengan hati gembira,lain kali kita jalan-jalan lagi ya gank..Dan bener aja kita udah bikin janji aja untuk karoke bersama minggu depannya,mumpung Adit masih di Jakarta,ehehehe..see ya…

Thursday, March 27, 2008

Goes To Palembang...


Duuh syenengnya mo crita liburan long weekend tanggal 20-23 Maret lalu neh, cinta banget gw ma tahun 2008 ini,secara banyak gitu hari kejepit pit pit pit…
Seperti long weekend lalu, kami manfaatkannya untuk berlibur ke Palembang. Udah lama banget kepengen nginjekin kaki di kota ini,secara gw ma Tori kan paling demen berwisata kuliner,nah konon kota Palembang adalah kota yang terkenal dengan kelezatan makanannya. Kebetulan Ipar gw di Lampung baru melahirkan anak pertamanya tanggal 10 Maret 2008 lalu, yang diberi nama Danendra Azzam Saputra, jadi rencana liburan ke Palembang ini pas banget dengan agenda kami untuk menjenguk dedek Azam.Maka rencana keberangkatan dimulai dari Lampung, trus dari Lampung kami naik kereta eksekutif ke Palembang.Kebetulan lagi nih…Lulla belom pernah travelling naik kereta api.Gak heran ya sodara-sodara anak gw jadi begitu seneng pas pertama kali duduk di kereta,dia langsung manjat-manjatin kursinya,gak bisa gw gambarkan deh gimana senengnya Lulla. Klihatannya pengalaman pertamanya naik kereta api ini merupakan special journey untuk dia.
Tanggal 19 Maret 2008, Berangkat ke Lampung…
Pulang kerja, gw dijemput Tori Epit dan Lulla, kami siap berangkat ke Lampung, naik mobil.Alhamdulillah enggak macet,cuma di jalan ujan deras aja, ampe ngeri sendiri,karena jarak pandang jadi terganggu.Alhamdulillah akhirnya sampe juga tuh di Lampung jam 2 pagi.Dan gak langsung istirahat karena Ipar gw malam itu dioperasi hemorrhoid maka si dedek Azzam yang masih merah itu gelisah karena berpisah dari Ibunya.Makanya gw langsung membantu si eyang menenangkan si dedek

Dedek Azzam-nya Lulla...

Tanggal 20 Maret 2008, Berangkat ke Palembang
Seharian istirahat di Rumahnya Eyangnya Lulla sambil gentian ngurusin dedek Azam, gak lupa nengokin ipar gw yang abis operasi di RS.Malemnya kami berangkat ke Palembang naik kereta eksekutif jam 21.00.Kretanya bagus deh, mirip kayak kreta argo yang beroprasi di daerah Jawa.Cukup bersih dan nyaman kok, kecuali toilet-nya ya,jangan arep kayak toilet-toilet yang berlimpah ruah ama air,ya gitu deh…Yang terpenting anak gw enjoy banget naik kereta, setelah puas nyanyi sendiri,main-main sana sini,manjatin ini itu, akhirnya Lulla lelah juga, tanpa rese sama sekali dia mengambil bantal dan guling ajaibnya lalu pergi tidur dan baru bangun pagi harinya pas udah dekat kota Palembang.










Fun banget di Kreta

Tanggal 21 Maret 2008Fun in Palembang..
Sampe Palembang udah jam 7 pagi, kami turun di Sta.Kertapati Palembang, suasana hiruk pikuk banget.Sebelumnya gw udah di warning sama beberapa orang untuk berhati-hati sama tas dan handphone, secara banyak kejadian pencopetan di Sta. ini.











I Love mandi, mama...

Pagi itu kami dijemput sama keponakannya Tori dan langsung diantar ke Novotel Palembang. Sukaaaaaaa deh sama hotel ini, interior-nya menarik banget, hommy banged deh! Trutama kamar mandinya yang lega dan kaya akan cahaya, no wonder Lulla si malas mandi jadi demen mandi. Abis menata barang kami pergi sarapan di restoran hotel, dan jujur saja gw merasa makanannya enak deh, entah karena laper ato rakus nih?hehehehe…tapi gw cocok deh sama menu yang dihidangkan di buffet-nya. Setelah sarapan kami kembali ke kamar,apa lagi yang dilakukan?gw memilih untuk mandiin Lulla trus ikutan berendam sejenak menghilangkan lelah dan diteruskan dengan kegiatan tidur siang, wekekekekk…
Sampe jam setengah 2 kami berempat ketiduran,dan baru bangun setelah ada telpon dari pihak penyewa mobil yang udah ready ngajak kami jalan-jalan.Acara jalan-jalan diawali dengan bersilatuhrahmi ke rumah sepupunya Tori dan makan siang bersama disana, setelah itu kami mulai muter-muter kota Palembang, panas yah ternyata...


