Pages

Showing posts with label Wawasan. Show all posts
Showing posts with label Wawasan. Show all posts

Friday, February 10, 2012

Datang dan pergi

Ini foto diambil beberapa bulan lalu,disaat seorang karyawan yg semangat kerja dan hasil kerjanya bagus harus hengkang dari perusahaan. Saya sedih?yep! Boong kalo enggak.tapi saya gak boleh nahan masa depan orang kan?
Jadi setiap ada karyawan yg resign saya selalu ajak diskusi,supaya saya tau penyebabnya,jika ada ketidakpuasan karena kebijakan perusahaan yg tidak bisa diterima atau jikalau ada masalah pada pimpinan nya maka itu akam menjadi bahan evaluasi saya terhadap management. Jadi resignnya karyawan selalu saya pandang sebagai hal yang membangun.
Kadang ada rasa jengkel ketika nerima surat resign seseorang, brati saya harus kembali mencari pengganti,namun pola itu lambat laun harus dikoreksi, bahwa yg ideal adalah perusahaan wajib senantiasa membuat sistem2 darurat jika ada kasus resign.
Saya lebih menyukai sistem regenerasi yang berkelanjutan untuk mencegah kekosongan yang terjadi.

Karena saya berpendapat bahwa sebuah perusahaan yg besar adalah perusahaan yang tidak bergantung pada beberapa gelintir karyawan karena ia memiliki pasukan karyawan dan sistem kerja yang konsisten disegala kondisi.

Wednesday, December 21, 2011

ASI Ekslusif dan Ibu Bekerja

Saya janji yah mau nulis tentang gmn perkembangan pemberikan asi ekslusif (ASIX) kpd Brave. Sekaian di tulisan ini saya mau mereview penggunaan Breast Pump (BP) Medela Swing.

Sejarahnya dulu saya tulisin kenapa saya ngotot ingin anak kedua saya diberikan ASIX, krn pengalaman ketika melahirkan anak pertama sungguh tidak menyenangkan. Saya yang saat itu minim akan pengetahuan tentang asi ditambah lagi begitu banyak intervensi orang tua, mertua dan eyang yang notabenennya adalah orang jaman dulu yang belum punya info yang lengkap juga tentang asi, sehingga membuat saya ‘kecolongan’ dengan tidak memberikan ASIX kepada Lulla. Perkembangan Lulla bayi saat itu emang gak ada masalah, Lulla sehat, berat badannya juga tidak kurang dari bayi normal, perkembangan lainnya pun tepat sesuai dengan waktunya, namun efek pemberian MP ASi dini (makanan Pengganti Asi dini) terlihat ketika usia Lulla 3 tahun.

Saat itu saya dan suami kewalahan dengan alergi kulit yang Lulla alamin, dia gak bisa kena panas, maka kulitnya ruam, dia gak bisa pegang mainan dari karet yang tidak bersahabat dengan kulit sehingga kulitnya akan terkelupas kelupas, dia tidak bisa bersinggungan dengan logam logam tertentu, dan masih banyak alergi kulit lainnya. Saya jadi ekstra hati2 memberikan produk perawatan kulit untukknya. Ketika mulai masuk Play Group, masalah baru muncul, padahal masalah alergi kulit belum beres. Ia batuk2 dalam term yang panjang, aneh sekali. Kami kawatir ia mengalami masalah di paru2, maka kami lakukan rontgen dan tes matoux, hasilnya negative. Berbagai dokter didatengin, sampai ke ahli paru anak dr Noenoeng dan dr nastiti, dan hasilnya juga negative. Lalu kami ke dr ahli alergi Prof karnen, Lulla di test alergi, dan hasilnya, beneran alergi Lulla berderet. Saya sedih dan merasa bersalah, saya yakin alergi anak saya dipicu dari pemberian asi yang gak maksimal. Dan dari info sana sini yang diperoleh emang alasan itu masuk akal. Sejak dinyatakan alergi thd berbagai zat itu, Lulla pun kami kelola hidupnya dengan begitu banyak aturan main, sampai dia sendiri hafal dengan apa yg boleh dan tidak boleh baginya. Baik untuk dia krn dia mulai bisa menjaga dirinya sendiri. Dan buat saya jelas jadi pelajaran paling berharga, saya bertekat di anak kedua, saya enggak akan lagi semudah itu menyerah memberikan ASIX pada bayi saya.


Mulai ketika hami Brave saya rajin cari info BP yang bagus, bagus bukan berarti harus mahal, setidaknya saya mengenali kekurangan saya, yaitu produksi ASI saya tidak melimpah dan kulit saya tipis, jadi saya harus cari pompa asi yang nyaman untuk sering2 dipakai, karena sekali dua kali mompa saja gak akan menutupi kebutuhan. Seorang teman merekomendasikan medela freestyle, saya tertarik sekali, tapi harganya mahal, emang buat anak jangan pelit, tapi sungguh itu terlalu mahal buat saya, ditambah lagi saat itu medela baru naik harga. Akhirnya saya memilih medela swing, karena teknologinya sudah 2 phase, bisa diatur sendiri kekuatan sedotannya, jadi saya bisa mengatur jika sedotannya terlalu keras, lalu corongnya sudah menggunakan silicone lembut tidak seperti corong plasti BP biasanya jadi menurut saya, cukup amanlah buat diri saya. Sedikit review dari saya, memompa dng medela swing sangat recommended yah, emang sih kalo punya dana lebih, silahkan pilih freestyle, yakin nayaman banget karena kia bisa memompa sambil mengerjakan hal lain krn di botol dan pompa gak harus dipegangi. Tapi kalo dana terbatas, dan punya masalah sama seperti saya, yaitu kulit mudah lecet, swing mungkin bisa dijadikan pilihan. Review dari teman saya pengguna mine electric, medela swing jauh lebih lembut sedotannya, hampir mirip dengan sedotan bayi, sangat soft.

Saya mulai belajar memompa asi 3 hari setelah melahirkan, saat itu jujur aja bikin down, bayangin deh, dengan kondisi payudara yang rasanya penuh asi, namun ketika dipompa kok dapaetnya sedikit banget, mungkin 20ml juga tidak sampai. Saya dan mama saya sampai saling melihat dengan cemas, apa yang salah. Saya telpon teman2, mereka menyemangati, mereka bilang emang baru latihan ya segitu aja. Lalu pas mau pulang dr RS, Brave dinyatakan ‘kuning’ dan harus diblue light untuk beberapa waktu. Karena Brave tidak room in lagi krn harus masuk ruang penyinaran khusus, mau gak mau saya bolak balik merah asi saya untuk ‘disetor’ ke ruang perawatan Brave. Disitu asi mulai meningkat dari 30 ml ke 40 ml lalu ke 50 ml. Sampai di rumah, saya masih mompa karena penasaran ingin menaikkan jumlah, ternyata gak sia2, setiap subuh saya bangun, ketika Brave tidur pulas saya mempompa asi saya, dan hasilnya lama2 meningkat bahkan bisa 150ml sekali pompa, seneng bukan main. Selain rajin mompa saya juga melawan kebiasaan saya malas makan, mungkin karena saya kurus, jadi kebiasaan makan sedikit, kapasitas perut jadi gak nampung banyak. Namun saya siasati terus, asupan nasi saya kurangi, saya gantikan dng lauk pauk seperti sayuran dan protein pun dilipatgandakan. Saya suka air putih, namun saat itu jumlah air putih yg saya minum saya combine banyaknya dng susu yg saya tegak, mungkin bs 1 liter sehari susu yg saya habiskan. Saya pilih susu yg saya suka, gak mesti susu khusus untuk ibu menyusui. Lalu saya tiadakan agenda mengemil kripik2 mapun makanan ringan lain yg tak bermutu, saya gantikan rebusan kacang2an/ sayur bening maupun rebusan labu kecil. Dan untuk memperbanyak asi, selain asupan, pompa asi yg nyaman, saran saya adalah coba kelola emosi, meski kita lelah kalo emosi kita stabil rasanya kita bisa. Saya ingat banget selama saya cuti melahirkan saya punya masalah dng pembantu sebanyak 2 kali, terpaksa sambil urus bayi saya ngurus rumah tangga karena purely sendirian di rumah, alhamdulilah asi masih jalan terus. Intinya optimis dan coba kesampingkan masalah untuk tidak ngoyo dipikirin, jalani saja apa yang kita mampu, insyallah kita bisa.