Mpek-Mpek Candy

Dari sana kami ke Masjid Agung di dekat Jembatan Ampera, kebetulan disana lagi diselenggarakan festival Beduk Palembang, menampilkan kemahiran anak-anak sekolah menabuh beduk hingga tercipta lirama musik yang oke dan dinamis. Kembali membahas Masjid Agung yah, gw suka banget sama bangunan masjid ini,kuno dan artistic banget. Ornamen Cina mewarnai detail-detail bangunan masjid ini.Dan menara aslinya pun mirip banget sama Pagoda.Yang juga unik dari tempat ini adalah adanya kolam penampungan air yang biasa dipakai untuk mengambil air wudhu,letaknya di area samping masjid.













Masjid Agung Palembang

Dari masjid kami jalan-jalan ke pusat Industri Songket di jl Ki Gde Ing Suro, ada beberapa gallery songket disini slain bisa berbelanja songket Palembang, batik Palembang dan kain Jumputan, kita juga bisa melihat proses pembuatan songket.Sore itu gw mampir ke Cek Ipah HS dalam rangka berburu selendang songket untuk dipajangdi hanger kain.Tapi emang dasar gw laper mata banget, gw malah jadi tergiur ngeliat kain-kain lainnya,hehehe..
Jadi dapet ilmu baru deh, ternyata kain songket yang dari benang crystal itu harganya jauh lebih mahal, dan memang efek benang crystal itu membuat songket tampak berkilauan…ck.. ck..ck…cuantik banget.










Songket Cek Ipah berbenang crystal
Karena hari sudah makin sore,maka perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi Benteng Kuto Besak yang berada di pinggir sungai Musi.Benteng bersejarah ini sekarang dipergunakan oleh TNI untuk apa gitu…gw enggak ngecek ulang juga,pokoknya ni Benteng enggak bisa dinikmati lah dalem-dalemnya, sayang banget yaaaaaa…bener-bener gak sesuai bayangan gw lah.Padahal Benteng Kuto Besak ini buagus loh, gw jamin deh kalo dipugar dan interior dalemnya dikembalikan seperti kondisi sediakala pasti akan sangat menarik untuk dijadikan objek wisata sejarah.Selain bangunannya yang ‘kuno’banget serta nilai sejarah yang terkandung didalamnya, Lokasi Benteng ini sangat strategis, yaitu menghadap sungai Musi dan Jembatan Ampera. Sayang sungguh sayang deh sodara-sodara…


Benteng Kuto Besak

Dari Benteng,gw nyeberang dikit dan gw pun sudah dapat menikmati Sungai Musi dikala sore, ditempat itu tiap sore dipenuhi pengunjung, banyak penjaja makanan mendirikan tenda.Sambil menikmati pemandangan sungai, gw juga tertarik melihat pemandangan rumah bergaya Melayu yang berjejer di tepian sungai Musi, eksotis! its truly Asia menurut gw.Sayang suasana seperti itu tidak didukung dengan kebersihan lingkungan sekitar.
Oh iya, sepanjang mata memandangi sungai Musi, banyak banget perahu melintas, melihat perahu-perahu tradisional itu menggelitik gw untuk turut mencoba mengarungi sungai ini dengan perahu.Kebetulan Lulla juga excited banget pas ngeliat perahu, dia bilang sih kayak Dora dan Boots.