Lalu sayapun mulai menyetok, sekalianlatihan sekalian nabung asi jika saya masuk kantor. Lalu pada usia Brave 17 hari, Brave dinyatakan harus di rawat di NICU krn bilirubin melonjak. Saya panic sekali krn pihak RS sangat straight tidak membolehkan saya untuk sering2 menyusui secara langsung, jadi saya harus punya cadangan asi yg cukup. Benar saja deh, stok asi saya ludes kepake saat brave dirawat 3 hari itu. Mungkin kalo enggak ada stok, gak terkejar deh kebutuhan susu dengna produksi saya. Bersyukur sekali dan jadi pelajaran penting. Sejak itu saya rajin mompa, semangat berkobar lah istilahnya.

Sampai pada tanggal 27 September, hari dimana saya akhirnya masuk kantor, saya memiliki 55 kantong asi, dengan isi sekitar 75- 80 ml masing2 kantong. Seneng bukanmain, alhasil saya berangkat ngantor dengan hati relative ringan, setidaknya stok asi saya memadai.

Di kantor karena kesibukan, saya hanya bisa mompa sehari 2 kali, dibawah jam 12 siang dan hampir jam 5 sore, pendapatan bisa dibilang lumayan, bisa mencapai 450ml seharian mompa, paling jelek yah dapat 300ml sekali mompa. Saya syukuri saja sampai saat ini, insyallah seminggu lagi brave 6 bulan, maka saya selesai memberinya ASIX, namun saya masih punya stok asi memang gak banyak mungkin sekitar 35 bungkus asi, masing2 80-100ml perbungkusnya. Saya lega bener, setidaknya 6 bulan ini saya purely memberinya asi saja.

Niat saya mau meneruskan memberinya asi sampai Brave berusia 2 tahun, saya pikir-pikir enggak terlalu sulit juga, jadi yah saya semangat banget.bagi ibu2 diluar sana yg masih berjuang, ayo saya semangati yg pasti coba kelola emosi, tetap optimis, perbaiki asupanmakan dan take it easy aja…

Monday, January 28, 2008

Forgiven but not Forgoten?

8 June 1921-27 January 2008


Well, yesterday he passed away..

Do we have to forgive him?sure…

But,do we have to forget all his corruption cases and the states crime that he done???No,its not too simple to forget, the investigation must go on…,for all fairness in this country.

Monday, July 30, 2007

Menghadapi Tantrum Anak

Cerita gw dibawah ternyata menurut ilmu psikological adalah gejala tantrum.Awalnya gw mengira tindakan2 nakal Calulla itu adalah karena anak gw-nya aja yang kelewat manja.Tapi ternyata umur 2 tahun sampai 3 tahun disebut sebagai masa "terrible twos", maksudnya, dimasa itu anak akan mengalami kemunduran prilaku, salah satunya ya cepat marah itu yang biasa disebut tantrum.
Tingkah laku semacam ini terjadi bukan karena kenakalan tetapi karena rasa frustasi.Selain itu sikap semacam ini terjadi karena sifat egosentris anak, bukan keegoisannya.Sikap ini yang membuatnya selalu ingin mendahulukan semua keinginannya.
Membiarkan anak melakukan hal-hal yang ia inginkan tidak akan menghilangkan tantrum, dalam beberapa kejadian, pendekatan seperti itu akan meningkatkan frekuensinya terjadi tantrum berikutnya, karena ia akan belajar bahwa dengan cara itu keinginannya pasti dituruti.

Menurut salah satu buku yang gw baca, buku karangan Dr.Richard C.Woolfson, ada 5 prinsip praktis dalam menghadapi gejala ini antara lain :
1. Pusatkan perhatian pada saat-saat bahagia
Cobalah ajak sikecil mengingat-ingat kenangan-kenanangan yang membahagiakan yang dialami si kecil, jangan terlalu lama mengingat-ingat pertengkaran dan tantrum yang terjadi hari itu.
2. Sesekali beristirahatlah dari rutinitas
Rencanakanlah acara khusus dengan si kecil walaupun sebenarnya suasan hatinya sedang jelek.
3. Bermain bersamanya
Setelah menghabiskan beberapa jam dengan anak yang sedang marah, anda mungkin enggan bersantai bersamanya, akan tetapi tetaplah berusah untuk melakukannya, selalu luangkan waktu untuk bermain dengannya tanpa mempedulikan tingkah lakunya hari itu.
4. Bacakan Buku cerita sebelum tidur
Daya ingat anak masih pendek, menjelang tidur ia telah melupakan semua perang urat syaraf yg terjadi diantara anda berdua, bacakan buku-buku cerita sebelum ia tidur adalah cara yang baik untuk saling berbaikan lagi.
5. Berbagi dengan pasangan
Cobalah menceritakan perasaan anda pada pasangan.Anda akan merasa lebih baik dengan melakukan hal ini.

Dalam masa tantrum ini, jika kita menyikapi dengan emosional seperti marah, justru akan makin menyulitkan, karena ketegangan yang terjadi akan makin semakin menjadi-jadi.berusahalah untuk tetap tenang, begitu pesan buku ini.

Tuesday, May 8, 2007

IMAM GHAZALI DENGAN MURIDNYA

Dari email seorang sahabat terdekat gw, yang hampir selalu bermakna di tiap paragraf-nya..., Makasih Ya Mi, gw posting nih bo!
Selamat menikmati...


Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya :
Soalan pertama
Imam Ghazali : Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Murid 4 : Kaum kerabat
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengankita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati
( Surah Ali-Imran:185).
Soalan kedua
Imam Ghazali : Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?
Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Murid 4 : Bintang-bintang

Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, teta! p kita tidakakan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Soalan ketiga
Iman Ghazali : Apa yang paling besar didunia ini ?

Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : Bumi

Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU
(Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita,jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka . "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam banyak dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mahu memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mahu melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mahu mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai. " (Surah Al-A'raaf, Ayat 179)

Soalan keempat
Imam Ghazali : Apa yang paling berat didunia ?
Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah
Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalahMEMEGANG AMANAH
(Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah(pemimpin) di duni! a ini. Tetapi manusia dengan sombongnyaberebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusiamasuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.'

Soalan kelima
Imam Ghazali : Apa yang paling ringan di dunia ini ?
Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin
Murid 3 : Debu
Murid 4 : Daun-daun

Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusandunia, kita tinggalkan solat. Na'uzubillahiminzaalik.

Soalan keenam
Imam Ghazali : Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?
Murid- Murid dengan serentak menjawab : Pedang
Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalahLIDAH MANUSIA . Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri. "wahai tuhan ku tak layak kesyurgamu ...namun tak pula aku sanggupkeNerakamu....kami lah hamba yang mengharap belas darimu ..."ya allah jadikan lah kami hamba2 mu yang bertaqwa..ampunkan dosa2 kami .kedua ibubapa kami .dosa semua umat2 Islam yang masih hidup mahupun yang telah meninggaldunia"

Friday, April 27, 2007

Kekuatan Pelukan -Milist MT

Artikel yang begitu menarik ini gw dapet dari Milist Mario Teguh, sorry bgt lupa siapa yang memposting, kalo gak salah Mas Rio yah?aduh...lupa deh, dah agak lama juga sih...
Pelukan itu kadang luput dari pikiran kita, kita pikir itu hanya hal sepele dan remeh meski ketika dilakukan dengan orang terkasih rasanya nyaman luar biasa.Ini terjadi sama gw, setiap kali tidur dipeluk Tori atau Lulla rasanya gw yg yang punya masalah sulit tidur jadi lebih cepat ngantuk dan lelap, berarti itu artikel ini gak salah kan?
Yo weis...dibaca dulu, asyik kok...