Ya udahlah akhirnya tawar menawar lah sama pemilik sewaan perahu, setelah harga deal, kami jalan-jalan naik perahu,menikmati waktu sore diatas perahu uenak juga ternyata,hehehehe. Lucu gitu rasanya tiap kali perahu terombang ambing sama angin. Sepanjang jalan mengarungi sungai, gw gak berenti-berenti membidikkan kamera mengambil objek-objek menarik, seperti rumah-rumah tradisional di tepian sungai, masjid kuno bergaya oriental yang gw yakinin umurnya dah tua buanget, rumah-rumah perahu yang dihuni banyak keluarga, dan aktivitas masyarakat disekitar sungai.
Hmm…mengenai aktifitas ini gw mo crita dikit ah…selain aktifitas masyarakat seperti memancing dan bersenda gurau yang gw lihat, gw juga melihat aktifitas yang betul-betul privat, seperti mandi, NAKED pula!!!! ya ampyun sodara-sodara, ternyataorang yang tinggal di rumah perahu itu kebanyakan pola mandi dan buang air-nya emang agak-agak show off kek geto, gw ampe syok dikit lah. Well, itu sekelumit crita gw melintasi sungai Musi, sungai yang pernah dapet julukan Venice from East.




















Berjalan-jalan dengan Perahu tradisional enak menurut gw, feel natural gitu,karena kapalnya kan kecil,jarak kita dengan air jadi deket banget, trus hentakan air terasa banget, pokoknya enak.Tapi bagi yang takut naik perahu kecil, ada kok kapal ferry yang dipakai untuk melintasi sungai ini, dan jarak tempuhnya juga lebih jauh.
Selesai berjalan-jalan, perut udah minta diisi nih, maka kami mampir di restoran terapung, Wisata Legenda.Posisi restoran terapung ini tepat dibawah jembatan Ampera, jadi pas senja datang kita puas menikmati pemandangan Indah si Jembatan dari meja makan


Ampera dilihat dari Wisata Legenda

Selain view yang emang oke, makanan yang kami pesan semuanya uokeh berat!puas…puas.. puas deh.Kami sempat mencicipi pindang Udang,pindang Ikan, sambal mangga, cumi goreng dan ikan seluang, kesemuanya uenak.. Setelah kenyang gak ada yang paling enak selain kembali ke hotel untuk berendam sebelum tidur,wakakakkak…









Pindang Ikan & Pindang Udang,syedep...

Tanggal 22 Maret 2008, Back To Lampung…
Bangun pagi segera sarapan, soalnya udah pada kesiangan bangun juga.Sarapan pagi kali itu sama enaknya kayak kemaren.Keknya yang jadi menu andelan di buffet Novotel Palembang itu nasi kuning plus ayam madu dan gurame asam manisnya deh, yummy berat,sayang gak difoto, langsung masuk kerongkongan seh... Selasai sarapan dan leyeh- leyeh, kami mulai jalan-jalan dengan bersilturahmi ke ke rumah sepupu Tori lainnya yang ada di Palembang.

Menara Stadion Utama Jaka Baring










Stadion Jaka Baring-Martabak Har










Cozy-Nya Novotel Palembang..

Setelah itu kami makan siang di Restoran Mahkota Indah di jl Letkol Iskandar 24 Ilir 243. Pertama sampai di resto ini sih kliatan biasa ajah, tapi pas menginjakan kaki di lantai 2-nya, gw jadi amaze ama tempat makannya.Mmm..kayak di rumah aja gitu suasananya, konsepnya lesehan dengan alas karpet dan alas duduk berupa kasurkecil khas Palembang, plus meja makannya dari meja ukiran Palembang.Udah gitu disudut-sudut ruangan dipenuhi dengan ornament Palembang, berupa kaca-kaca ukiran Palembang, lemari-lemari kaca berukir khas Palembang, berbagai ornament kuningan khas Palembang juga.Lucu-lucu banget, belom lagi berbagai macam kain songket yang menghasi dinding, pokoknya kayak berkunjung makan di rumah adat Palembang deh. Nah pas masuk ke ruang VIP restoran gw lebih kaget lagi, meja dan kursinya kayak meja raja-raja jaman dulu, kursinya semua dari kayu berukir dengan detail-detail ukiran dan warna emas, trus joknya dari beludru merah dah gitu mejanya dari ukiran kayu bernuansa emas gitu, berasa raja Melayu banget kalo makan disitu deh,hehehehe..













Ornament Khas Palembang,lucu ya...