KEKUATAN PELUKAN

Suatu hari dalam sebuah pelatihan manajemen kepribadian. Para Instruktur yang juga para psikolog tengah mengajarkan berbagai terapi penyembuhan permasalahan kejiwaan. Dari semua terapi yang diberikan, selalu diakhiri dengan pelukan, baik antar sesama peserta maupun oleh instrukturnya. Namun demikian, mereka mempersilakan peserta yang tidak bersedia melakukan pelukan dengan lawan jenis untuk memilih partner pelukannya dengan yangsejenis. Yang penting tetap berupa terapi pelukan. Menurut mereka, pelukan adalah sebuah terapi paling mujarab hampir dari semua penyakit kejiwaan danemosi. Pelukan akan memberikan perasaan nyaman dan aman bagi pelakunya. Pelukan akan menyalurkan energi ketenangan dan kedamaian dari yang memelukkepada yang dipeluk. Pelukan akan mengendorkan urat syaraf yang tegang. Saya yang saat itu menjadi salah satu peserta, memilih menggunakan pilihan kedua ini. Pelatihan itu, di kemudian hari memberikan perubahan besar dalam stabilitas emosi dan kejiwaan saya.

***
Apa yang saya inginkan pertama kali ketika saya sedang bersedih, marah atau apapun yang secara emosi mengguncang perasaan saya? Dipeluk suami. Pelukan itu akan menenangkan saya, membuat saya nyaman dan tenang kembali. Apa yang kami berdua lakukan setelah berantem? Saling memeluk. Pelukan itu akan menurunkan tensi emosi di antara kami. Pelukan itu akan merekatkan kembali ikatan cinta di antara kami setelah luka dan kecewa yang sempat tertoreh. Pelukan itu, akan membuat kehidupan rumah tangga kami menjadi makin mesra. Segala sedih, segala marah, segala kecewa, dan segala beban hilang oleh kehangatan pelukan. Pelukan itu, kemudian tidak hanya berlaku ketika saya terguncang secara emosi. Setelah setahun lebih kami menikah, pelukan telah menjadi satu kebiasaan dalam hari-hari kami.
Hal pertama yang saya lakukan ketika tiba di rumah sepulang dari kantor atau dari bepergian adalah memeluk suami. Memeluknya erat-erat. Itu saja. Tak Lebih. Hal pertama yang saya inginkan ketika saya bangun dari tidur adalah memeluk dan dipeluk suami saya. Memeluknya kuat-kuat. Itu saja. Bukan yang lainnya. Jika kami bangun pada jeda waktu yang tak sama, maka 'utang' kebiasaan itu dilakukan setelah shalat lail atau shalat subuh. Jika kami tidur di kamar yang berbeda, biasanya jelang subuh atau habis shubuh, salah satu dari kami akan menyusul yang lainnya. Hanya untuk satu hal saja: memeluk dan dipeluk. Saat malam menjelang tidur, kami terbiasa tiduran dan saling memeluk, berlama-lama sambil berbincang tentang aktifitas kami seharian. Ada kata-kata yang minimal tiga kali sehari saya ucapkan kepada suami saya, "I Love U" dan "Minta peluk!" Rasanya ada yang kurang jika kekurangan pelukan dalam sehari. Pelukan memberiku rasa aman dan nyaman. Pelukan, saya rasakan memberikan kehangatan yang tak tergantikan oleh apapun.