Ruang makan Lesehan-Ruang makan VIP

Ketika makaa dihidangkan penyuguhannya menggunakankonsep restoran padang, jadi semua masakan disiapkan dalam piring-piring kecil,trus dihidangkan semuanya di meja, jadi kita tinggal pilih aja.Gw jujur aja sangat berkesan dengan pindang Palembang-nya, uenak…











Cara Penyajian Makanan-Pindang Palembang

Setelah kenyang makan, waktunya kita hunting songket lagi.Kali ini ke Zainal songket, Zainal Songket ini cukup terkenal,ampe Jakarta lah gaung-nya, di Palembang ada di Jl KiGdeIng Suro dan ada juga di Hotel Aston.Tapi gw ngunjungin Zainal Songket yang diKi GdeIng Suro, soalnya pengen liat sekalian proses pembuatannya. Duh sampe sini mata bener-bener pegel ya sodara-sodara, soalnya kain songket itu cantik-cantik semuabingungbanget untuk nentuin pilihan.Gak cuma kain songket loh yang cantik, kain jumputan juga membuat gw jatuh cinta.Harga kain songket emang jauh lebih mahal dari kain jumputan,secara jenis dan proses pembuatannya juga laen buangedh.Harga Songket yang dijual disini mulai dari 1,5 juta sampe belasan juta rupiah, tapi pas liat proses pembuatannya, jadi tau deh..no wonder tu kain mahal,soalnya mbikinnya juga rumit,sehelai benang demi sehelai benang loh, dan 1 songket pengerjaannya bisa lebih dari 1,5 bulan, fhuiiiiiiiiiiih…cape deh ngebayanginnya. Oh iya,untuk kain jumputan sutra meteran harga permeternya mulai dari seratus ribuan, untuk yang three in one (bawahan,blouse dan selendang) harganya 350 ribu.










Proses Pembuatan Songket













Koleksi Jumputan dan Songket Palembang di Zainal Songket












Jumputan meteran & songket klasik

Dari sana kami lanjutin perjalanan kali ini ke objek wisata-nya Lulla, kami ke Punti Kayu, hutan yang ada di tengah kota Palembang. Katanya ada beberapa satwa disana, wah..Lulla pasti seneng nih pikir gw.




Suasana Punti Kayu

Sampe sana, gw miris deh liat kondisi hutan ini, banyak sampah dan gak keurus, ehm…lebih enggak enaknya sih pas ngeliat banyak pasangan berpacaran dengan gaya ekstrim disini, duh pemandangan yang ‘enggak bangedh’ deh untuk anak gw…Gw berharap kedepannya Pemkot Palembang lebih memperhatikan hal ini,soalnya sayang aja sama potensi yang ada di Punti Kayu.
Makanya kami enggak lama disana setelah Lulla puas neriak-neriakin dan melempar makanan ke monyet-monyet liar yang hidup disana, kami akhirnya meneruskan perjalanan, kembali ke hotel untuk packing. Malam itu kami kembali naik kereta ke Lampung.

Bye...see you on next vacation...

Tanggal 23 maret 2008, Back to Jakarta…
Sampe jam 7 pagi di Lampung, hoaaaaaaaaa…tidur nyenyak di kreta, Lulla juga gitu kliatannya.Langsung mnuju rumah eyangnya Lulla untuk mandi dan istirahat, trus gw pergi ma si eyang untuk oleh-oleh untuk teman-teman kantor.Sambil hunting perhiasan etnik khas Lampung, secara gw lagi demen koleksi beberapa jenis benda antikkek gitu.See apa yang gw dapet?ini benda agak langka brur, makanya gw seneng banget, benda ini semacam perhiasan yang dipakai sama pengantin Wanita di Lampung, namanya Manggis (kek nama buah yeh?apa karena bentuknya bullet gitu yah?) biasanya dililit di sehelai saputangan yang terus digenggam oleh si pengantin saat acara resepsi.Entah apa maksud dan tujuannya, pokoknya gw seneng aja liatnya, lucu gitu.. Bentuk dan material Manggis ini beragam, ada yang berukir timbul, ada yang bergrafir aja, ada yang berbahan perak dan ada yang berlapis emas.










Manggis grafir lapis emas-manggis perak ukir

Setelah itu kembali ke rumah eyang dan menyiapkan Lulla untuk kembali ke Jakarta, sore itu dengan perasaan puas, kami mengakhiri Liburan kami. See you in next vacation ya….