****
Berdasarkan hasil penelitian, kita butuh empat kali pelukan per hari untuk bertahan hidup, delapan supaya tetap sehat, dan dua belas kali untuk pertumbuhan. Jika ingin terus tumbuh, kita butuh dua belas pelukan per hari. Pelukan berkhasiat menyehatkan tubuh. Pelukan merangsang kekebalan tubuh kita. Pelukan membuat kita merasa istimewa. Pelukan memanjakan sifat kekanak-kanakan yang ada dalam diri kita. Pelukan membuat kita lebih merasa akrab dengan keluarga dan teman-teman. Riset membuktikan bahwa pelukan dapat menyembuhkan masalah fisik dan emosional yang dihadapi manusia di zaman serba stainless steel dan wireless ini. Bukan hanya itu saja, para ahli mengemukakan bahwa pelukan bisa membuat kita panjang umur, melindungi dari penyakit, mengatasi stress dan depresi, mempererat hubungan keluarga dan membantu tidur nyenyak.
(The Aladdin Factor, Jack Canfield & Mark Victor Hansen.") Helen Colton, penulis buku The Joy of Touching juga menemukan bahwa ketika seseorang disentuh, hemoglobin dalam darah meningkat hingga suplai oksigen ke jantung dan otak lebih lancar, badan menjadi lebih sehat dan mempercepat proses penyembuhan. Maka bisa dikatakan bahwa pelukan bisa menyembuhkan penyakit "hati" dan merangsang hasrat hidup seseorang. Berdasarkan hasil penelitian yang dikeluarkan oleh jurnal Psychosomatic Medicine, pelukan hangat dapat melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan cinta dan kedamaian. Hormon tersebut akan menekan hormon penyebab stres yang awalnya mendekam di tubuh. Hasil hasil penelitian tersebut, memberikan keterangan ilmiah atas kecenderungan dalam diri setiap manusia untuk mendapatkan ketenangan dan kehangatan melalui pelukan. Penelitan tersebut memberikan fakta ilmiah atas besarnya energi yang dapat disalurkan melalui pelukan. Sayangnya, banyak dari kita dibesarkan dalam rumah yang di dalamnya pelukanadalah sesuatu yang tidak lazim, dan kita mungkin merasa tidak nyaman mintadipeluk dan memeluk. Kita mungkin pernah digoda sebagai "si anak manja" jika sering memeluk atau dipeluk Ayah, Ibu atau saudara kandung kita. Dan jadilah kita atau remaja-remaja kita saat ini, tumbuh dengan kekurangan energi pelukan. Bisa jadi, kekurangan energi pelukan ini adalah termasuk salah satu faktor yang menyebabkan maraknya kasus ketidakstabilan emosi manusia seperti yang terjadi belakangan ini: tingginya angka kriminalitas dan narkoba pada golongan anak dan remaja, kesurupan di berbagai sekolah dan sebagainya.
Dan bisa jadi, sesungguhnya solusi untuk mengurangi berbagai permasalahan itu sebenarnya sederhana saja:
“Pemberian pelukan kasih sayang yang banyak kepada anak-anak dari orang tuanya.”

Friday, April 13, 2007

Pak Polisi...matre amat sih kamu???

Sekelumit cerita nih ya...
Kemaren sore sepulang dari kantor, seperti biasa gw menumpang angkot T19 jurusan kampung rambutan-depok, trus nyambung 05 di seberang Autoparts Depok.Pas udah duduk di angkot, tiba2 ada pak Polisi bertubuh tambun menyetop angkot yg gw tumpangin, dia marah2 ama supir, sambil ngegedor- gedor angkot dan nyuruh kami para penumpang untuk hengkang dari angkot, siwalannnnnn!!!!!
Ini bukan kali pertama gw naik angkot yang bermasalah sama pak polisi.Emang secara jujur gw akuin para supir angkot tuh nakal2, suka naikin penumpang ditempat yang dilarang.
Tapi kadang mereka juga enggak jera sama Polisi, karena polisinya sendiri juga, kadang kalo ngeliat supir angkot nakal bukannya dihukum malah dimintain duit.Dan sedihnya hanya dengan uang Rp. 10.000,00, para supir dibebaskan dari hukuman.Mau gw sih, kl ada pelanggaran baik kecil maupun besar, maka harus ditindak sesuai aturan yang berlaku, agar menimbulkan efek jera, niscahya kalo semua orang jera berbuat nakal, maka akan tercipta ketertiban.

Yaah...sebagai rakyat jelata seperti gw tentu membutuhkan perlindungan dari aparat negara dalam hal ini polisi.Namun sayang disayang, Polisi kita kan polisi duit, ibaratnya ada "duit pak polisi sayang, gak ada duit pak polisi tilang..." dalam hal ini duit jadi password untuk bebas dari hukuman.
Dari mulai supir angkot sampe petinggi negara, kalo breaking the rules tetep aja bisa bebas asal tau passwordnya aja, yaitu "duit", duh..pak polisi , matre amat sih kamu?